Alternatif dalam Menyajikan Makanan Sehat



Sebagian besar masyarakat berpikir bahwa hidup sehat itu begitu rumit. Karena banyak aturan yang harus ditaati dan pantangan yang dihindari.

Melihat kerumitan ini, akhirnya banyak yang mengesampingkan pola hidup sehat. Maklum saja, setiap harinya banyak hal yang harus dipikirkan untuk kegiatan rutinitas sehari-hari sehingga membuat seakan tidak memiliki waktu lagi untuk memikirkan hal berhubungan dengan pola hidup sehat.

Tapi tahukah? mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat sebenarnya tidak begitu menyita waktu dan tidak pula membosankan. Menjadi sehat itu ternyata mudah dan menyenangkan. Menurut William Wongso, seorang pakar kuliner ternama Indonesia ini dikenal dengan inovasi cita-rasa di dalam setiap masakannya, setiap orang bisa memulai hidup sehat dimulai dengan mengkonsumsi makanan sehat.

Namun tidak semua orang bisa mendapatkan makanan sehat dengan mudah. Hal ini bisa jadi karena kurang benar dalam memasaknya. Oleh karena itu menurut pemilik Vineth Bakery dan William Kafe Artistik ini, sangat penting juga untuk mengetahui cara pengolahan makanan yang benar.

Juru masak dalam proses menghasilkan makanan ada berbagai macam cara yang digunakan seperti; ada yang menggoreng, merebus hingga memanggang. Tapi dari ketiga cara ini, menggoreng adalah cara lebih sering dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Tentu saja jika berbicara menggoreng makanan selain mentega dan margarin, minyak goreng juga digunakan dalam memasak.

Banyak informasi yang menjelaskan minyak goreng yang berasal dari nabati adalah minyak goreng telah lama dipromosikan sebagai “jantung sehat. Salah satu keunggulannya adalah karena minyak ini tidak mengandung kolesterol. Ada beberapa jenis nabati yang sering digunakan untuk menjadi bahan baku utama minyak goreng. Misalnya kelapa sawit, jagung, dan kedelai. Selain mudah dijumpai, jenis minyak nabati ini juga harganya murah.

Akibat dari mudah diperoleh dan murah harganya, terkadang dalam menggunakannya ketika menggoreng sesuatu terkesan boros. Akhirnya selain aneka jenis bahan baku, minyak goreng juga turut dimakan. Selain terkesan berlebihan, ada juga yang terkesan hemat, sehingga berpotensi untuk mengganggu kesehatan yaitu dengan cara menggunakan minyak goreng lebih dari 3 kali bahkan lebih. Kalau hal ini dibiarkan maka akan menyebabkan hadirnya penyakit mulai dari diabetes melitus, stroke, penyakit kardiovaskular, hingga kanker.

Namun, menurut William Wongso, bagi mereka yang merasa memerlukan sedikit minyak untuk dalam memasak, maka ada alternatif lain dari beberapa minyak yang bisa digunakan dan lebih menyehatkan. Memang harganya jauh lebih mahal dibandingkan minyak yang berasal dari kelapa sawit dan jagung.

Salah satu minyak yang ditawarkan dan sebenarnya sudah dikenal sejak zaman dahulu ini adalah minyak zaitun (olive oil). Dari namanya saja sudah tergambarkan bahwa minyak ini diolah dari buah zaitun. Minyak ini direkomendasikan oleh seluruh juru masak di dunia dan merupakan minyak yang sangat baik untuk kesehatan. Menurut beberapa publikasi, minyak zaitun mempunyai kelebihan yaitu memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) yang tinggi dan dapat mengurangi kadar kolesterol di dalam tubuh kita. Selain itu, minyak zaitun juga bisa menambah rasa lezat makanan karena citarasa khas dan unik yang dihasilkan.

Seperti memasak makanan-makanan kesukaan sebagian masyarakat kita yaitu nasi goreng, makanan khas Indonesia yang satu ini, rasanya enak dan gurih, aromanya yang menggiurkan selera, dan warnanya yang memikat, tentulah menggoda untuk mencoba lagi. Tetapi, dari kepuasan memakan makanan kesukaan tersebut, bukankah lebih baik lagi bila makanan yang dimakan berguna dan sehat untuk kesehatan tubuh? selamat mencoba menggunakan minyak zaitun. K-10

 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...