Bisnis Segar “Si Putih” ala Cimory



Berawal dari kegemaran membeli susu segar di daerah Cisarua Bogor Jawa Barat, lalu tertarik untuk membangkitkan peternakan sapi perah di daerah tersebut. Akhirnya membuat Bambang Sutantio tertarik terjun di bisnis pengolahan susu yang bisa dikatakan dunia baru baginya. Kini, bisnis ini terus berkembang hingga yang paling terkenal sekarang ini adalah restoran.

Perlahan tapi pasti dengan kehadirannya dalam bisnis susu ini tentu saja menjadi nilai lebih bagi para peternak yang menjadi mitra perusahaannya. Bagaimana tidak berkat kesabaran Pimpinan PT Cisarua Mountain Dairy untuk membimbing para peternak yang menjadi anggota koperasi di Cisarua ini, akhirnya para peternak di Cisarua bisa menghasilkan susu segar dengan kualitas yang baik dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Salah satu strategi yang diterapkan oleh Bambang kepada para peternak supaya termotivasi untuk menghasilkan susu yang berkualitas adalah dengan cara membeli susu di petani dengan harga 10% di atas harga pasar susu selama ini.

“ Pada waktu mulai adanya kerja sama peternak dengan kita kalau di kategorikan A sampai D, maka mereka rata-rata gradenya C,D. Otomatis bayarannya kan rendah. Tapi kita pacu dengan pembelian lebih dari 10% di atas harga yang ada,” Kata Bambang.

Konsep ini diharapkan supaya para peternak dengan nilai 10% nya bisa membeli pakan yang pantas bagi sapinya dan akhirnya bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas. Untuk membuktikannya pernah dilakukan testimonial kecil kepada beberapa peternak. Menurut mereka sebelum melakukan penjualan susu ke Cimory susu yang dihasilkannya adalah 8 liter/sapi, tapi sekarang bisa mencapai 14-15 liter/sapi.

Perusahaan yang berdiri pada 2006 dan berlokasi di daerah sejuk Puncak, Jawa Barat ini, sekarang mampu mengolah 8.000 liter susu dan langsung diolah menjadi produk unggulan. Produk unggulannya adalah fresh milk dan aneka produk yoghurt yang terbuat 100% dari fresh milk. Produk yang ditawarkan, tidak jauh berbeda dengan produk susu yang lain. Bahkan kalau dilihat dari penampilannya cukup sederhana karena aneka produknya dikemas dengan menggunakan botol plastik.

Kenapa produk yang baru hadir di pasaran ini mampu menjadi magnet kuat untuk masyarakat tertarik membelinya? Menurut Bambang, jawabannya adalah karena saat ini masyarakat di Indonesia mulai gemar untuk meminum ’fresh milk’. Ditambah lagi bahan baku yang digunakannya adalah 100% susu segar yang berasal dari para mitra peternaknya selama ini yang langsung memerah pada saat hari itu pula.

Cimory juga berani menawarkan produk dengan harga yang cukup terjangkau bagi semua kalangan. Lihat saja susu segarnya setiap botol dengan berat isinya mencapai 820 ml di jual di pasaran dengan harga
Rp 13000- Rp 14000. Sementara Yoghurt dengan berat isinya 250 ml dijual dengan harga Rp 4000-Rp 5000.

Melihat kesuksesan Cimory dalam menyosialiasikan minuman putih dan segar ini, ternyata menurutnya, tidak mudah menekuni bisnis susu segar. Makanya tak banyak perusahaan yang berminat terjun di industri ini. Pasalnya, susu segar harus disimpan pada suhu maksimum 40C. Masa kedaluwarsa juga terbatas, paling lama 12 hari. Itu pun dengan catatan harus selalu tersimpan dalam suhu yang telah ditentukan, dan dalam kondisi bersih dengan botol tertutup. Apabila proses pendinginan tidak konsisten membuat kualitas dan masa kedaluwarsa berkurang.

Melihat begitu rentannya susu segar menjadi basi akibat sempitnya waktu kadaluarsa, Cimory akhirnya membuat strategi dengan mengolah susu selain menjadi yoghurt, juga membuat keju dan roti yang berbahan baku susu segar yang mereka miliki.

Memanfaatkan strategisnya tempat Cimory, Bambang pun membangun Cimory Resto. resto itu menghidangkan aneka makanan dan minuman yang produk dasarnya berasal dari sosis, nugget, Rollado, smoked beef, susu segar dan yoghurt produksi dari perusahaannya yaitu PT Macroprima Panganutama dan PT Cisarua Mountain Dairy. Tidak mengherankan jika masyarakat jika mendengar kata Cimory identik dengan restoran dan fresh milknya. K-10

 

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...