Melirik sukses dapurnya Dapur Cokelat



Melirik sukses dapurnya Dapur Cokelat

Identik dengan warna kuning dan cokelat, Dapur Cokelat hadir di beberapa ruas daerah Ibukota. Ada 5 gerai di Jakarta dan 2 gerai di Surabaya, semuanya menyajikan konsep yang sama yakni self service chocolate candy’s atau cake cokelat kesukaan Anda.

Besar di keluarga yang memang sudah mengenal dunia wirausaha, Ermey tumbuh dengan jiwa kewirausahaan yang kental dalam darahnya. Didukung dengan pendidikan kepariwisataan jurusan pastry yang ditekuni, Ermey mantap akan langkah yang diambil dalam hidup dan karirnya. Ermey mengenal dan jatuh cinta pada cokelat sejak ia belajar mengenai pastry, salah satu mata kuliah disekolahnya. Mulai saat itu beliau giat belajar dan berlatih cara dan teknik mengolah cokelat menjadi makanan atau minuman yang lezat dan menarik banyak orang. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang didapatkan dari proses belajar, akhirnya  Ermey membuka gerai cokelat pertamanya di jalan K.H. Ahmad Dahlan tahun 2001 lalu dengan nama Dapur Cokelat. Saat itu nasib mujur belum menghampiri Ermey, lebih dari 3 bulan toko cokelat ini dibuka, keuntungan pun belum bisa didapatkan. Kesabaran, keuletan dan bermodalkan koneksi yang cukup luas, akhirnya gerai pertama Dapur Cokelat laris manis dan dikenal banyak orang.

Konsep gerai Dapur Cokelat disesuaikan dengan namanya. Dapur modern dan minimalis selalu hadir di setiap outlet Dapur Cokelat. “Konsep dekorasi dari masing-masing outlet juga terkadang disesuaikan dengan bentuk bangunan yang ditempati Dapur Cokelat. Jika bangunannya agak old fashion style, maka dekorasi ruang juga didekor berbau old style, tetapi tetap nyaman dan menarik,” Jelas Indah Rizky Marketing and Promotion Dapur Cokelat kepada Kulinologi.

Dapur Cokelat is Everything about chocolate. Mau cokelat yang seperti apa, pasti bisa Anda temukan disini, harganya? Jangan lagi ditanya, pas untuk kantong siapapun!

Cokelat mulai harga 2 ribuan ada jika Anda mau. Dapur Cokelat menyediakan cokelat praline dengan lebih dari 25 jenis isian; truffle; cokelat candy berbagai rasa, warna, dan bentuk; cookies cokelat; hingga cake cokelat ada disini. Jenis cake seperti tiramisu, fruit shortcake, opera, raspberry truffle, java chocolate, triple decker, dc’s choco, chococheez, caramel chocolate, choco monkey, two season, atau chocofruz dengan lapisan cokelat menggoda bisa Anda dapatkan dengan harga 145 ribu hingga 245 ribu per cake ukuran 20x20 cm. Jika rasa haus menyerang selagi Anda pilah-pilih cokelat, ice chocolate bisa langsung dieksekusi ditempat untuk menghapus dahaga Anda.

“Cokelat yang kami gunakan adalah premium Belgium chocolate yang langsung diimpor dari Belgia, dan  kemudian kami olah kembali menjadi berbagai produk cokelat yang bisa Anda nikmati di Dapur Cokelat.” Promo Indah.

Kualitas menjadi hal utama untuk cokelat produksi Dapur Cokelat. Semua cake dan berbagai produk cokelat diproduksi di satu kitchen (center kitchen), jadi standar bahan baku, produk jadi dan kualitas akhir produk dapat terkontrol. Cek akhir produk akhir sebelum dikirim ke store juga selalu dilakukan, hal ini untuk mencegah terjadinya gagal produk atau produk cacat sampai ke konsumen. Distribusi produk menggunakan mobil berpendingin juga dilakukan untuk mencegah kerusakan dan perubahan bentuk produk. Untuk mengantisipasi lonjakan suhu yang terjadi di store, Dapur Cokelat selalu memasang dan mengontrol alat pencatat suhu (thermometer) agar kualitas produk tidak menurun.
Memenuhi permintaan penggila cokelat di daerah Tangerang dan sekitarnya, Dapur Cokelat kini hadir di BSD City mulai Desember 2010. K-12.

Dapur Cokelat
Jalan H. O. S. Cokroaminoto no. 62 A
Jakarta Pusat (021) 31923988

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...