Nata De Coco Si Chewy yang Kaya Serat



Nata berasal dari kata Natare yang artinya terapung-apung. Ya.. makanan berwarna putih dan kenyal ini memang selalu tampak terapung dalam segelas minuman es buah atau es campur segar

Nata de coco dikenal di Indonesia pada tahun 1973 dan mulai beredar luas di pasaran pada tahun 1981. Pada perkembangannya, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor nata de coco terutama dengan tujuan negara non tropis.

Bahan baku nata de coco yang bisa digunakan adalah air kelapa atau santan kelapa. Pengolahan nata de coco menggunakan santan kelapa masih jarang dilakukan jika dibandingkan dengan air kelapa, padahal tahapan proses yang dilakukan serupa. Keunggulan dari nata de coco dari santan adalah teksturnya yang lebih kenyal (tidak alot) dan warnanya yang putih transparan, sehingga tidak harus memakai bahan pemutih dalam prosesnya.

Hingga saat ini, variasi pengolahan nata baru sebatas pada variasi bentuk potongan nata, penggunaan flavor serta pewarna yang digunakan pada nata kemasan. Nata dengan rasa vanila, stroberi, lychee, jeruk, jambu biji, nanas, dan lain-lain sangat mudah ditemukan di pasaran. Nata de coco biasanya dikonsumsi sebagai makanan selingan (kemasan ready to drink) maupun digunakan sebagai bahan campuran untuk aneka makanan, seperti es buah, lemonade, puding, mocktail dan lain-lain. Rasa dan tekstur nata de coco berpadu dengan bahan lainnya –terutama buah, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya nikmat, tetapi juga sehat.

Hal ini karena nata de coco kaya akan serat pangan (selulosa) dan bebas kolesterol. Kandungan serat nata de coco yang terbuat dari santan mencapai 0,8g/100g. Karena kandungan vitamin dan mineral pada nata de coco sangat rendah maka dapat dilakukan tindakan fortifikasi dengan vitamin (niasin, riboflavin, vitamin B1, dan vitamin C) dan mineral (kalsium dan fosfor).

Keunggulan kaya akan serat pangan tersebut membuat nata sangat cocok dikonsumsi oleh siapa saja termasuk anak-anak. Apalagi jika dalam produk nata de coco difortifikasi dengan berbagai vitamin dan mineral yang akan menambah lengkap kandungan gizi makanan tersebut. Sejak kecil, anak-anak harus dibiasakan mengonsumsi makanan kaya serat untuk memenuhi kebutuhan hariannya yaitu 10-14 g serat /1000 Kal. Menu harian cukup serat pada anak sangat baik untuk memelihara kesehatan saluran pencernaannya. Kekurangan serat dapat menyebabkan penyakit sembelit atau konstipasi (susah buang air besar), wasir yang dapat berujung pada penyakit divertikulosis, kanker usus besar, radang apendiks, kencing manis, jantung koroner, dan kegemukan (obesitas).

Ada dua jenis serat yang terdapat pada nata de coco, yakni serat larut air (soluble dietary fiber) dan serat tidak larut (insoluble dietary fiber). Serat larut air memiliki fungsi untuk mengikat air, menangkap karbohidrat, dan memperlambat penyerapan glukosa (sehingga dapat mengatur kadar glukosa darah). Sedangkan serat tidak larut air lebih berfungsi untuk kesehatan saluran pencernaan.

Permintaan sampel dan pemesanan produk INACO untuk HOREKA hubungi: CS INACO di (021) 88349572, (031) 7482666, 0811961728. Marina

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...