Baru 56% Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Penuhi Syarat Keamanan Pangan



Pangan jajanan anak sekolah (PJAS) memegang peran penting bagi anak sekolah, karena menurut survei yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), PJAS memenuhi 36% kebutuhan energi anak sekolah. Masalah yang dihadapi PJAS yakni tentang keseimbangan gizi, penggunaan bahan berbahaya dan bahan tambahan pangan yang melebihi batas amannya,kontaminasi kimia dan mikrobia patogen, serta buruknya praktek penyajian PJAS.

PJAS menjadi kia penting karena sekolah merupakan salah satu tempat yang sering terjadi kasus keracunan pangan. "Sebanyak 25,15% dari kasus kejadian keracunan pangan terjadi di sekolah," kata Deputi III BPOM Roy Sparringa dalam Lokakarya Jejaring Keamanan Pangan Nasional 2011 di Jakarta pada 20 Maret lalu. Ia mengutip data dari KLB keracunan pangan di Indonesia tahun 2010. Roy menambahkan, dari sejumlah kasus keracunan di sekolah tersebut, 70-79% terjadi di Sekolah Dasar (SD) yang di Indonesia berjumlah 170 ribu SD.

Roy menandaskan, keamanan pangan PJAS ini masih harus diperjuangkan, terlebih saat ini ada sebanyak 44% pangan jajan anak sekolah tidak memenuhi syarat kesehatan, juga terbatasnya jumlah tenaga pengawas pangan.Itulah sebabnya perhatian terhadap keamanan PJAS harus dilakukan secara berkesinambungan, terstruktur, terukur, terpadu, dan dilaksanakan lintas sektoral.

Dalam mengawal keamanan PJAS ini juga telah menjadi sebuah aksi nasional,yang ditandai dengan pencanangan gerakan menuju pangan jajanan yang aman, bermutu dan bergizi pada 31 Januari lalu oleh Wakil Presiden Boediono. Aksi nasional ini, menurut Roy ditargetkan bisa meningkatkan persentasi PJAS yang memenuhi syarat keamanan, mutu dan gizi dari 56% pada 2010 menjadi 90% dalam tiga tahun, yakni pada 2012-2014. K-08

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...