Kiat Menjaga Tamu Tetap Nyaman



 

Semua pemangku jabatan dan yang berkepentingan di hotel secara bersama harus dapat membangun citra positif hotel bagi tamunya.

Sidiq Kadarsyah, Public Relation Manager salah satu hotel berbintang di daerah Kramat ini menyebutkan bahwa berbagai kegiatan promo harus dilakukan dalam hotel untuk dapat menarik tamu sebanyak-banyaknya. Kegiatan promo ini dilakukan dengan melibatkan seluruh karyawan hotel, dengan tetap menjalin kerjasama dengan pihak-pihak luar yang berkepentingan. Seluruh divisi dalam hotel seperti kitchen, housekeeping, food and beverage, humas, dan lainnya memegang peranan penting dalam meyukseskan promo yang diadakan.

Menurut Alberto Sibuea eksekutif chef di The Acacia, supaya tamu tidak bosan dengan sajiannya, Alberto dan tim selalu me-rolling menu-menu yang akan disajikan. Chef yang sangat menguasai western food ini lebih senang mempopulerkan masakan nusantara, lebih banyak ragamnya dan lebih menyehatkan ujarnya. Varian menu untuk buffet juga selalu digantinya setiap tiga bulan sekali dengan tambahan menu promo yang berbeda setiap bulan. Kreatifitas, ide-ide menarik dalam hal penyajian menu juga harus diperhatikan. Tingkat kepercayaan tamu terhadap hotel akan menu yang akan disantapnya sangat penting, untuk itu standar mutu harus dijalankan dalam divisinya, sanitasi dan higieni dalam bekerja juga harus diperhatikan untuk dapat menghasilkan menu yang aman, sehat, dan layak untuk disajikan.

Menurut Alberto, tidak mudah menerapkan suatu standar sanitasi yang sesuai dengan standar yang telah ada -seperti HACCP, misalnya-. Tiga masalah sanitasi yang utama menurutnya yaitu rinse, wash, dan sanitize. Ketiganya jika diartikan mungkin sangat sederhana, rendam kemudian cuci dan terakhir yaitu mensanitasi bahan/alat, tetapi dalam penerapannya mungkin banyak sekali hambatannya. Standar lain misalnya, dalam penggunaan cutting board, cutting board warna putih biasanya digunakan untuk makanan yang sudah matang, hijau digunakan untuk alas memotong sayuran, warna kuning diperuntukkan memotong ayam, cutting board berwarna biru untuk memotong ikan, merah untuk memotong daging, dan cutting board berwarna abu-abu atau coklat untuk memotong makanan yang tidak halal. Aturan atau standar tersebut sudah diberlakukan di hotel-hotel di luar Indonesia, tetapi di Indonesia masih dalam tahap adaptasi untuk penerapannya. Air yang digunakan dalam segala proses yang berkaitan dengan penyiapan menu juga harus disesuaikan standar klorinnya -misalnya-, harus tepat kandungan ppm-nya agar tidak berbahaya dalam penggunaannya. Semua SDM baik yang terlibat langsung di-kitchen maupun yang tidak harus dapat melaksanakannya. Alberto secara perlahan mulai menerapkan SOP (Standard Operational Procedure) dalam segala hal yang berkaitan dengan masak-memasak dalam divisinya, supaya semua proses berjalan sama dan teratur.

Menurut Alberto, tidak mudah menerapkan suatu standar sanitasi yang sesuai dengan standar yang telah ada -seperti HACCP, misalnya-. Tiga masalah sanitasi yang utama menurutnya yaitu rinse, wash, dan sanitize. Ketiganya jika diartikan mungkin sangat sederhana, rendam kemudian cuci dan terakhir yaitu mensanitasi bahan/alat, tetapi dalam penerapannya mungkin banyak sekali hambatannya. Standar lain misalnya, dalam penggunaan cutting board, cutting board warna putih biasanya digunakan untuk makanan yang sudah matang, hijau digunakan untuk alas memotong sayuran, warna kuning diperuntukkan memotong ayam, cutting board berwarna biru untuk memotong ikan, merah untuk memotong daging, dan cutting board berwarna abu-abu atau coklat untuk memotong makanan yang tidak halal. Aturan atau standar tersebut sudah diberlakukan di hotel-hotel di luar Indonesia, tetapi di Indonesia masih dalam tahap adaptasi untuk penerapannya. Air yang digunakan dalam segala proses yang berkaitan dengan penyiapan menu juga harus disesuaikan standar klorinnya -misalnya-, harus tepat kandungan ppm-nya agar tidak berbahaya dalam penggunaannya. Semua SDM baik yang terlibat langsung di-kitchen maupun yang tidak harus dapat melaksanakannya. Alberto secara perlahan mulai menerapkan SOP (Standard Operational Procedure) dalam segala hal yang berkaitan dengan masak-memasak dalam divisinya, supaya semua proses berjalan sama dan teratur.

Chef menurut Alberto tidak hanya jago memasak, tetapi juga harus paham tentang produk yang dibuat, quality control dari produknya, biaya produksi, psikologi dari anak buahnya, serta tren menu yang sedang digemari saat ini. Seperti misalnya, tren healthy bakery yang kini sedang melanda dunia bakery Indonesia, membuat Alberto dan tim juga berlomba-lomba menciptakan roti untuk kesehatan tersebut, misalnya green tea bread yang baru saja dibuat oleh Chef Slamet, salah satu pastry chef andalan Alberto. Bakery dan cake dengan menggunakan tambahan bahan baku lokal, seperti ubi, ketan hitam, labu atau lainnya sudah banyak dihasilkan oleh Alberto dan Tim untuk mempopulerkan bahan baku dalam negeri yang sangat potensial untuk diaplikasikan pada produk bakery modern. K-12

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...