Arena Santapan Lezat Ibu (ASLI) Masako



Para ibu rumah tangga dituntut untuk mampu menyiapkan santapan keluarga yang beragam setiap harinya agar keluarga tercinta tidak bosan dengan masakan sang ibu.  Salah satu jalan bagi ibu-ibu untuk berkreasi adalah dengan mencoba berbagai resep masakan dari berbagai smber yang ada, baik melalui majalah, internet, ataupn dari cerita sesama ibu rumah tangga disaat kumpul bersama.
Dengan memanfaatkan kumpul bersama ibu-ibu rumah tangga, maka Masako membat suatu kontes adu resep Arena santapan Lezat Ibu Masako (ASLI Masako).  Lomba adu resep ini ditujukan untuk semua kalangan yang mampu memasak dengan resep unggulan untuk keluarganya.  Acara ini dibuka langsung oleh Taro Komura sebagai Presiden Direktur PT Ajinomoto Sales Indonesia dan welcome speech oleh Mr. Masahiro Tani sebagai VP PT Ajinomoto Indonesia.

Pada lomba resep ini total keseluruhan pemenang adalah 155 orang dengan kualifikasi pemenang utama, runner up 1, runner up 2, runner up 3, dan hadiah hiburan.  Dari total 155orang, pemenang utama sebanyak 30 orang berhak mendapatkan hadiah berupa tur pabrik (factory visit) dan uang saku.  Tujuan dari acara ini adalah untuk menunjukan proses pembatan masako secara langsung yang nantinya dapat meningkatkan keyakinan ibu-ibu bahwa Masako dibuat dengan daging asli.

Perjalanan Masako
Perjalanan Masako dari waktu ke waktu sejak tahun 1989 pertama kalinya di keluarkan masako ayam seharga Rp 100/10 g. Dengan masako para ibu dapat menikmati makanan dengan cita rasa ayam tanpa menggunakan daging ayam asli.  Akhirnya, pada tahun 2010 melaksanakan perbaikan terhadap masako yg ke 2 untuk memperkuat image bahwa masako dibuat dengan daging asli.

Masako dibuat dari daging ayam dan daging sapi sapi asli yang dicampur dengan bumbu rempah. Setelah dicampurkan dengan bumbu rempah dilakukan proses pengeringan, pengayakan, dan langsung dikemas dalam karton box.

Proses produksi kemasan Masako, PT Ajinomoto Indonesia memproduksi sendiri kemasan untuk Masako.  Kemsasan tersebut dibuat dari bahan berkualitas tinggi yang aman untuk makanan dan dilapisi dengan alumunium foil hingga dapat menjaga kualitas produksi.  Dalam pembuatan kemasan Masako diperlukan cylinder yang berfungsi untuk mencetak design pada film kemasan.  Satu putaran silinder dapat mencetak 36 bungkus masako berukuran 7.5g.

Proses pembuatan ekstrak daging ayam dibuat dari ayam yang dimasak dengan autocative.  Selanjutnya daging tersebut dipisahkan dengan tulang.  Setelah dipisahkan dengan tulang dilakukan proses penggilingan.  Setelah proses penggilingan dilakukan proses pemasakan dan pencampuran hingga selanjutnya dilakukan proses pengeringan.
 
Produk Masako dibuat di pabrik Mojokerto dan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia melalui PT Ajinmomoto Sales Indonesia yang  terbagi menjadi 3 cabang dengan masing-masing jangkauan area.  Cabang tersebut seperti cabang Medan yg berpusat di Medan, cabang Jakarta yang berpusat di Jakarta, dan cabang Surabaya yang berpusat di Surabaya.  Tidak hanya di pasar tradisional, Masako pun hadir di pasar modern, horeka dan pasar industri. Melalui tim penjualan yg langsung berhunugan dengan pelanggan, pihak ajinomoto selalu memberikan pelayanan terbaik dengan menyediakan produk yang bersih, berkualitas aman dan mudah didapat. Kelezatan Masako seperti kaldu buatan di rumah karena dibuat dengan daging asli bumbu rempah pilihan yang membuat segala jenis masakan ibu menjadi pilihan nomer satu untuk keluarga tercinta. Oleh Ariefa Syafitri

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...