Tradisional di Zaman Modern



 

Bertahan dengan konsep traditional bakery di lautan modernisasi tak membuat toko roti ini tenggelam.

Traditional bakery, mungkin kata itu yang pas menggambarkan Bogor Permai Bakery and Resto, dibandingkan bakery-bakery baru yang kini tumbuh menjamur. Toko roti yang menjual tidak hanya produk bakery ini, sangat familiar bagi warga Bogor. Homemade bakery dengan kapasitas produksi hingga 3000 pieces roti per hari ini, yakin dapat bertahan dan bersaing di antara serbuan bakery modern.

Mengawali usahanya dari mendirikan tempat peristirahatan dan penyedia toilet umum bagi pengendara yang menempuh perjalanan Sukabumi, Puncak, Bandung, Cianjur -sebelum ada tol Jagorawi- pasangan suami istri Purbojo, membuka toko roti seadanya untuk para pelancong tersebut. Permintaan yang makin banyak membuat pasangan ini semakin fokus dengan usahanya, dan untuk itu sejak tahun 1963 dibukalah gerai roti pertama mereka di Jalan Jend. Sudirman No. 23 A untuk menampung banyaknya jumlah pengunjung yang datang. Fokus awal usaha mereka sebenarnya adalah menjual jajanan pasar yang dibuat sendiri oleh sang istri, seperti kue talam dan klepon yang wajib ada dan masih dijual di Bogor Permai Bakery and Resto hingga saat ini.

“Bakery sebagai salah satu makanan menyehatkan masih menjadi tren kedepannya,” ujar Enrico Purbojo, penerus bisnis Bogor Permai Bakery and Resto, yang merupakan generasi ke-3 dari pasangan alm. Budianto dan Harjati Purbojo yang didaulat untuk mengelola bakery legendaris ini. Proses pembuatan bakery di tempat ini hampir 90% dikerjakan secara manual, mulai dari mixing hingga pengemasan. Metode pembuatannya sangat sedehana, bahan-bahan utama meliputi terigu, telur ayam kampung, air, ragi, mentega, susu, gula dan garam dicampur dalam mixer dan di mixing kurang lebih sekitar 20 menit. Setelah itu ditimbang kemudian dilakukan penyeragaman bentuk (molding) dan terakhir, filling atau proses pemberian bahan isi. Proses fermentasi dilakukan setelah adonan di-filling. Tujuannya untuk menyiasati kapasitas produksi yang semakin besar dan untuk efesiensi waktu dan tempat. Ingridien yang digunakan bebas bahan pengawet. Itulah klaim yang diberikan oleh Bogor Permai Bakery and Resto.

Toko yang membuka gerainya pukul 6 pagi ini, memiliki kurang lebih 150 item produk yang terbagi menjadi kue tradisional, roti modern, roti tradisional, dan cake. Harga yang ditawarkan. Harga-harga yang dipatok memang tidak terbilang murah, tetapi untuk kualitas yang dimiliki, rasanya harga tersebut cukup sebanding. Kue-kue tradisional (basah) di bandrol dengan harga mulai
Rp 2.000 hingga Rp 3.000, dan Rp 3.000 hingga Rp 23.000 untuk produk bakery atau roti manisnya. Hingga sekarang Bogor Permai Bakery and Resto memiliki 9 outlet dan rencana akan melakukan ekspansi ke luar Bogor, terutama ke daerah Jakarta dan sekitarnya.
Bogor Permai Bakery masih mempertahankan ciri khasnya dalam memproduksi roti-roti tradisional hingga kini. Mereka tetap memproduksi roti gambang, roti tapal kuda, dan roti keset yang masih banyak dicari orang. Cita rasa yang disajikanpun sama seperti 40 tahun lalu, karena roti-roti tersebut diproduksi oleh baker yang sejak 40 tahun silam bekerja untuk Bogor Permai Bakery and Resto. Sistem penjualan door to door juga masih dilakukan oleh Bogor Permai, sudah ada 8 gerobak yang siap keliling membawa roti-roti segar Bogor Permai untuk dijajakan pada para pelanggannya.

Penggunaan bahan-bahan yang berkualitas merupakan salah satu cara yang dilakukan Bogor Permai untuk menjaga mutu, orisinalitas rasa dan bentuk produknya. Kehigienisan juga sangat diperhatikan, terutama untuk produksi kue-kue basah yang umur produknya tidak lama. “Konsumen kue basah justru lebih banyak dari kalangan menengah ke atas dan orang-orang kantoran yang sengaja mampir ke sini setelah pulang kerja. Bahkan orang nomer satu di Indonesia, sering memesan kue-kue basah di toko kami karena kehigienisan dan rasanya yang tidak berubah. “Ujar Venny Cahyuni marketing dan koordinator divisi outlet Bogor Permai. Hanya sekitar 5%-10% roti yang tidak terjual setiap harinya. “Roti-roti tersebut tidak kami jual kembali keesokan harinya. Roti yang tidak terjual itu kami bagikan ke karyawan atau ke panti asuhan hari itu juga.” Kata Enrico.

Berbagai inovasi akan terus dilakukan oleh Bogor Permai untuk menjawab tantangan di industri bakery yang semakin ramai. Produk yang banyak diminati konsumen hingga kini yaitu roti manis dan kue-kue basah. Bakery modern seperti roti gandum (Brown Bread-nama jualnya) sudah tersedia di toko ini sejak generasi pertama. Bahan baku gandum utuhnya dibeli dari suplier dan proses produksi tidak berbeda dengan roti putih, peminatnya 10-15% setiap harinya. Bogor Permai kini harus menambah kapasitas produksinya untuk memanjakan lidah para pelanggan yang semakin bertambah tiap harinya. “Karena yang bermain dengan konsep bakery tradisional hanya sedikit, jadi kami kira, produk kami mampu bersaing dengan bakery modern lainnya. Konsumen akan ‘kangen’ dengan hal-hal yang jadul (Jaman dulu-red), dan sekarang kami masih menyajikan sesuatu yang jadul itu, dan banyak dicari orang.” Ujar Enrico. K-12

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...