Instant Frozen Yoghurt: Convenience and Healthy



 

Semakin berkembangnya bisnis bakery ditandai dengan semakin tingginya permintaan terhadap produk tersebut. Sebagai produk yang bersifat perishable, tentu dibutuhkan strategi khusus agar produk yang dihasilkan tetap sesuai dengan harapan konsumen.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh produsen bakery adalah keterbatasan umur simpan produk yang dihasilkannya. Produk bakery tidak bisa disimpan dalam waktu lama, sehingga mereka tidak bisa menyiapkan stock. Akibatnya, produksi harus dilakukan setiap hari sesuai dengan kebutuhan pasar. Lalu bagaimana jika permintaan tiba-tiba meledak diluar kemampuan produksi? bagaimana jika baker berhalangan?

Sebuah inovasi pangan taknologi berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Penggunaan teknologi blast freezing (pembekuan cepat) kini memungkinkan untuk dihasilkannya frozen dough. Dengan frozen dough, adonan bisa disimpan selama beberapa bulan serta dapat digunakan dengan praktis dan sederhana. “Cukup dengan thawing dan baking, maka sudah dapat dihasilkan produk bakery dengan kualitas tinggi,” kata Chairman PT Adirasa Selaras Abadi, Eddy Sutanto beberapa waktu lalu. Jadi, tidak perlu bingung lagi kan, ketika baker berhalangan atau tiba-tiba harus menyiapkan produk bakery dalam jumlah banyak?

PT Adirasa Selaras Abadi telah menggunakan metode frozen dough dalam memproduksi produk bakery nya selama beberapa tahun terakhir. Selain untuk memenuhi kebutuhan kafe-kafe yang dimilikinya, Daily Bread, PT Adirasa Selaras Abadi juga memasok frozen dough untuk beberapa kafe dan outlet bakery. Menurut Eddy, metode frozen dough ini mempermudah penyiapan bakery, terutama jika harus memproduksi produk dalam volume tinggi.
Metode frozen dough ternyata juga mengefisienkan waktu dan proses produksi. Contohnya saja dalam pemenuhan bakery untuk outlet-outlet Daily Bread yang kini mencapai 30 buah, dan dua di antaranya ada di Bali dan Bandung. Dengan menerapkan central kitchen, jika menggunakan fresh dough/bakery tentu memerlukan suplai setiap hari. Namun, dengan adanya frozen dough, setiap outlet cafe dapat memiliki stock, sehingga suplai tidak harus dilakukan setiap hari. Stock tersebut kemudian di-thawing dan baking dengan menggunakan prinsip FIFO (Firts In First Out).

Prinsip dari frozen dough ini adalah pembekuan produk untuk menginaktifkan bakteri dan yeast pada adonan. Adonan tersebut kemudian didistribusikan dan disimpan dalam suhu rendah. Sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung teknik ini, terutama ketersediaan freezer.
Menurut R&D Manager PT Adirasa Selaras Abadi, Priadi Sastra Wijaya, kini tersedia empat jenis produk frozen, yakni ready to serve, ready to bake, ready to proof, dan ready to eat. “Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan customer,” imbuh Priadi.

Kedepannya, aplikasi frozen dough diperkirakan akan semakin meningkat. Hal ini tidak lain karena kebutuhan terhadap produk bakery semakin tinggi. Tidak hanya kafe, restoran, dan industri bakery -hotel pun mulai menggunakan frozen dough.
Untuk lebih menjamin keamanan konsumen, selain HACCP dan Halal, kini PT Adirasa Selaras Abadi juga telah disertifikasi oleh ISO 22000. Selain itu, pest control management juga diterapkan dengan ketat dengan menggunakan profesional di bidangnya. Hal ini tak lain untuk lebih memastikan keamanan pangan produk yang dihasilkannya. K-09

Artikel Lainnya