Nasi Goreng Lezat dengan Bumbu Kokita



Nasi goreng atau Hanzi merupakan komponen penting dari kuliner Indonesia. Menurut catatan sejarah, nasi goreng berasal dari daratan China yang kemudian tersebar ke Asia Tenggara, dibawa oleh para perantau – perantau yang menetap di sana termasuk di Indonesia. Mereka ini yang juga sering disebut peranakan “menciptakan” nasi goreng khas lokal, berdasarkan atas perbedaan bumbu dan cara menggoreng.

Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dan kondisi kebudayaan masyarakat yang tidak suka membuang makanan yang berlebih seperti nasi putih, apalagi pada waktu itu kondisi masyarakat dalam keadaan susah. Oleh karena itu nasi dingin yang berlebih kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.
Bumbu standar nasi goreng saat itu terbilang sangat sedarhana, terdiri dari nasi, minyak goreng, kecap manis. Nasi goreng dewasa ini mendapat tambahan bumbu lain seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, garam -dengan rasa yang mampu menggoyang lidah. Khusus untuk bumbu kecap, itu merupakan penyesuaian orang peranakan ketika berada di Jawa. Sebenarnya kecap atau kie tjap asalnya dibawa oleh warga perantau tionghoa yang terbuat dari sari ikan. Ketika mereka tinggal di Jawa mereka menyesuaikan dengan kondisi di daerah tersebut dengan membuat kie tjap dengan bahan dasar kedelai. Akibatnya, kie tjap tak lagi memiliki cita rasa ikan tetapi hanya terasa manis, seperti kecap manis yang kita ketahui sekarang. Perihal nasi goreng ini juga sudah sangat membudaya di Negara – Negara maju seperti Belanda dan Jepang karena kedua bangsa negara tersebut pernah sangat dekat dengan Indonesia di awal Abad 19.
Saat ini ada berbagai jenis nasi goreng, antara lain nasi goreng ikan asin, nasi goreng Jawa yang dibumbui sambal Oelek, nasi goreng kambing, nasi goreng putih yang hanya diberi kecap asin, serta nasi goreng petai, dan lain-lain.

Sebenarnya Resep rahasia untuk membuat nasi goreng di pelosok atau kampoeng pada jaman dulu (masa penjajahan Belanda), yaitu tak menggunakan mentega lokal maupun echte boter uit Holland (mentega asli dari Belanda) melainkan menggunakan minyak jelantah bekas gorengan telor atau ikan asin atau teri. Dalam pembuatannya, nasi mesti digoreng dengan minyak, lalu tambahkan Sambal Oelek dengan terasi. Bumbu yang semakin khas kampung dari dapur sendiri akan semakin enak. Bumbu Nasi Goreng kini sudah tersedia dalam kemasan siap pakai yang dikenal dengan Bumbu Nasi Goreng KOKITA. Bumbu nasi goreng ini banyak diminati oleh berbagai kalangan. Selain bisa mempertahankan rasa yang diperoleh, ternyata dengan menggunakan bumbu ini juga bisa dipakai dalam membuat mie goreng. Hal ini disebabkan karena bumbu dasar yang digunakan oleh kedua jenis makanan ini memang tidak jauh berbeda.

Demi memberikan pelayanan yang praktis bagi masyarakat KOKITA juga menyediakan produk terasi dan sambal Oelek siap pakai.

 

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...