Fakta Penting Bisnis Restoran Indonesia



 

Kenyamanan, masakan lokal, simpel dan higienis, serta hidup sehat menjadi faktor utama kemajuan bisnis restoran di Indonesia di 2010.

Bisnis kafe dan restoran di Indonesia di 2010 akan terus berkembang, hal ini ditandai dengan makin banyaknya tempat makan baik untuk kalangan menengah atas maupun bawah. Pusat jajan kaki lima pun kini mulai disulap oleh para pengembang menjadi tempat jajan yang lebih asri dan bersih, dan menjadi tempat tujuan makan dan bersantai bagi masyarakat di kota-kota besar.

Kemungkinan ini dipengaruhi dengan tren kehidupan masa sekarang dengan konsep one stop shopping yang sudah banyak berkembang di kota-kota besar seperti Jakarta, kata Pengajar STP Trisakti Temmy Agus Rahmat. Dengan melihat perkembangan seperti itu, konsep restoran seperti ini akan menjadi tren yang akan terus menjadi primadona di masyarakat. Konsumen akan lebih mudah memilih menu makanan dan tidak perlu bingung untuk mencari atau memilih makanan. ”Konsep food court yang ada di alam terbuka juga akan menjadi tren bisnis yang cukup menjanjikan di masa mendatang,” papar Temmy.

Hal lain yang menjadi tren di dunia kuliner yakni konsep restoran keluarga. Ini merupakan respon dari kebiasaan sosial masyarakat Indonesia yang lebih menyukai makan bersama keluarga atau kerabat. Presiden Direktur Toni Jack’s Indonesia Didit Permana mengatakan, salah satu tren restoran saat ini adalah restoran keluarga yang memiliki beragam hidangan baik untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. Oleh karenanya, Toni Jack’s Indonesia yang memiliki 13 outlet tersebut melayani empat segmen sekaligus, yakni family, teens (umur 12-17 tahun), young adults (18-25 tahun) dan dewasa (berumur 30 tahun ke atas). Toni Jack’s Indonesia merupakan nama 13 outlet restoran milik pengusaha nasional Bambang N. Rachmadi yang sebelumnya adalah merupakan bagian dari jaringan restoran Mc Donald’s. Perubahan nama menjadi Toni Jack’s Indonesia terjadi karena adanya perselisihan dengan manajemen Mc Donald’s Internasional perihal hak waralaba yang dipegang oleh Bambang sejak 1991. Dengan merek baru tersebut, restoran dengan logo bajak laut tersebut tetap menggunakan konsep restoran keluarga cepat saji, dengan hidangan utama yakni ayam goreng dan kentang goreng.

Dengan konsep restoran keluarga tersebut, Didit menandaskan, kenyamanan menjadi faktor utama dalam menjalankan bisnisnya. ”Untuk mendukung hal itu, restoran perlu didukung dengan aneka layanan seperti area makan yang nyaman, penyediaan tempat meeting, layan antar, fasilitas internet, serta layanan 24 jam bagi konsumen,” tutur Didit.
Selain kesukaan akan makan bersama, makan di restoran sebagai bagian dari gaya hidup adalah kecenderungan yang banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Terlebih jika dipadukan dengan gaya hidup yang berefek pada kesehatan bagi tubuh, akan sangat digemari masyarakat urban. Hal itulah yang antara lain ditangkap oleh restoran Sour Sally yang khusus menyediakan yoghurt sebagai hidangan yang menyehatkan. ”Restoran kami menawarkan tren hidup sehat dengan mengonsumsi frozen yoghurt premium bagi masyarakat, ”kata Marketing Manager Sour Sally Sagita Kwee. Kalau yoghurt biasa berbentuk cair seperti produk olahan susu pada umumnya, Sour Sally menawarkan pengalaman menikmati yoghurt dalam bentuk yang berbeda, yakni yoghurt dalam kondisi frozen –yang akan mencair dalam waktu kurang lebih 15 menit. Artinya, untuk mendapatkan sensasi ketika menikmati frozen yoghurt, harus segera dikonsumsi dalam waktu kurang dari 15 menit. Pengalaman mengonsumsi yoghurt beku inilah yang dirancang Sour Sally sedemikian rupa sehingga menjadi tren di masyarakat perkotaan.
Di samping hidangan yang menyehatkan dan bersifat lifestyle, masakan di masa mendatang yang akan digemari masyarakat adalah jenis-jenis makanan yang simpel dan bersih, serta makanan khas daerah setempat. Temmy berpendapat, konsep makanan yang back to nature tersebut akan menjadi tren. Gejala tersebut telah pula ditangkap oleh Tony Jack’s Indonesia dengan merancang masakan-masakan lokal sesuai dengan tempat restoran dibuka. Maka, masakan-masakan lokal seperti rendang, soto, atau tongseng yang dihidangkan dalam kondisi simpel, bersih dan higienis akan sangat berperan dalam kemajuan bisnis restoran dewasa ini.

Untuk menjawab tantangan tren di masyarakat tersebut, Temmy menyarankan agar industri kuliner Indonesia harus berani melakukan inovasi dan memodifikasi masakannya agar dapat terlihat lebih simpel dan menarik, namun dengan tidak menghilangkan citarasa dan keunikan masakan khas tersebut. Andang Setiadi

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...