Eksistensi Bakery Bandung Di Tengah Kehadiran Bakery Asing



Gurihnya bisnis bakery di negara yang berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa tampaknya menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial bagi bakery asing untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Sebagai salah satu kota besar yang potensial di Indonesia, Bandung tidak luput dari serbuan masuknya waralaba bakery asing. Bagaimana bakery lokal kota Kembang mempertahankan eksistensinya?

Soes Merdeka serta Prima Rasa merupakan contoh dua bakery lokal asli Bandung yang populer di kalangan pecinta kuliner. Keduanya bisa dikatakan merupakan pionir pengembangan bisnis bakery di kota Bandung. Soes Merdeka pada awal berdirinya merupakan perusahaan milik seorang Belanda bernama Meneer JV Van Grafhorst. Pada perkembangannya, Toko Kue Merdeka dibeli dan dikelola oleh perusahaan swasta PT Tirta Ratna yang kemudian berganti nama menjadi Soes Merdeka. Sebagai toko kue yang kental dengan sejarah masa penjajahan Belanda, hingga saat ini jenis kue yang diproduksi masih mempertahankan keaslian resep kue-kue Belanda seperti kue Soes, Marspen, Amandel, Sosys Brood dan Fransifan. Kue soes sendiri merupakan trademark dari toko kue Merdeka sehingga orang lebih mengenalnya dengan sebutan Soes Merdeka. Menurut Manager Marketing Soes Merdeka Deni Komara, bakery yang ia kelola merupakan penggabungan konsep modern dan klasik bakery.”Maksud klasik disini dari jenis produk yang masih kita pertahankan dengan resep peninggalan zaman Belanda, sehingga produk yang dijual sulit ditemukan di toko kue lain. Itulah keunikan kami,” ujarnya. ”Tapi kalau dari tampilannya kami usahakan selayaknya modern bakery dengan menampilkan oven di depan outlet sehingga konsumen bisa melihat proses pembuatannya,” tambah Deni.

Tidak jauh berbeda dengan Primarasa bakery yang mengawali bisnisnya dari berjualan kue-kue hingga kemudian Theresia Yuliaty, sang pendiri membuka toko kue di Jalan Kemuning. Mengandalkan produk unggulan brownies panggang dan kue bolen, Primarasa berkembang pesat menjadi bakery lokal yang populer di kota Bandung. Menurut Manajer Operasional Vicky Daud Wijaya, Prima Rasa mengedepankan konsep toko kue yang menyediakan aneka kue berkualitas dengan harga terjangkau sehingga dapat dikonsumsi semua kalangan.”Kita buat semua bisa menikmati, jadi kita bukan toko yang eksklusif,” ujar Vicky. Konsep fresh from oven juga diterapkan primarasa untuk produk seperti kue bolen yang diproduksi setiap jam.

Mempertahankan mutu dan konsistensi produk

Saat ini Soes Merdeka mempunyai tiga outlet di kota Bandung, di Jalan Merdeka sebagai pusat dan 2 cabang di Buah Batu dan Cimahi. Untuk luar kota di antaranya di Jakarta, Depok, Bogor, Jogyakarta, Surabaya dan Denpasar.
Untuk menjamin mutu dan konsistensi serta keseragaman produknya di seluruh cabang, Soes Merdeka menerapkan beberapa kebijakan, yang pertama membuat standar resep yang tidak boleh diubah. Yang kedua pelatihan SDM di kantor pusat, dan ketiga ada quality control yang dicek secara periodik.

”Paling tidak dalam tiga bulan kami adakan pengontrolan kualitas di setiap cabang, untuk meminimalisir adanya penyimpangan,” jelas Deni. Untuk proses produksi, Soes Merdeka memiliki standard operating procedure (SOP) yang baku yang mengacu pada standar yang dikeluarkan Departemen Kesehatan dari awal pemilihan bahan baku hanya menggunakan produk-produk berkualitas yang sudah memiliki SNI, ISO dan sudah diakui secara internasional. Kemudian koordinasi dengan badan pengawasan kesehatan makanan secara rutin. Sementara itu Primarasa bakery yang saat ini berpusat di Jalan Kemuning serta cabang di Buahbatu, Antapani, Peta dan akan membuka cabang baru di Pasirkaliki, juga menerapkan standar baku dalam menjaga mutu, konsistensi serta keseragaman rasa produknya dengan memusatkan semua proses produksi bakery di kantor pusat. Menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik yang sudah memiliki SNI, ISO dan sertifikat halal agar semua konsumen bisa nyaman mengkonsumsi produk Primarasa. Untuk quality control, primarasa sangat ketat menjaga kebersihan dan mutu produk. Jika ditemukan produk yang rusak saat proses produksi atau pada pengemasan misalnya, langsung ditarik tidak dijual.

Strategi pemasaran bakery lokal
Menghadapi persaingan era globalisasi, Vicky menuturkan bahwa saat ini primarasa berusaha untuk fokus mengembangkan cabang yang sudah ada. Permintaan untuk franchise atau buka cabang di luar kota bahkan di luar negeri sudah banyak. Namun untuk sekarang ini primarasa memilih untuk mengelola manajemennya sendiri. Menghadapi kehadiran bakery dari luar, Vicky melihatnya sebagai satu variasi, masing-masing memiliki keunikan dan kekhasan sendiri. ”Jadi semakin menambah inovasi dan variasi bakery yang ada di Bandung. Kami tidak merasa tersaingi karena semua sudah memiliki segmen pasarnya masing-masing,” ujar Vicky.

Sementara Soes merdeka menyikapinya dengan arif dengan tetap eksis mempertahankan ciri khas bakery Indonesia, salah satunya adalah memadukan resep tradisional dengan bakery modern. ”Saya yakin dengan kue yang punya ciri khas kita akan bisa menangkal dampak dari globalisasi tadi. Karena kalau kita ingin bersaing tapi malah ikut dengan trendnya bakery luar tentu akan sulit karena kita melawan sesuatu yang jauh lebih modern. Jika kita punya ciri khas tidak akan takut untuk bersaing dengan merk manapun,” lanjut Deni.

Rencana ke depan, Soes Merdeka tengah mengembangkan sistem franchise agar produk bakery Indonesia bisa go international. Deni yakin produk bakery Indonesia juga mampu bersaing dengan bakery dari luar. Untuk mewujudkan visi tersebut kerjasama dengan berbagai pihak terus ditingkatkan. Kerjasama dengan produsen bahan baku melalui pengadaan training sdm merupakan kerjasama yang saling menguntungkan karena dengan meningkatnya skill SDM otomatis akan meningkatkan penjualan produk sehingga permintaan bahan baku semakin meningkat. Selain itu pengembangan wawasan dan inovasi mutlak dilakukan semisal mencoba sistem baru, mesin baru, bahan baku yang lebih bagus seiring dengan tuntutan perubahan tren konsumen serta perkembangan kompetitor bakery dari luar.

Lebih lanjut Deni berharap media massa sebagai sumber informasi dan komunikasi sebaiknya sebanyak mungkin mengulas dan menyosialisasikan perkembangan bakery pada umumnya, agar tidak ketinggalan dengan bakery-bakery lain yang modern seperti di luar negeri. Diharapkan dengan informasi tersebut bakery Indonesia bisa lebih maju dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Memajukan
Bakery Tradisional

Prospek cerah pengembangan produk bakery tradisional Indonesia diyakini Manager Marketing Soes Merdeka Deni Komara, apalagi menghadapi tantangan globalisasi di mana tidak bisa lagi membendung hadirnya bakery-bakery modern dari luar. Deni berpendapat jika mempertahankan resep-resep tradisional akan jauh lebih punya ciri khas karena sulit ditiru bakery asing, sehingga tidak terdesak oleh kehadiran Bakery-bakery modern tadi.

Deni mencontohkan kue yang dipadukan dengan resep tradisional Indonesia semisal ditambahkan rempah-rempah seperti kue Bangket yang didalamnya ada jahe, merupakan paduan resep tradisional dengan pengolahan modern yang sulit ditemui di bakery modern. Berbagai inovasi terus dilakukan Soes Merdeka untuk mempertahankan pasar, inovasi lebih ditekankan pada pengembangan kue soes sebagai produk unggulan, meski Soes Merdeka sebenarnya memiliki sekitar 150 jenis kue termasuk didalamnya produk brownies dan pisang bolen. Namun pengembangan varian soes menjadi prioritas utama, tercatat saat ini sudah ada 12 varian rasa diantaranya soes ragut, soes keju, soes strawberry, soes durian, soes fla dan lain-lain.

Senada dengan Deni, Vicky pun melihat potensi pengembangan produk bakery tradisional Indonesia untuk saat ini banyak sekali, sehingga persaingan semakin ketat. Primarasa sendiri selalu berusaha menjadi semakin baik dengan harga yang terjangkau. Termasuk melakukan inovasi dalam mengembangkan perpaduan resep tradisional dengan pengolahan modern. Contohnya adalah produk-produk seperti bolu ketan item, brownies kukus ketan item basah, lapis philipine, picnic roll, brownies panggang. Kemudian produk kue bolen dengan varian rasa pisang bolen, tape bolen, durian dan lain-lain.

 

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....