Susu dan Chef



Beberapa tahun terakhir permintaan produk susu dunia semakin meningkat. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya karena konsumen mulai melirik untuk membeli produk yang memiliki nilai lebih untuk kesehatan. Aneka produk pangan berbahan baku susu adalah pilihan utama yang diminati.

Produsen pangan ternyata menangkap tanggapan positif peluang tersebut, beragam kreasi dan inovasi pun digunakan untuk menghasilkan beragam produk fungsional ini. Hasilnya kini konsumen bisa merasakan manfaat dari susu, tidak hanya sebagai minuman semata.

Selain dikonsumsi langsung, ternyata produk susu juga sudah sejak lama sudah dijadikan sebagai salah satu bahan utama oleh para baker dan chef untuk menghasilkan aneka produk pangan yang begitu menarik dan menggoda. Beragam resep yang menggunakan mentega, keju dan yoghurt kini dengan mudahnya ditemukan di berbagai hotel, restoran, kafe, hingga toko kue.

Benarkah mereka menggunakan produk susu? Hal yang pertama kali dilakukan sesudah memanaskan wajan adalah memasukkan mentega dan membiarkannya menjadi cair untuk digunakan sebagai pengganti minyak goreng. Selain mudah digunakan mentega juga langsung memberikan rasa yang gurih pada masakan tersebut. Tidak mengherankan jika kini para chef menggunakan butter dalam aneka masakan sayur-sayurannya.

Sementara itu untuk seorang baker, apabila mereka membuat kue, brownies, cookies, pie, tiramisu dan sebagainya tentu saja membutuhkan mentega sebagai salah satu bahan utama. Selain itu susu dan aneka jenis keju juga bahan yang tidak bisa dipisahkan dalam resep.

Menurut Chief Marketing Officer PT Yummy Food Utama, Faisal Husein, perusahaannya selama ini sangat yakin jika baker dan chef dalam menghasilkan resep masakannya pasti menggunakan dairy products. “ 90% konsumen perusahaan ini adalah hotel dan restoran,” kata Faisal.

Fenomena ini merupakan prospek bisnisyang sangat besar. Makanya tidak mengherankan mulai muncul industri besar hingga industri rumah tangga yang menawarkan produk berbasis susu.

Menurut Faisal, produk susu dari segi pemasaran dan penjualannya yang paling diminati adalah yoghurt. Berbagai klaim yang menyebutkan berbagai khasiat yoghurt seakan merangsang konsumen ingin mengkonsumsinya. “Pada mulanya yoghurt yang diproduksi Yummy masih terbatas untuk hotel, kafe, dan restoran, namun kami sekarang melihat permintaan dari konsumen secara langsung juga sangat besar,” katanya.

Konsumen sendiri sekarang bisa dengan mudah mendapatkannya. Selain yoghurt ada juga outlet yang dirancang khusus hanya menjual aneka produk yang bahan bakunya yoghurt.
Elfa Hermawan

 

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...