Kepincut Sedapnya Masakan di Mkt Steak



Jangan dikira kawasan Depok dan sekitarnya sepi akan kuliner sedap. Jika lewat jalan raya Muhtar Sawangan Depok, mampir saja ke Mkt Steak. Rumah makan bernomor 9 itu, sudah hadir lebih dari 10 tahun menemani warga Depok dan sekitarnya untuk urusan perut. Rumah makan ini memang terlihat sederhana, tetapi menu yang ditawarkan tidak sesedehana tampilan rumah makannya.

Desain rumah makannya tidak ada yang spesial, tetapi dengan suasana kekeluargaan yang diciptakan sang empunya, dijamin membuat Anda betah ketika berdatangan ke rumah makan ini. Pasutri Hery Subagyo dan Ismi Susanti bahu membahu membangun dan membesarkan rumah makan yang sering dikunjungi oleh para pejabat tinggi daerah Depok ini. Sudah menjadi kebiasaan bagi Hery dan istri untuk menyapa pengunjung yang datang, baik itu hanya untuk sekedar bertegur sapa atau menanyakan citarasa hidangan yang disuguhkan. Dibantu oleh juru masak jebolan hotel berbintang di Jakarta yakni Edi Cahyo, Mkt hadir dengan menu-menu andalan. Hidangan mulai dari yang tradisional, hingga oriental disuguhkan disini, ada juga aneka olahan seafood dan steak yang disajikan dengan saus khas Mkt Steak.

“Jika saya tidak menjadi korban krismon (krisis moneter –red) 1998, mungkin rumah makan ini tidak ada,” cerita Hery. Dahulu mungkin Hery menyesal menjadi korban krismon, tetapi sekarang dia sangat bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Tiga buah rumah makan Mkt hadir di kawasan Depok, yakni di daerah Bojongsari dan 2 di kawasan Sawangan. Rumah makannya memang sengaja didirikan tidak begitu berjauhan (artinya masih dalam satu kawasan), karena Hery ingin mengokohkan image Mkt sebagai rumah makan warga Depok dan sekitarnya. Kenapa namanya Mkt? Dengan singkat Hery menjawab, “itu nama ibu saya, Markatun. Supaya lebih familiar, saya singkat menjadi Mkt.”

Jenis masakan tradisional yang ditawarkan misalnya seperti nasi timbel, nasi tumpeng, aneka pepes, sapi lada hitam, atau sapi saus spesial, yang dapat membuat Anda ketagihan. Jenis oriental food seperti cah baby kaylan, cah kangkung, olahan mie, bihun, kwetiau juga dapat dipilih. Aneka steak juga patut dicoba, seperti sirloin steak, tenderloin steak, chicken steak, atau ribs steak dengan sajian saus khusus khas Mkt. “Olahan sapi disini spesial. Seperti sapi lada hitam dan sapi saus spesial, daging sapi yang kami gunakan adalah has dalam, jadi dijamin tidak alot”, promo Hery. Hanya dengan merogoh kantong 30-60 ribuan per orang, dijamin Anda kenyang keluar dari rumah makan ini. Saat tim KULINOLOGI mampir, kami disuguhkan menu baru Mkt Steak yang menurut Hery rencananya akan di-launching bulan Januari ini, yakni Sapi Saus Mongolian. Menu olahan daging sapi, yang tidak berbeda dengan sapi lada hitam, tetapi untuk berinovasi Mkt mencoba menggantinya dengan saus Mongolian. Rasanya? pedas dan segar, dan patut untuk Anda coba. Yang membuat rumah makan ini berbeda dengan lainnya adalah adanya stand-stand makanan yang menjual siomay, baso, atau mie ayam yang lokasinya tepat berada didepan muka rumah makan. “Jika pengunjung tidak ingin makan terlalu berat, kami menyediakan stand makanan itu.” Tutur Hery.

Kualitas menjadi satu hal yang selalu didengungkan Hery kepada karyawannya. Baik itu kualitas dari makanan yang disajikan sampai kualitas pelayanan kepada pengunjung. Kualitas makanan selalu diukur dari kekonsistenan rasa, rupa dan kesegaran makanan. Untuk tetap menjaga hal itu, Hery selalu membeli bahan baku yang diperlukan setiap hari. “Semua bahan baku segar kami beli langsung di pasar, seperti sayur, buah, seafood dan daging, tetapi pada penjual tetap yang sudah mengerti apa mau kami.” Jelas Hery. Jadi Hery menjamin kualitas masakan yang disajikan benar-benar fresh dan berkualitas. K-12

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...