Fenomena Ice Cream Yoghurt



Yoghurt sudah lama dikenal oleh masyarakat dunia sebagai salah satu produk yang bahan baku utamanya adalah susu. Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai yoghurt dan hasilnya menunjukkan banyak kelebihan dan khasiat yang didapatkan bagi mereka yang mengonsumsinya.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi yoghurt bisa mencegah kanker saluran pencernaan, serlain itu yogurt mengandung bakteri seperti Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Termophilus dapat memperbaiki keseimbangan saluran pencernaan dan menjauhkan dari kuman – kuman penyebab penyakit pada pencernaan. Selain itu yogurt juga dapat dikonsumsi anak setelah usia setahun sebagai sumber protein, kalsium, dan fosfor tinggi.

Sebagian pengamat bisnis berpendapat bahwa yogurt kini dapat dihubungkan dengan gaya hidup (lifestyle), lengkap dengan berbagai variasi yang ditawarkan oleh para pelaku bisnisnya. Hal ini disebabkan selain mencari kenikmatan ketika mengkonsumsi yoghurt, konsumen juga bisa mendapatkan kesehatan dan atmosfir nyaman saat menyantap di tempat tersebut.

Beberapa pelaku bisnis di Indonesia sudah menawarkan yoghurt sebagai konsep lifestyle. Kafe dan restoran dalam menu minumannya mencantumkan yoghurt dengan berbagai macam penyajian sebagai salah satu produk unggulannya. Salah satunya adalah Cimory. Selain laris dalam menjual yoghurt di berbagai retail yang ada di beberapa kota besar, mereka juga menjualnya di restoran mereka sendiri yang bernama resto Cimory.

J.CO yang dikenal sebagai pemain di produk bakery khususnya donat, sejak awal 2009 juga akhirnya tertarik mengeluarkan produk yoghurt yang bernama J.COOL Yogurt. Menurut Indriana Listia Marketing Communications Manager J.CO Donuts & Coffee, walaupun berbahan dasar yogurt, produknya tidak terlalu terasa asam sehingga aman bagi lambung dan cocok untuk dikonsumsi bagi semua orang.

Ada juga pemain yang sejak awal memang didirikan untuk menjual khusus produk yoghurt. Salah satunya adalah Sour Sally. Bisnis yang didirikan oleh Donny Pramono ini memang kini menjadi salah satu ikon dalam produk yoghurt di ibukota sejak satu tahun terakhir.
Menurut Marcus Kandou Public Relation Sour Sally menjelaskan bahwa yoghurtnya ditawarkan
cita rasa yang berbeda dengan yogurt pada umumnya. Belajar dari riset pasar bahwa masyarakat Indonesia belum terlalu familiar dengan yogurt, Sour Sally meramu produknya menjadi yogurt yang tidak ‘berat’ dan tidak membuat ‘eneg’ atau sebaliknya terlalu ‘kecut’ sehingga mudah tertolak oleh lidah.

 

Makanya tidak mengherankan ketika mengonsumsinya akan ditemui rasa menyegarkan, percampuran antara asam dan manis, ringan, serta tidak meninggalkan sisa rasa di tenggorokan sehingga betul-betul membuat ketagihan.

J.Co dan Sour Sally memang menawarkan yoghurt yang hampir sama. Keduanya juga mengklaim bahwa produknya 100% fat free. Hal ini tentu saja menjadi pilihan yang menggiurkan bagi konsumen yang menghindari masalah kegemukan. Yang dijual oleh keduanya adalah frozen yoghurt (bukan yoghurt cair).

Keduanya juga memberikan kepuasan sendiri bagi konsumennya, karena yoghurtnya juga ditawarkan dengan beberapa fresh topping dari buah-buah seperti strawberry, kiwi, peach, cherry, mangga ataupun beberapa jenis topping yang unik lainnya seperti almonds, caviar chocolate, crunchy-crunchy, nata de coco dan oreo. Memang di antara mereka ada salah satunya ada beberapa topping yang berbeda.

“Rasa yogurt bisa berubah-ubah sesuai campuran toppingnya. Seperti layaknya makanan pokok, yogurt adalah nasi dan topping adalah lauk pauknya. Sedemikian banyak kombinasi topping yang bisa dinikmati sehingga Sour Sally menjadi sesuatu yang personal, tergantung dari kesukaan. Karena kandungannya yang tidak bebas lemak, siapa pun bisa bebas tambah lagi dan tambah lagi tanpa perlu khawatir atau merasa bersalah,” tambah Marcus. Keinginan J.Co dan Sour Sally untuk menghadirkan yoghurt sebagai makanan alternatif khususnya bagi segmen kawula muda yang menjadi target utama mereka, dalam melakukan aktivitasnya bukanlah persoalan yang mudah diwujudkan. Oleh karena itu diperlukan berbagai strategi untuk meyakinkan konsumen agar tertarik dengan konsep yang ditawarkan.

Di antara strategi untuk menjadikan tempatnya nyaman dan betah buat pengunjung selain memanjakan lewat produk, mereka juga menyediakan fasilitas untuk free wi-fi internet connection dan cool music ambience. Konsep gerai yang unik dan lain daripada yang lain.

Meskipun produk yang ditawarkannya sama, J.Co dan Sour Sally tidak merasa bersaing dalam merebut pangsa pasar yang ada. Keduanya justru mempunyai keyakinan mempunyai konsumen tersendiri sesuai dengan kecocokan rasa yang ditawarkan mereka. Peluang pasar di Indonesia masih terbuka lebar, makanya bisnis ini juga menjadi terbuka bagi puluhan pemain lain yang terjun di bisnis ini. K-10

 

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...