Tren Bisnis Kuliner



 

Meski perubahannya tidak secepat dunia mode, industri jasa boga juga memiliki tren. Jika Anda tertarik ‘nyemplung’ di bisnis ini, kenali dengan baik tren dan kebutuhan pasar setempat!

Bicara soal industri kuliner 5 tahun terakhir, tak bisa lepas dari peranan media yang menyuarakan acara kuliner dalam genre berbeda. Acara masak yang hanya mengajari pemirsa memasak di dapur? Itu sih tren sekitar 10 tahun yang lalu. Di acara kuliner pada masa itu itu, nama Rudy Choirudin atau Sisca Soewitomo pun melejit bak selebriti yang dipuja banyak wanita (terutama ibu-ibu). Ya, acara kuliner kala itu memang lebih banyak jadi tontonan favorit ibu-ibu paruh baya.

Kini, coba cek jadwal acara di televisi. Acara kuliner dikemas makin variatif. Diawali oleh acara masak Bara Pattiradjawane yang tampil dalam format berbeda. Masak gaya Bara terkesan santai, mudah, dan tak banyak aturan. Pilihan resepnya pun ‘lebih muda’ sehingga acara ini terbilang sukses menggaet penonton yang berusia lebih muda. Selanjutnya, yang bisa dibilang paling fenomenal adalah si mak nyuss alias Bondan Winarno. Berkat acara kulinernya yang bergerilya mencari aneka jajanan yang lezat, penikmat acara kuliner televisi pun kian bertambah. Bahkan usia dan jenis kelamin tak lagi jadi batasan. Siapapun bisa tergiur melihat lahapnya suapan Bondan saat sedang mampir ke sebuah tempat makan rekomendasinya.
Selanjutnya, Anda bisa melihat sendiri, tren dunia kuliner pun mengalami pergeseran. Terprovokasi oleh mak nyuss-nya Bondan, kebiasaan makan di luar pun jadi naik daun. Berburu tempat jajanan tak lagi hanya sebatas kebutuhan mengisi perut, tetapi menjadi bagian dari hobi dan sarana penghilang stres. Pada masa inilah, industri jasa boga tumbuh bak jamur di musim hujan.

Resto Indonesia makin berjaya

Istilah wisata kuliner sempat mengalahkan, atau paling tidak menyamai, pamor wisata belanja atau wisata jalan-jalan. Tiap ada kesempatan, saat weekend atau waktu-waktu santai saat pulang kantor, orang berbondong-bondong berburu makan enak. Tempat mana yang jadi pilihan, tergantung mood dan rekomendasi yang didapat. Toh, mencari info tempat makan enak sama sekali tidak sulit, dari TV, koran, majalah, internet, hingga buku khusus wisata kuliner. Di Internet, blog atau website pribadi yang bercerita tentang pengalaman si pemilik blog saat mengunjungi sebuah tempat makan, juga bisa dijadikan sumber ide.

Jika diamati, bisnis jasa boga pun punya tren, seperti halnya dunia fashion. Tren wisata kuliner yang mewabah di masyarakat menjadi peluang yang tentu saja ditanggapi dengan sukacita oleh industri jasa boga. Seolah menemukan pencerahan, bisnis restoran pun ramai bermunculan, memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin aktif mencari ‘mangsa’ untuk memuaskan hasrat makan enak. Lokasinya juga tak harus berada di tengah kota yang strategis dan mudah dijangkau, para penikmat makan rela menempuh jarak jauh, demi memenuhi rasa penasaran.

Bisnis makanan memang tak akan pernah mati. Alasannya sederhana, karena untuk bisa tetap hidup, orang pasti butuh makan. Di antara banyaknya tempat makan, mulai dari kelas kaki lima, warung sederhana, hingga restoran mewah, masing-masing tentu perlu punya keistimewaan supaya ‘terlihat’ oleh konsumen. Si pemilik tempat makan harus mampu membangun image positif yang direalisasikan lewat kelezatan makanan ataun konsep yang unik dan berbeda.

Kembali ke selera asal. Itulah tren yang sedang terjadi di peta kuliner Indonesia saat ini. Tempat makan yang mengusung menu daerah, melesat bak meteor. Kalau dulu makanan daerah yang diterima secara nasional paling-paling hanyalah masakan Padang (Anda bisa menemukannya di daerah manapun), Warteg alias Warung Tegal, dan masakan Sunda, kini masakan daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sulawesi, hingga Kalimantan pun berani menawarkan kelezatan kulinernya di Jakarta dan kota besar lainnya.

Selain dari urusan menu makanannya, tren bisnis restoran belakangan ini mengarah pada konsep dan tata ruang yang modern dan nyaman. Makanan yang lezat, plus suasana resto yang keren merupakan nilai tambah yang meningkatkan daya tarik reto tersebut. Aktivitas makan di luar sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Makan tak sekedar untuk mengisi perut, tapi juga sebagai sarana sosialisasi, networking, dan relaksasi. Tak heran jika selain bicara soal makanannya, suasana resto yang nyaman, seringkali jadi alasan mengapa suatu tempat makan ramai diburu orang.

Dulu, tempat makan yang bagus didominasi oleh sajian mancanegara yang hanya bisa dinikmati oleh sebagian kecil orang lokal dan sebagian besar komunitas mancanegara. Lokasinya pun terpusat di area tertentu, di pusat kota. Kini, coba Anda browsing ke sekeliling, restoran mewah yang menyajikan menu khas Indonesia semakin banyak bermunculan. Dengan konsep resto yang modern dan nyaman serta makanan yang ditata cantik, rasanya tak sulit bagi resto Indonesia untuk bersaing dengan resto asing.

Selain makanan Indonesia, resto yang menyajikan makanan sehat, seperti misalnya resto organik, pun makin banyak dilirik. Gaya hidup sehat dengan memilih makanan sehat, bagi sekelompok orang, sudah menjadi kebutuhan. Hal ini tentunya terjadi di Jakarta dan beberapa kota besar lain, yang masyarakatnya sudah lebih ‘melek’ informasi dengan tingkat penghasilan yang lebih tinggi.

Tren roti Asia

Kalau dari bisnis restoran, masakan Indonesia yang tengah naik daun, lain lagi dengan tren bisnis bakery di Indonesia. Boleh dibilang, perkembangannya yang sangat pesat terjadi setelah masuknya sebuah bakery waralaba dari Singapura yang muncul dengan ide roti baru dengan konsep toko yang beda.

Kehadiran roti di Indonesia diperkenalkan zaman dulu oleh bangsa Belanda. Roti Eropa yang cenderung berkestur keras dan hambar, telah mengalami modifikasi menjadi roti bertekstur empuk dengan isi yang awalnya lebih banyak bercita rasa manis. Perbedaan ini karena di negara asalnya, roti disantap sebagai makanan pokok sehingga cita rasanya harus netral saat berpadu dengan aneka lauk atau sup.

Indonesia menikmati roti sebagai snack, sehingga ukuran roti dibuat lebih kecil dengan ragam rasa yang bermacam-macam. Meski belum menjadi kebutuhan pokok seperti halnya nasi, menyantap roti sebagai salah satu menu sarapan atau selingan pada beberapa kalangan sudah menjadi kebiasaan. Jenis-jenis isian roti pun tak melulu yang manis seperti cokelat, selai nanas, kelapa, atau selai sarikaya, roti isi daging ayam atau sapi juga banyak diminati.

Hingga kini, sejak 5 tahun terakhir, muncul genre roti baru yang digandrungi banyak orang. Tren roti Taiwan melanda warga kota besar, terutama ibu kota. Roti yang biasanya diisi di bagian tengah, berubah wajah dengan meletakkan isi justru sebagai topping (di atas permukaan roti). Penampilan roti tentu semakin menggiurkan. Seperti make up yang menghiasi wajah seorang model, topping pada roti Taiwan juga mempercantik ‘wajah’ roti masa kini.

Selain perbedaan letak isi roti, roti Taiwan pun memiliki tekstur yang sangat ringan. Secara fisik terlihat besar tetapi tidak membuat kenyang berlebih karena tekstur bagian dalamnya ‘kosong’. Perbedaan metode pembuatannya membuat tekstur roti ini berbeda.

Konsep open kitchen yang ditawarkan sebuah bakery waralaba terkenal pun memberi warna baru dalam penataan toko roti di Indonesia. Bisa melihat sendiri proses pembuatan roti favorit hingga siap disantap, tentu menjadi tontonan asyik bagi para pembeli. Selanjutnya, industri bakery yang menghadirkan jenis roti Taiwan pun semakin banyak bermunculan. Bahkan, untuk menangkap tren ini, bakery-bakery lama pun tak kalah kreatif dalam membuat variasi topping pada rotinya. Tak hanya itu, pembuat roti rumahan yang biasa menawarkan rotinya berkeliling (tidak punya toko) juga ikut menjadi ‘korban’ tren roti isi ala Taiwan.

Bisnis katering

Sebagai bagian dari industri kuliner, bisnis katering pun ikut ‘bergolak’ beberapa tahun terakhir. Mengikuti tren makanan, jasa katering pun berkembang selaras. Terutama untuk katering yang melayani menu makan untuk acara pernikahan. Variasi makanan yang ditawarkan berkembang pesat, menu buffet hingga gubuk-gubukan pada acara pernikahan, pilihannya makin variatif.

Sajian Indonesia pun ikut dieksplorasi oleh bisnis katering. Menu-menu baru khas Indonesia yang dulunya kurang populer, perlahan mulai ‘naik pangkat’. Penyajian dan piranti sajinya pun ikut bergaya.

Katering makanan sehat
-termasuk juga makanan organik- atau makanan khusus bagi penderita penyakit tertentu juga marak berkembang. Walau pasarnya mengerucut, namun tren ini semakin dicari. Berbekal panduan dokter gizi atau ahli gizi, menu-menu khusus diciptakan untuk menyasar kalangan tertentu yang membutuhkan. Menu katering pun tak lagi hanya berisi lauk pauk untuk makan utama,
Katering-katering khusus masa kini, menyiapkan satu paket makanan mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup yang sudah diatur dan diperhitungkan. Lengkap dengan kandungan gizi yang terkandung di dalamnya. Bahkan ada juga menu yang disiapkan khusus untuk mengatur pola makan Anda yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Pendeknya, jasa katering kini sudah sangat personalized, sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Mel

Artikel Lainnya

  • Feb 20, 2019

    Peluang dan Tantangan Manis Bisnis Kefir

    Di Indonesia, produk kefir masih perlu diedukasi ke masyarakat luas bahwa ada produk fermentasi susu selain yogurt yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Produk kefir sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran mengkonsumsi produk fermentasi susu yang berkualitas dan menyehatkan. Terdapat beberapa tantangan dalam produksi kefir dan menjaga konsistensi kualitasnya. Secara ideal, kefir yang berkualitas dihasilkan dengan menggunakan biji kefir dan aplikasi teknik produksi secara tradisional serta menghindari penggunaan sarana berbahan metal. Namun aplikasi ini mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi produk akhir. Sejalan dengan kemajuan teknologi pangan, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan starter berupa mother-culture yang bisa menghasilkan kefir yang mirip dengan kefir yang dihasilkan secara tradisional. Produk kefir mengandung gas CO2 sehingga semakin lama proses fermentasi dilakukan maka kandungan gas CO2 semakin tinggi. Secara bertahap gas CO2 yang terbentuk harus dikeluarkan. Perlu ada desain kemasan khusus yang memudahkan keluarnya gas yang terbentuk selama dalam kemasan. Bila sistem kemasnya rapat, maka gas CO2 akan menyebabkan kembung kemasan dan bisa meledak bila kandungan gas terlalu tinggi. ...

  • Feb 19, 2019

    Mengenal Ingridien untuk Membuat Gelato

    Gelato merupakan jenis es krim yang berasal dari Italia. Perbedaan gelato dengan es krim pada umumnya terutama terletak pada komposisi kandungan lemaknya. Produk gelato memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit daripada es krim. Berbeda dengan es krim, komponen utama gelato adalah susu dan krim, tanpa penambahan kuning telur seperti pada formulasi es krim. Jenis susu yang paling baik untuk membuat gelato adalah whole milk sebanyak 3,5%, namun gelato juga dibuat menggunakan susu rendah lemak dengan jumlah sebanyak 1-2% atau pun susu tanpa lemak (skim). Selain mempertahankan sifat krimi dan tekstur yang lembut, namun susu juga berfungsi meningkatkan resistensi produk terhadap leleh. Di samping itu, susu tidak hanya menambah kandungan protein dalam produk, namun juga merupakan sumber kalsium. ...

  • Feb 18, 2019

    Ragam Olahan Kacang Ijo

    Kacang hijau atau yang biasa disebut kacang ijo merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sebagai bahan pangan, kacang ijo merupakan salah satu sumber protein nabati dengan kandungan protein sekitar 22,2%. Selain itu kacang ijo juga kaya akan zat gizi lain yang bermanfaat bagi tubuh seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, serta vitamin B1. Meskipun bukan sebagai makanan pokok, masyarakat seringkali mengolah kacang ijo menjadi masakan siap santap. Hampir semua kalangan dapat menikmati masakan berbasis kacang ijo karena ketersediaan dan harga yang cukup terjangkau. ...

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...