Steak Halal, Steak Sehat Steak Village



Senin siang lalu, suasana resto Steak Village tidak begitu ramai. Terlihat sekelompok eksekutif muda masuk mengisi meja yang dikelilingi empat kursi kayu. Dengan cekatan, pelayan langsung menyodorkan buku menu kepada para tamu yang baru saja datang itu. Dan sambil menunggu pesanan datang, tamu tersebut asyik mengobrol dengan sesama. “Steak Village baru saja dibuka 20 Januari lalu, jadi tentu saja, banyak yang belum tahu keberadaan resto kami”, ujar Pra Sugirianto Operation Director PT Citra Halal Indonesia (PT CHI). Ya, Steak Village memang baru saja dibuka 20 januari lalu, tetapi jika dilihat dari animo pengunjung, bisa dikatakan resto ini sangat berprospek. “Meskipun belum satu bulan berjalan, tetapi jika dirata-rata grafik kunjungan pengunjung terus meningkat”, jelas Machfudi, Manager Resto Division PT Citra Halal Indonesia.

Masyarakat mungkin hanya mengenal PT CHI sebagai produsen atau supplier daging sapi segar yang fresh, higienis dan halal dengan merk ‘hallabeef”, tetapi tampaknya PT CHI juga ingin menambah image-nya yakni sebagai penyedia hidangan lezat dengan daging sebagai bahan baku utamanya. “Kita punya daging yang segar, berkualitas dan pastinya halal. Kenapa kita hanya menyuplai daging tersebut? Kenapa tidak kita sendiri yang memanfaatkan daging tersebut untuk diolah? Karena itu, kami mendirikan Steak Village dan Hallasteak sebagai langkah awal perusahaan untuk serius terjun di bisnis jasa penyedia makanan dan minuman”, jelas Pra.

Steak Village hadir bagi siapa saja yang ingin menikmati hidangan steak yang lezat tanpa harus membayar mahal. “Hidangan steak identik dengan harga yang mahal, tetapi di Steak Village hidangan steak dengan daging yang berkualitas dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau”, tambah Pra. Tenderloin steak dan sirloin steak menjadi menu andalan di resto ini. Selain itu ada juga chicken steak, tuna tina-fish steak dan burger steak. Menu-menu tersebut memang sepintas biasa saja dan tersedia di rumah makan yang menyajikan steak sebagai menu andalannya. “Yang membedakannya adalah kualitas daging dan saus yang disajikan”, ujar Machfudi. Menurut Bapak yang juga menjabat sebagai kepala juru masak Steak Village ini, kualitas daging sangat menentukan mutu steak yang disajikan. Karena Steak Village menggunakan produk hallabeef, sudah dipastikan daging yang disajikan berkualitas, aman, higienis dan halal. Untuk mendapatkan hidangan steak yang berkualitas, tidak hanya daging yang berkualitas yang diperlukan, tetapi teknik memanggang juga menjadi kunci. “Lebih baik, daging dipanggang langsung mengenai api, agar serat daging putus dan daging tidak alot. Supaya saat dipanggang daging mengeluarkan juice (cairan lemak), hindari memukul-mukul daging dengan tujuan untuk mengempukkan daging”, terang Machfudi. Dan terakhir adalah kesesuaian tingkat kematangan yang diminta oleh pelanggan.

Saat berkunjung, tim KULINOLOGI mencoba salah satu menu andalan di resto ini yakni, tenderloin steak. Steak seberat 125 gram ini disajikan dengan brown sauce, fries potato, serta campuran salad sayuran dan buah yang segar. “Satu lagi yang membedakan hindangan steak rumah makan yang satu dengan yang lain adalah sausnya. Masing-masing resto memilki bumbu rahasia untuk membuat sausnya, begitu juga Steak Village. Campuran rempah-rempah pada saus yang diracik sendiri ini membuat saus steak disini berbeda dengan yang lain”, ujar Machfudi. Kehadiran thousand island sauce untuk cocolan fries potato juga melengkapi hidangan steak yang disajikan. Dengan harga steak berkisar antara 20-50 ribuan para pengunjung dipastikan puas berkunjung ke Steak Village. K-12

Steak Village
Jalan Pangeran Antasari 206
Jakarta Selatan

Artikel Lainnya