JFFF, Setiap Tahun Makin Ramai



Dibuka 14 Mei 2011 lalu, Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) kembali menyapa masyarakat Jakarta. Dengan tema Inculturation, JF3 kali ini diharapkan dapat menumbuhkan lagi kecintaan akan produk dan warisan seni budaya Indonesia sehingga dapat mengembangkannya menjadi hasil karya bernuansa modern tanpa meninggalkan keunikan identitas budaya. JF3 merupakan festival yang memadukan mode dan kuliner dengan misi mengangkat reputasi Jakarta sebagai pusat mode dan wisata belanja Asia, sekaligus memajukan industri boga dan kuliner tanah air.
 
Gading Nite Carnival menjadi pembuka spektakuler dalam acara JF3 ini. Ada dua spot utama dalam JF3, yakni Fashion Extravaganza dan Food Festival. Tercatat lebih dari 60 desainer ternama yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode  Indonesia (APPMI), Ikatan perancang Mode Indonesia (IPMI) serta desainer tamu dari Malaysia ikut mendukung JF3. Fashion Extravaganza menampilkan Indonesia Desaigner Collection, Indonesian Designer Label, Indonesian Fashion Brand, Fashion Village, Fashion Point, dan Fashion Front Row. Berbagai kompetisi juga diselenggarakan seperti ajang pencarian bakat model muda, ajang entrepreneurship dan lainnya. Spot kedua yakni spot-nya memanjakan lidah.



Kampung kuliner yang di-setting bak jaman dahulu hadir kembali di JF3. Kampoeng Tempo Doeloe hadir kembali, mangangkat hidangan yang menggunakan kelapa sebagai bahan dasar menu utamanya. Aneka makanan olahan kelapa dapat dinikmati disini, diantaranya Gudeg Pejompongan, Nasi Ulam Misjaya, Empal Gentong Putra Mang Darma, Tongseng Pak budi Khas Solo, Soto Betawi Babe, dan masih banyak lagi. Jajanan tempo dulu seperti otak-otak, es puter kue ape, kue pancong, es pudeng, risol setan,kue rangi juga ada. Kampoeng Tempo Doeloe yang mengambil tempat di La Piazza ini makin ramai dengan adanya  layar tancep, odong-odong, dan topeng monyet. Wine and Cheese Expo yang dimeriahkan oleh beberapa Negara tetangga juga hadir kembali tahun ini.
 
Rencanaya JF3 akan berakhir hingga 29 Mei 2011, bagi Anda yang ingin memanjakan lidah, Kampoeng Tempo Doeloe akan melayani Anda mulai pukul 4 sore di weekdays dan dibuka pukul 11 siang hari di hari sabtu dan minggu. K-12.

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...