Sukses Berbisnis Resto: Jangan Asal Pilih Bahan Baku



 

Pemilihan bahan baku sangat penting dalam menyukseskan bisnis resto Anda. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Peluang bisnis restoran yang kian hari terlihat semakin cerah, membawa segenap pengharapan bagi para pelaku bisnis. Ide-ide kreatif pun bermunculan guna melahirkan tempat makan yang menarik bagi para konsumen. Sebelum memutuskan jenis resto apa yang akan diwujudkan, ada banyak faktor yang harus Anda siapkan. Salah satunya adalah pengadaan bahan baku. Pastikan Anda sudah menemukan suplier bahan baku yang ‘kuat’ untuk menopang kebutuhan bisnis Anda dalam jangka waktu panjang!

Pemilihan Suplier

Bahan baku apa yang Anda butuhkan tentunya sangat bergantung dari jenis makanan apa yang Anda pilih untuk mengisi buku menu restoran Anda. Jika Anda memilih untuk membuka rumah makan yang menjual makanan sehari-hari, bahan baku yang dibutuhkan mungkin tidak terlalu spesifik, artinya mudah ditemukan di pasaran.

Harga bahan baku yang Anda dapatkan, menjadi bagian dari perhitungan modal dasar untuk penentuan harga jual. Artinya, rupiah yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku akan mempengaruhi rupiah harga jual. Semakin besar modal (termasuk bahan baku), otomatis harga jual pun jadi semakin tinggi untuk bisa mencapai margin yang diharapkan sesuai perhitungan. Karena itu, sebaiknya Anda tidak membeli bahan baku di pasar umum yang harga jualnya menyasar pada konsumen langsung, Anda harus mendapatkannya dari pemasok langsung agar bisa menekan harga.

Sebelum memutuskan, sangat disarankan untuk Anda melakukan survei secara langsung ke suplier. Jika perlu, bawalah orang yang ahli dan mengerti betul akan bahan baku tersebut agar didapat sumber bermutu yang dapat memenuhi kebutuhan sesuai target bisnis Anda.

Jika bisnis yang Anda pilih membutuhkan bahan baku impor, Anda perlu lebih waspada. Resto yang menyajikan menu asing tentunya akan tergantung pada bahan-bahan khas dari negara asalnya. Krisis global dan pengawasan bahan baku impor yang terjadi belakangan ini, sempat membuat kebat-kebit beberapa bisnis resto asing (terutama dengan modal terbatas), karena bahan baku yang dibutuhkan sangat sulit masuk ke Indonesia. Walhasil, banyak pebisnis yang lari ke Singapura untuk mencari bahan baku yang dibutuhkannya.

Spesifikasi bahan baku

Saat memilih suplier, pastikan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda secara rutin. Untuk menghindari ketergantungan pada satu suplier yang nantinya bisa menyulitkan produktifitas bisnis Anda, sebaiknya Anda memiliki lebih dari satu suplier. Bila ketergantungan pada satu supplier sangat kuat, suatu saat Anda akan menemui kesulitan saat suplier tersebut bermasalah.

Jika bisnis Anda misalnya adalah warung makan ayam bakar, Anda harus mendapatkan suplier langsung dari peternaknya. Berikan spesifikasi standar yang Anda inginkan, misalnya ukuran dan berat ayam, umur, dan jangan lupa sanitasi dan higienitasnya. Tentunya Anda membutuhkan bahan baku yang ‘berkualitas’ sama setiap harinya, jangan sampai Anda mengecewakan konsumen karena hari ini Anda menjual ayam bakar berukuran besar (dari 1 ekor ayam seberat 1,2 kg), esok hari ayam bakar Anda mengecil drastis (dari 1 ekor ayam sebesat 800 g) karena bahan baku dari supplier yang ada, ya, memang begitu adanya. Untuk menghindarinya, Anda harus benar-benar memberikan standar yang rinci pada suplier. Dan, lakukan pengecekan dan pemilahan setiap kali bahan baku datang untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan standar.

Pengalaman Rangga Umara,
Pemilik Pecel Lele Lela

Urusan pemilihan suplier untuk memenuhi kebutuhan bahan baku memang susah-susah gampang. Saat baru membangun bisnis ini 3 tahun lalu, menemukan suplier yang tidak main harga, memang butuh usaha ekstra. Saya juga pernah tertipu soal harga. Hal itu dikarenakan saya belum cukup banyak melakukan survei harga, baik di pasar tradisional ataupun dari sesama suplier.

Sebuah bisnis restoran, sebaiknya memiliki minimal 3 suplier. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya perubahan harga tiba-tiba dari salah satu suplier. Makanya kini saya membuat kontrak untuk para suplier agar tidak merubah harga minimal 1 bulan ke depan. Saya juga terus melakukan pencarian suplier baru untuk menciptakan persaingan positif dan mendapatkan harga yang sesuai.

Seperti halnya membeli baju grosiran, membeli bahan baku dalam jumlah banyak sekaligus pun cukup menguntungkan karena dalam jumlah besar biasanya harga bisa lebih ditekan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan keburu bernafsu membeli semua kebutuhan dalam jumlah besar, jika bahan tersebut umur simpannya tidak panjang. Apalagi jika bisnis Anda masih dalam taraf pengembangan pasar, dengan hanya memiliki 1 outlet. Terlalu banyak menyimpan bahan baku (yang tidak awet), justru jadi merugikan.

Kini, setelah Pecel Lela Lela semakin besar dan memiliki 18 outlet di Jabodetabek, saya tetap mencari supplier baru setiap bulan. Beberapa suplier lama yang pada awalnya bekerja sama, kini malah kesulitan memenuhi tuntutan kebutuhan bahan baku kami yang semakin lama semakin besar. Mel

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...