Chocolate School Pertama di Indonesia



 

Tingkat konsumsi cokelat di Indonesia masih rendah, yakni sekitar 0,7 kg/tahun. Namun, dalam perkembangannya, pertumbuhan konsumsi cokelat di Indonesia tergolong tinggi – yakni 15-20% setahun. “Saat ini Indonesia merupakan negara penghasil cokelat nomor 3 di dunia,” ujar Louis Tanuhadi, TULIP Ambassador beberapa waktu lalu. Mengingat potensi yang sangat besar tersebut, Indonesia membutuhkan ahli dan professional percokelatan lebih banyak.

Berkenaan dengan hal tersebut, pada 28 Januari lalu TULIP Chocolate membuka sekolah cokelat pertama di Indonesia. Menurut principal chocolate school, Christina M. Erawati, peserta pendidikan chocolate school akan diajarkan mengenai basic handling dalam mengolah cokelat, “seperti mencacah, tempering, dan sebagainya,” kata Christina. Diharapkan, dengan adanya chocolate school tersebut, bisnis cokelat di Indonesia lebih berkembang. “Dan masyarakat bisa membedakan antara real chocolate dan chocolate compound,” tambah Louis. K-09

Artikel Lainnya