Akan Digelar, Hospitality and Tourism Invasion



Untuk Menyinergikan peluang kerjasama dengan para stakeholder pariwisata, baik dari pemerintah (Kementrian Budaya Pariwisata), Asosiasi Profesi Pariwisata, industri perhotelan dan lembaga pendidikan tinggi dan menengah bidang pariwisata, media informasi pariwisata, serta pihak terkait lainnya, Swiss-Germany University akan menggelar Hospitality and Tourism Invasion(HOSTS) dengan topik “Tropical Breeze”. Acara yang berlangsung pada 11 Juni 2011 mendatang tersebut sekaligus untuk membuka kesempatan kerja bagi para peserta didik lembaga pendidikan pariwisata, maupun kerjasama bidang pengembangan SDM lainnya untuk saling berinteraksi dan terbentuk jaringan di antara mereka.

Acara juga dimaksudkan untuk memberi wawasan, pengetahuan, pengalaman serta unjuk kompetensi  di bidang perhotelan dan pariwisata khususnya bagi para peserta, serta meningkatkan motivasi dan semangat bekerja di industri perhotelan dan pariwisata bagi generasi muda di tanah air

Waktu dan tempat kegiatan
Hari/tanggal      : Sabtu, 11 Juni 2011
Waktu               : Pukul 08.00 - selesai
Tempat             : Kampus SGU
                          Edutown, Kav II.1 BSD City-Serpong, Tangerang 15339
                          Telp. 021-3045 0045

Acara terbagi dalam 6 (enam) acara, yakni National Front Desk Competition,Seminar Lentera Jiwa, Bazar, Hiburan,Juggling and Fruit Carving Performance, dan Fruit Carving Competition.

National Front Desk Competition
Pertandingan national “front desk competition” akan di adakan untuk pertama kali nya di Swiss German University, dan kompetisi ini direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun. Kompetisi ini akan diikuti oleh 7 (tujuh)  provinsi dari Indonesia. Melalui kompetisi ini, peserta akan diuji kemampuan, pengetahuan, dan kompetensi di bidang front desk.

Seminar (workshop) 
Menghadirkan bintang tamu Andy F Noya dari acara “Kick Andy” sebagai pembicara dengan topik “Lentera Jiwa”. Dengan tujuan untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih termotivasi dalam menjalani pendidikan yang telah mereka pilih. Bukan karena pilihan orangtua mereka. Beliau akan mengarahkan mereka untuk menjadi diri sendiri

Bazaar
Bazaar ini terdiri dari stand-stand penjual makanan, minuman, pernak-pernik untuk berbagai kalangan, serta stand bagi para sponsor dengan berbagai keunggulan produk yang akan ditampilkan

Hiburan
Pertunjukan seni, tari dan musik, dan permainan (games) menarik lainnya

Juggling and Fruit Carving Performance 
Juggling - pertunjukan atraksi memainkan alat-alat bar seperti botol atau shaker oleh para profesional. 
Fruit Carving – seni mengukir buah-buahan menjadi berbagai bentuk  yang menarik dengan memperhatikan aspek estetika dan seni. Performance ini akan dilakukan oleh chef Hotel Grand Indonesia Kempinski selama setengah jam. Mereka akan mempertunjukkan teknik-teknik terbaru. 

Fruit Carving Competition
Pertandingan mengukir buah-buahan (semangka, pepaya dan nanas) menjadi bentuk-bentuk yang menarik. Bentuk buah-buahan tidak ditentukan sehingga peserta bisa mengapresiasikan kreativitas masing-masing. Fruit carving competition ini akan diikuti oleh siswa/i SMA, SMK, dan perguruan tinggi. Untuk pendaftaran akan dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,00. Panitia akan menyediakan buah yang digunakan dalam lomba, yaitu semangka, pepaya, dan nanas. Akan tetapi, peserta diperkenankan untuk membawa sendiri buah lain yang dibutuhkan oleh mereka. Panitia tidak menyiapkan peralatan fruit carving, sehingga peserta harus membawa peralatan masing-masing. Waktu yang diberikan untuk masing-masing peserta 20 menit. 

Penilaian akan dilakukan oleh perwakilan dari lembaga APJI. Kriteria penilaian akan didasarkan pada kreasi bentuk, kerapian dan ketelitian, teknik memegang pisau ; memotong ; mengukir, dan waktu. 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...