Bersiaplah Ketagihan Thai Food



 

Pamornya mungkin tak seheboh makanan Asia lain, seperti Japanese food atau Chinese food. Padahal, sekali mencicipi Anda pasti tak akan lupa akan keunikan dan kelezatan rasanya. Coba, yuk!

Sedikitnya restoran Thailand di Indonesia menjadikan masyarakat kita kurang mengenal Thai food sehingga menjadi asing dan ragu untuk mencoba. Padahal kalau sudah mencicipi banyak orang yang menjadikannya menjadi makanan favorit. Melihat fenomena di atas, tentu saja menjadi peluang besar untuk mendirikan restoran Thailand.

Itulah sedikit ihwal, hadirnya Kuppa Thai Restaurant. Sejak 2003, resto ini menawarkan hidangan khas Thailand, baik yang tradisional maupun modern yang sudah dikreasi sesuai dengan market.
Keberanian menghadirkan cita rasa Thailand inilah yang membuat Kuppa kini dikenal oleh penggemar kuliner sebagai salah satu restoran khas yang wajib dikunjungi jika ingin mencicipi sajian dari negeri gajah putih ini. Hidangan khas Thailand seperti, Chicken in Pandan Leaf (ayam bungkus daun pandan), Pla Rad Prik, (ikan goreng ala Thai dengan saus manis pedas), berbagai jenis selada Thai, dan aneka jenis Tom Yam soup (sup asam pedas), siap membuat Anda ketagihan.

Dari soal cita rasa, Kuppa memiliki keunikan sendiri dengan menghadirkan aneka rempah-rempahan khas asli Thailand di setiap menunya. Konsistensi dalam menghadirkan rempah-rempah asli dari ‘kampung’nya ini membuat hidangan yang ditawarkan resto ini terasa otentik.

Kesegaran adalah dampak yang bisa dirasakan ketika menikmatinya. Rasa tersebut setidaknya salah satunya tergambarkan ketika mencicipi menu modifikasi andalan, yaitu Tom Yam Oxtail.

“Biasanya tom yam yang dikenal di beberapa restoran Thailand adalah tom yam yang berisikan seafood seperti udang, cumi dan kerang. Di sini, kami juga menawarkan sup tom yam dengan buntut sapi yang tak kalah lezat,” kata Jack, Operational Manager Kuppa Thai Restoran.

Keunikan lain dari hidangan ini adalah dalam hal penyajiannya, sop dihadirkan dengan keadaan panas dan ditempatkan dalam satu mangkok, dipadukan dengan daun ketumbar, bawang putih sangrai, daun jeruk, sereh, lengkuas ditambah dengan ebi dan terasi semakin menggugah selera makan.

Pada prinsipnya Thai Food yang ditawarkan resto ini mengombinasikan 5 rasa dasar, yakni manis, pedas, asam, asin dan pahit. Makanya jika Anda ingin merasakan harmonisasi lima rasa dasar tersebut bergantian hadir di mulut Anda, maka tidak salah lagi wajib mengunjungi kuppa restoran yang memiliki banyak makanan lezat dan akan selalu ingat.

Selain itu, rasanya juga tidak jauh berbeda dengan makanan khas Indonesia. Lihat saja aneka masakan seafood seperti Gurame Goreng Asam Manis, atau Tom Yum Oxtail-nya mirip dengan sop kambing atau soto betawi. Rasanya tidak terlalu asing di lidah. Perbedaannya hanya pada rasa asam hidangan Thailand yang lebih kuat dibanding makanan Indonesia. Sumbangan rasa asam didapatkan dari jeruk lemon yang selalu hadir di setiap makanan.

“Meski tak semua orang Indonesia suka dengan makanan asam dan pedas, namun saat mencicipi hidangan di resto ini, pasti tidak akan menyesal,” ujar Jack.

Kuppa juga memberikan fleksibilitas yang tinggi kepada para pengunjung yang kurang menyukai rasa asam atau pedas.”Rasa menu kita bisa adaptasi dengan keinginan pengunjung. jika ingin otentik kita siap menghadirkannya, tapi kalau ingin mengurasi rasa keduanya, juga bisa,” sambungnya.

Menjaga keseimbangan rasa dan aroma yang khas adalah hal terpenting yang wajib dilakukan adalah memiliki standar kualitas, termasuk untuk urusan bahan baku.“Hal terpenting dalam menjaga kualitas produk adalah dengan menerapkan sistem sistem FIFO ( First in – First out ) saat menyimpan dan menggunakan bahan baku,” ungkapnya. Sistem ini menerapkan produk yang akan diproses atau diolah menjadi bahan masakan adalah bahan yang fresh bukan stok lama. Sistem ini disinyalir menjadi bagian yang diterapkan restoran untuk menjaga higienitas dalam olahan makanan mereka. Jadi jika berbicara soal mutu thai food di Kuppa sepertinya bisa dijamin. K-10

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...