Traditional Food, from Local to Global



 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meng-up grade makanan tradisional untuk lebih pede bersaing. Kuncinya: kreativitas!

Tuntutan selera pasar yang semakin dinamis tampaknya disadari betul oleh produsen makanan tradisional khas dari Kota Garut. Dua contoh produk oleh-oleh khas kota Garut ini bisa menjadi contoh kreasi anak bangsa yang ingin merubah ‘wajah’ produk makanan tradisional agar mampu bersaing dengan serbuan produk makanan mancanegara!

Dodol Garut rasa stroberi

Inovasi adalah kata kunci bagi produsen makanan lokal jika ingin tetap eksis mempertahankan bisnisnya dan meningkatkan pangsa pasar produknya. Eksistensi selama kurun waktu 50 tahun lebih membuat Dodol Garut Picnic menjadi pionir makanan khas Garut ini. Ayek Cahya Priatna, Marketing Manager Dodol Picnic menuturkan inovasi mutlak dilakukan dengan harapan meningkatkan image produk dodol yang dulunya hanya dianggap sebagai makanan tradisional bisa menjadi snack modern. Tujuannya tentu untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Mulai tahun 2008 lalu, Picnic mengembangkan dodol rasa aneka buah dengan 6 varian rasa baru yaitu stroberi, durian, cokelat, wijen, jahe madu dan cocopandan. Inovasi tidak saja difokuskan pada variasi rasa namun juga pada packaging agar tampil modern. Rasa baru, kemasan baru dan semangat baru menjadi spirit perubahan image dodol Picnic. “Jadikan produk kuliner lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” harap Ayek. Meski begitu, dodol garut rasa original tetap dipertahankan untuk menjaga orisinalitas merk sekaligus memenuhi permintaan segmen market yang memiliki ikatan historis dengan dodol picnic yang berusia hampir 60 tahun ini.

“Jeruk” Garut rasa coklat

Bukan Picnic saja yang merasa perlu melakukan inovasi, Kiki Gumelar, putra daerah Garut yang memiliki background sebagai Chef melakukan terobosan dengan mengembangkan produk Chocodot (Chocolate with dodol garut), yaitu cokelat praline yang didalamnya berisi dodol garut. Dengan varian rasa white & dark chocolate isi dodol coklat, keju, susu, dodol buah, dodol original. Unik memang, east meets west.
Kuliner bertema budaya, demikian yang coba diangkat Chocodot. Terlihat dari penamaan varian rasa yang diilhami dari nama destinasi wisata kota Garut seperti Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Haruman, Gunung Talaga Bodas, Cipanas, Candi Cangkuang dan Jeruk Garut. Jadi jangan heran jika anda menemukan “Jeruk” Garut rasa coklat karena jeruk yang satu ini memang bukan buah melainkan nama varian rasa Chocodot.
Sejak dilaunching pada Agustus 2009 lalu Chocodot mendapat respon pasar yang cukup baik dengan jaringan pemasaran yang telah menjangkau Bandung, Jakarta, Yogya, Malang, Surabaya, Lampung, Palembang, Lombok dan Papua.

Senada dengan Picnic, desain packaging Chocodot dibuat semenarik mungkin sehingga terlihat lebih modern dan berkelas. Tersedia dalam kemasan bar, minibar, dan box exclusive dengan harga relative terjangkau. Baik Picnic maupun Chocodot optimis produk lokal dapat menjadi produk global dengan terus meningkatkan kualitas, taste, packaging serta jaringan pemasaran. Evi

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...