Klasifikasi Produk Bakery



Kenali produk bakery asal mancanegara yang beragam dan unik ini !

Jika bicara soal bakery, bukan saja roti yang berada di dalamnya. Pastry, cake dan cookies juga termasuk dalam tipe produk yang di jual di bakery (toko roti). Apabila ditulis dalam sebuah istilah, produk ini disebut sebagai baked goods, yaitu penganan yang terbuat dari bahan utama tepung (biasanya tepung terigu), yang dimasak dengan cara dipanggang.

Di toko-toko roti, penamaan roti, cake, pastry dan cookies ini mungkin saja membuat Anda bingung. Selain mantau, croissant, atau cheesecake yang namanya sudah ‘membumi’, masih banyak ragam produk bakery mancanegara yang terdengar asing!

Baguette
Asal: Perancis
Karakteristik: Bentuk roti ini menyerupai tongkat dengan panjang umumnya sekitar
60 cm. Bagian luarnya renyah namun tetap empuk di dalam.
Penyajian: Selain disajikan sebagai pendamping sup, roti ini juga bisa diberi olesan dan isian, manis atau asin. Salah satu yang populer adalah disajikan sebagai garlic bread.

Bagel
Asal: Eropa Tengah
Karakteristik: Bentuknya bulat dengan lubang di bagian tengah (seperti donut). Teksturnya padat dan kenyal, dengan warna cokelat mengilap. Selain polos, ada juga bagel yang bagian permukaannya ditaburi biji poppy, wijen atau garam kasar.
Penyajian: Disantap langsung atau sebagai sandwich dengan berbagai varian isi.

Ciabatta
Asal: Italia
Karakteristik: Bentuk roti ciabatta panjang, lebar dan flattish. Bagian luarnya renyah, namun lembut dan agak kenyal di dalam. Tekstur bagian dalam roti tampak berpori.
Penyajian: Disantap langsung dengan olesan mentega, minyak zaitun, atau sandwich dengan bahan isian. Roti ini juga bisa dijadikan pendamping sup.

Focaccia
Asal: Italia
Karakteristik: Berwarna putih kekuningan dengan tekstur yang lembut. Di beberapa negara, ada focaccia yang sudah divariasikan dengan penambahan bumbu, seperti rempah, minyak zaitun, bawang bombay, keju dan bahan lain.
Penyajian: Disajikan langsung sebagai sandwich dengan aneka isi bervariasi.

Mantau
Populer di Cina
Karakteristik: Warna putih mantau menyerupai bakpau. Bentuknya berupa potongan silinder. Teksturnya empuk dengan rasa yang sedikit manis.
Penyajian: Selain bisa langsung disantap, roti ini juga cocok diolah dengan cara dikukus atau digoreng dengan isian ayam tumis atau udang cincang.

Petit pains/French rolls
Asal: Perancis
Karakteristik: Bentuknya lebar, panjang dan agak pipih. Hampir mirip ciabatta, namun di bagian atasnya berwarna agak kehitaman. Kulitnya renyah, dan bagian dalamnya lembut.
Penyajian: Disantap langsung dengan olesan mentega atau disajikan dengan pendamping sup.

Pitta
Asal: Timur Tengah
Karakteristik: Berbentuk bulat, berwarna putih bersih. Saat dipanggang, adonan roti mengembang dan membentuk ruang di dalamnya, sehingga jika dipotong akan berbentuk seperti kantung.
Penyajian: Disantap dengan cocolan atau diisi daging atau ayam panggang, salad, falafel, dan disiram hummus.

Vollkornbrot
Asal: Jerman
Karakteristik: Mirip seperti roti tawar gandum. Roti ini kaya akan serat.
Penyajian: Disajikan langsung dengan olesan mentega atau bahan isian.

Apple strudel
Asal: Jerman dan Austria
Karakteristik: Kulit pastry yang diisi dengan apel dan kismis, dibungkus menyerupai sosis. Kemudian dibentuk menyerupai tapal kuda dan dipanggang. Rasanya tidak terlalu manis, bisa disajian dalam keadaan panas atau dingin. Paling populer disajikan bersama minuman kopi.
Penyajian: Dipotong-potong dan bisa langsung disantap.

Baklava
Asal: Turki
Karakteristik: Terbuat dari adonan phyllo yang diisi dengan kacang walnut atau pistachio dan pemanis dari sirup atau madu.
Penyajian: Disantap langsung.

Croissant
Asal: Perancis
Karakteristik: Terbuat dari adonan puff beragi. Bentuk khas croissant menyerupai bulan sabit. Bagian luarnya garing, cita rasanya asin dengan warna kuning keemasan.
Penyajian: Disantap langsung atau sebagai sandwich dengan varian isi.

Danish
Asal: Wina
Karakteristik: Meski dari namanya identik dari Denmark, pastry ini bukan berasal dari daerah Skandinavian. Namun berasal dari Wina, Austria. Di sana, roti ini disebut sebagai wienerbrod yang berarti roti Vienna. Cita rasanya manis, lembut dan renyah.

Cheesecake
Asal: Yunani
Karakteristik: Cake dengan krim keju yang lembut. Pada dasarnya, cheesecake terdiri dari 2 bagian, bagian kulit (crust) dan isi (filling). Untuk variasi, seringkali ditambahkan lapisan atas (topping) yang biasanya terbuat dari krim atau buah-buahan.

Devil’s food cake
Asal: Amerika Serikat
Karakteristik: Cake cokelat 2 lapis yang lembab dengan cokelat icing di bagian luarnya. Cita rasanya full cokelat.

Dobos torte
Asal: Hungaria
Karakteristik: Cake dengan 5 lapisan, yang terdiri dari cokelat, butter cream dan karamel di bagian atasnya. Bagian sisi kue dilapisi kacang: hazelnut, walnut atau almond.

Fruitcake
Asal: Inggris
Karakteristik: Cake berisi manisan buah kering, kacang dan rempah yang sudah direndam dalam rum. Teksturnya padat namun tetap lembut. Cake ini biasa disajikan saat perayaan Natal.

Onbittkoek
Asal: Belanda
Karakteristik: Cake beraroma rempah dari penggunaan kayu manis, pala, cengkeh dan taburan kacang almond di bagian atasnya. Tekstur cake-nya padat dan kering. Cita rasanya tidak terlalu manis.

Sacher torte
Asal: Vienna, Austria
Karakteristik: Cake dengan 2 lapisan, lapisan selai aprikot di bagian tengah dan dark chocolate di bagian atas dan samping. Cita rasanya tidak terlalu manis seperti kue cokelat pada umumnya.

Appenzeller biber
Asal: Swiss
Karakteristik: Kue gingerbread spesial yang diisi dengan pasta almond. Adonannya dicetak dekoratif (biasanya beruang), dengan lapisan atas beroles marzipan atau pasta almond. Rasanya renyah dan tidak terlalu manis. Kue ini biasa disajikan saat Natal ditemani segelas cokelat panas.

Chocolate chip
Asal: Amerika Serikat
Karakteristik: Kue bundar pipih dengan taburan cokelat chips (butiran cokelat). Cita rasanya manis renyah dengan aroma khas brown sugar.

Florentine
Asal: Florence, Italia
Karakteristik: Kue bulat pipih yang kenyal dengan taburan kombinasi kacang-kacangan dan buah kering yang dilapisi cokelat. Kacang yang dipakai jenis pistachio, walnut, atau lainnya. Sedangkan jenis buahnya, jeruk, apricot, nenas, mangga, fig atau ceri. Biasa disajikan setelah makan malam, sebagai teman minum kopi atau teh.

Shortbread
Asal: Scotlandia
Karakteristik: Terbuat dari tiga bahan pokok, yaitu tepung, mentega dan gula. Adonannya digulung, dicetak dan dipanggang hingga berwarna keemasan. Teksturnya renyah. Cita rasanya manis dan buttery.

Stroopwafel
Asal: Gouda, Belanda
Karakteristik: Lapisan karamel yang terbuat dari sirup, gula merah, mentega dan kayu manis, ditaruh diantara 2 keping wafel (menyerupai sandwich). Rasanya manis kenyal dengan aroma harum kayu manis. Mel

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...