Indonesia Chef Association, Jakarta Cullinary Center dan Mal Ciputra Gelar Kids Fun Cooking Competition



Mengenalkan cara memasak sejak dini sebaiknya di tanamkan sejak masa kanak-kanak, sehingga selain mendapat sensasi pengalaman yang tak terlupakan, juga memberi pembekalan yang penting untuk anak-anak kelak ketika mereka dewasa."Siapa tahu pula ada di antara anak-anak ini yang kelak akan berprofesi sebagai seorang chef,"tutur Pengurus Indonesian Chef Association (ICA) di sela-sela penyelenggaraan 'Kids Fun Cooking Competition' di Jakarta pada 23 april 2011 lalu.

Acara yang digelar oleh Mal Ciputra traland bersama Indonesian Chef Association dan Jakarta Cullinary Center (JCC) tersebut merupakan ajang unjuk kebolehan anaka-anak berumur 8-12 tahun dalam membuat masakan berupa nasi goreng dan telur hasil kreasi mereka. Jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini berjumlah 24 anak, yang akan memasak nasi goreng dan telur dalam waktu paling lama 1 jam. Kompetisi dinilai oleh tiga juri yakni Chef Agus (JCC), Chef Adi (ICA), dan Maya (Mal Ciputra). Penilaian dewan juri meliputi ketepatan  persiapan, persiapan dan kebersihan, proporsi, kreatifitas dan presentasi, serta cita rasa.

Selama memasak, peserta tidak diperbolehkan mendapat bantuan dari orang tua atau pihak manapun, dan peserta yang mengikuti kompetisi diwajibkan telah membuat terlebih dahulu resep dan bahan yang akan digunakan, dan diserahkan kepada panitia. 

Untuk piring, alat displai makanan, dan bahan baku yang akan digunakan dalam pembuatan nasi goreng maupun telur, para peserta telah diwajibkan untuk membawa sendiri dalam keadaan belum dimasak, kecuali nasi (putih) yang boleh dibawa dalam kondisi sudah matang -sebagai bahan utama nasi goreng. 

Selain bumbu-bumbu masak, peserta juga diperbolehkan membawa bahan lainnya seperti sayuran, daging, ayam, atau ikan sesuai dengan kreatifitas peserta. Dalam memasak telur, peserta dibebaskan untuk membuat jenis masakan apa saja, apakah itu telur ceplok, dadar, omelet, atau pun telur orak-arik.

Dalam kompetisi itu, panitia telah menyediakan masing-masing tiap peserta mendapat 1 unit kompor induksi (kompor listrik), 1 buah wajan anti lengket, dan 1 set celemek beserta topi chef yang digunakan pada saat kompetisi berlangsung. 

Kompetisi yang digelar secara cuma-cuma ini merupakan rangkaian kegiatan Happy Fun Easter. Kegiatan lain yang digelar yakni Math Competition with Mathemagics,Story Telling bersama Pak Raden, Kids Drawing & Coloring Competition, Lomba Menghias Telur, dan bazaar kebutuhan rumah tangga, peralatan sekolah, dan aneka busana. k-08

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...