Bumbu Instan & Kebangkitan Kuliner Indonesia




Pengembangan kuliner yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa ini di berbagai hotel, restoran dan kafe (horeka) di Indonesia harus ditekuni lebih dalam lagi.

Hal ini disebabkan horeka merupakan salah satu bisnis yang mampu memberikan dampak yang sangat besar bagi pencitraan akan kekayaan kuliner bangsa ini. Bagaimana tidak, lewat kuliner, wisatawan bisa memiliki kenangan tersendiri terhadap daerah-daerah yang pernah mereka kunjungi.

Perkembangan bisnis kuliner di Indonesia khususnya di Jakarta, terlihat sangat maju, bahkan sudah hampir menyamai perkembangan kuliner di negara-negara maju seperti di USA, Perancis, Australia, Jepang, Thailand dan Inggris. Kemajuan itu terlihat baik dalam hal penampilan maupun keanekaragaman jenis masakannya. President PT Ikafood Putramas Maudy Ratna Winata menjelaskan, salah satu indikator kemajuan bisnis kuliner yakni tentang cara menyajikan masakan atau minuman dalam tampilan yang bersih dan selaras warna dan bentuknya. Misalnya dalam menyajikan sate ayam, terlihat lebih menarik jika diberi dasar daun pisang dan diberikan sayuran sebagai garnis untuk menunjukkan kekhasan masakan Indonesia.

Demikian pula dalam hal memanggang sate, pemanggangannya harus pas, sehingga tidak mentah di dalamnya ataupun terlalu gosong, sehingga terlihat tidak menggundang selera. ?Salah satu kekurangan restoran atau kafe di Indonesia adalah kurangnya perhatian masalah higiene makanan dan lingkungan. Kebersihan toilet misalnya, pada umumnya di Indonesia kurang mendapat perhatian, yang dapat berdampak menurunkan selera makan konsumen,? katanya.

Memang sekarang ada tren horeka untuk mengembangkan kuliner lokal lewat sajian menu yang ditawarkan, namun jumlahnya masih kalah jika dibandingkan dengan kuliner asing. Lebih jauh lagi, pada umumnya untuk mempertahankan citarasa yang ditawarkan kuliner asing tersebut, maka berbagai macam bumbu dasar yang digunakan harus diimpor dari negara asalnya.

Padahal peluang bisnis untuk mengembangkan kuliner lokal mampu menarik perhatian wisatawan asing. Lebih lanjut lagi, kuliner lokal ini bisa dikembangkan lewat kreatifitas para chef (ahli kuliner) di setiap tempat mereka bekerja. ?Lewat mereka, diharapkan berbagai kuliner khas Indonesia dapat disajikan secara lebih modern dan elegan. Dari segi penampilan juga, bisa ditampilkan secara menarik dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan di negeri ini,? kata Maudy Ratna Winata.

Di sisi lain, berbagai restoran yang menyajikan makanan lokal milik negeri tetangga seperti Thailand, Korea, India, Vietnam dan Jepang yang kini mulai hadir dan di berbagai tempat, dan disambut positif oleh masyarakat. Kehadiran restoran-restoran asing tersebut dapat menjadi tantangan bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan restoran khas daerah, dengan memanfaatkan potensi besar kuliner Indonesia yang sangat beragam. Jika diterima oleh masyarakat tentu memberikan dampak yang lebih luas lagi, akan memberi dampak pula dari segi pariwisata. Restoran dengan kuliner khas lokal akan semakin menarik perhatian para wisatawan asing dan domestik untuk berburu kuliner di berbagai daerah sekaligus menjadi tambahan bagi pendapatan pemerintah daerah setempat. ?Para petani lokal yang menghasilkan bahan baku yang seperti cabai, jahe, kunyit, tomat, bisa bergembira karena komoditas yang dipanen dengan standar tertentu bisa konsisten diserap oleh sektor horeka,? tambah Maudy Winata.

Ia memaparkan, untuk mengembangkan kuliner lokal tersebut saat ini telah didukung oleh keberadaan bumbu-bumbu khas masakan dari berbagai daerah dalam bentuk instan (siap pakai). Keberadaan bumbu instan disambut positif oleh masyarakat, dan akan berkembang terus sesuai kebutuhan zaman, karena bumbu instan memudahkan ibu ? ibu dalam menyajikan aneka masakan dalam waktu singkat. Hal ini didukung pula oleh kecenderungan jaman sekarang dimana di dalam rumah tangga selain suami yang bekerja, istri juga banyak yang bekerja sehingga sebagai ibu rumah tangga hanya memiliki waktu yang sangat terbatas. Waktu untuk memasak menjadi sangat singkat. Selain itu, pria modern atau yang dikenal dengan kalangan metrosexual juga mulai suka masak, sehingga bumbu instan sangat tepat bagi mereka untuk melaksanakan hobi memasaknya. Jadi tidaklah mengherankan kalau kebutuhan bumbu instan ini akan semakin meningkat pula.

Selain untuk memenuhi kebutuhan ibu rumah tangga, bumbu instan juga bermanfaat bagi para chef, karena bumbu instan dapat mempersingkat waktu meyiapkan menu dengan rasa lebih konsisten. Para chef dapat dengan mudah menghitung biaya dengan lebih akurat.

Saat ini di pasaran sudah tersedia produk bumbu praktis yang memudahkan para ahli kuliner untuk mendapatkan bumbu-bumbu dasar yang biasa mereka gunakan. Bumbu instan yang kini tersedia di pasaran seperti bumbu rendang, nasi goreng, soto betawi, dan ayam bakar, ataupun bumbu-bumbu inti, ditawarkan baik dalam bentuk kering maupun basah.

Dengan bumbu praktis ini, para ahli kuliner dapat lebih kreatif dalam menciptakan menu-menu baru khas Indonesia ataupun aneka menu hasil perpaduan masakan Indonesia dan Eropa (fusion). Menu hasil gabungan ini akan menjadi menu baru dengan nama masakan yang baru juga, yang memiliki penggemar tersendiri di masyarakat. Elfa Hermawan

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...