Inovasi Kulinologi : Combining Good Nutrition and Good Taste



Setiap orang yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan atau peredaran pangan wajib memenuhi persyaratan sanitasi, keamanan, dan atau keselamatan manusia UU No 7 1996, Bab II, Pasal 6 (1)

Indonesia adalah negara kaya; termasuk kaya dengan ragam tradisi dan produk kuliner. Bayangkan; dengan lebih dari 13000 pulau (lebih dari 6000 merupakan pulau yang dihuni), lebih dari 700 bahasa, dan aneka budaya; jelas akan memperkaya pula ragam produk kuliner yang ada, - mega culinary-diversity.

Aneka produk kuliner ini umumnya dapat ditemukan outletnya di berbagai warung-warung pinggir jalan, gerobak kaki lima, sampai pada aneka restoran, kaf? maupun hotel. Berbeda pula menu untuk sarapan, makan siang atau pun makan malam; ditambah lagi dengan aneka jajanan. Di mana pun di Indonesia; biasanya akan ditemukan aneka jenis bakso, ayam panggang, ikan bakar, sate, nasi goreng, nasi uduk, bubur ayam, rendang daging, gudeg, soto, dan lain-lain. Sungguh kekayaan yang luar biasa.

Bagaimana mengusahakannya menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berskala lebih luas? Bagaimana memperluas pasar? Bagaimana mengindustrikannya? Untuk produk kuliner; pertanyaan mendasar yang harus dicari jawabnya adalah bagaimana menjamin keamanannya? Bagaimana menjamin mutunya? Bagaimana menjamin kelezatannya?

Di sinilah inovasi kulinologi diperlukan. Diperlukan kerjasama dan sinergi yang produktif antara ahli teknologi pangan dan ahli kuliner untuk menjawab dan sekaligus mengaplikasikan kekayaan budaya kuliner ini di industri pangan di Indonesia; tidak hanya di sektor industri food service (hotel, restoran, kafe, dan bakery) tetapi juga di sektor industri food manufacturing. Ringkasnya sinergi ini, diharapkan bisa menghadirkan produk yang tidak hanya enak di lidah, indah di mata, tetapi sekaligus juga aman dan sehat bagi tubuh. Semoga

Artikel Lainnya