Frozen Food, Tawarkan Aneka Produk



Masakan yang diolah dari bahan-bahan yang segar masih jadi idola bagi sebagian besar konsumen baik di dunia maupun di Indonesia. Namun seiring dengan semakin padatnya kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya, menuntut mereka harus berpikir untuk mendapatkan masakan yang praktis dimasak. Salah satu produk yang ditawarkan oleh industri pangan adalah makanan beku (frozen food).

F rozen food hadir untuk memberikan kepraktisan bagi konsumennya, karena biasanya produk-produk ini tinggal dihangatkan saja beberapa menit sesudah itu langsung dapat dikonsumsi. Perlahan tapi pasti, konsumen mulai mengenal dan merasakan berbagai produk frozen food. Bagaimana tidak tergoda, produk-produknya hadir sedemikian rupa sehingga bisa dipakai untuk sarapan, makan siang, makan malam hingga hidangan penutup.

Frozen food dibuat melalui serangkaian proses sehingga makanan bisa bertahan dalam beberapa waktu tanpa mengubah cita rasa makanan tersebut. Selain itu, yang menarik adalah meskipun dibuat dengan pembekuan lebih dulu, pada dasarnya produk ini tidak akan kehilangan banyak zat gizi. Pada prosesnya, pembekuan dilakukan setelah makanan masak (precooked atau fullycooked).

Jika diklasifikasikan berdasarkan bahan bakunya, produk frozen food yang beredar bisa dibagi menjadi enam kelas, yaitu berbahan seafood, daging, tepung, sayur-sayuran, tahu dan keju. Berikut beberapa makanan beku yang sering ditemui di berbagai pasar mulai dari pizza, roti, sayuran beku (misal buncis, jagung manis, wortel, broccoli), fried potatoe, buah-buahan beku (misal strowberi), ikan/seafood, bakso, tofu, keju, hingga nugget dan bakso (ayam, ikan).

Melihat banyaknya permintaan, produsen dengan inovasinya membuat beberapa makanan tradisional disajikan sebagai frozen food. Lihat saja pantau sejenis bakpau (PT Belfoods Indonesia), siomay (PT Charoen Pokphand), lapis legit (PT Marizarasa). Kalau untuk makanan asli indonesia sendiri ada ikan bandeng presto, lumpia yang diproduksi oleh beberapa perusahaan di Semarang dan Surabaya, ada juga sate.

Melihat fenomena ini, terdapat peluang pasar yang begitu besar bagi makanan khas lainnya yang bisa ditawarkan untuk konsumen dengan cara dijadikan frozen food. Tidak menutup kemungkinan jika nanti hadir nasi goreng yang tinggal dihangatkan saja. Bahkan berbagai makanan khas lain yang memang begitu banyak dimiliki Indonesia.

Produk Olahan Daging

Para produsen yang membuat produk tersebut tentu saja memiliki target dan segmen yang akan dibidik. Tapi yang kini menjadi idola bagi konsumen frozen food adalah produk olahan daging. Makanya tidak mengherankan jika ditanyakan kepada konsumen tentang produk frozen food, tentu yang akan disebutkan pertama kali adalah produk seperti nugget dan bakso.

Hal ini diakui oleh kedua pimpinan perusahaan yang memproduksi berbagai frozen food yaitu Vice President PT Japfa Santori Indonesia Roy Heru Wibowo dan General Manager PT Belfoods Indonesia Nurjamil Yahya.

Menjadi idola karena sejak kehadirannya konsumen mempunyai alasan karena produk ini bisa dijadikan makanan yang mampu memenuhi kebutuhan protein baginya maupun keluarganya. Selain itu harga yang ditawarkan pun relatif murah jika dibandingkan harus membeli daging fresh.

Sebenarnya pasar produk olahan daging ini masih terbuka lebar di berbagai daerah khususnya konsumen di luar Jawa yang belum banyak tersentuh oleh produk-produk ini. karena selama ini distribusi yang dilakukan oleh produsen lebih banyak berorientasi di Jawa dan Bali saja. Akibatnya, meskipun perkembangan permintaan produk ini bisa dikatakan meningkat, tapi pada persaingan di pasar begitu ketat. Bagitu yang dirasakan industri makanan beku ini. Hal ini tentu memaksa produsen untuk memutar otak mencari jalan untuk menciptakan merek yang dapat diterima pasar.

Bagi So Good (PT Japfa Santori Indonesia) dan Delfarm (PT Belfoods Indonesia) hadirnya produk frozen food berbasis daging dengan beragam merek ini merupakan hal positif yang memacu usaha produsen untuk selalu memberikan kualitas yang terbaik bagi konsumen. Dengan banyaknya merek maka konsumen dididik untuk lebih selektif dalam mengkonsumsi produk yang ada. Konsumen akan semakin merasa pentingnya frozen food yang tetap mengutamakan kesehatan dan kualitas serta nutrisi dengan menjamin kesegaran dan kelezatan produk tersebut.

? Dengan persaingan juga memacu kreatifitas dalam menetapkan strategi untuk menciptakan inovasi-inovasi baik dari sudut produk ataupun sistem komunikasi yang dilakukan perusahaan tersebut,? lanjut Roy. Selamat merasakan nikmatnya produk frozen foods. Elfa Hermawa

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...