Higiene & Sanitasi di Dapur Restoran



 

Dapur merupakan sentral aktivitas restoran yang harus dijaga kebersihannya. Apa saja yang harus dilakukan?

Untuk menjaga resto yang resik -yang membuat pengunjung nyaman- tak bisa lepas dari dua faktor: hygiene dan sanitasi. Higiene merupakan kehidupan bersih dalam lingkungan yang sehat. Sedangkan sanitasi, berhubungan dengan segala upaya untuk mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lain.

Upaya menjaga hygiene dan sanitasi makanan dan minuman di restoran, memerlukan pengawasan ketat yang mencakup area di mana makanan itu disimpan, diolah, hingga dihidangkan. Secara garis besar, dikelompokkan menjadi hygiene yang dititikberatkan pada bahan-bahan yang mudah membusuk (misal: daging, ikan, susu, telur, makanan dalam kaleng, dan minuman yang mengandung CO2) dan sanitasi yang meliputi 6 prinsip utama, yaitu: cara penyimpanan, cara pengolahan, tempat pengolahan, tenaga pengelolaan makanan (SDM), cara pengangkutan makanan (transportasi), dan cara penyajian makanan.
Bagian dapur adalah area yang paling penting diperhatikan dalam menjaga hygiene dan sanitasi restoran. Dapur merupakan lokasi tempat mengolah beragam makanan dan minuman yang akan disajikan kepada customer. Dapur juga merupakan tempat penyimpanan alat-alat pengolahan makanan, alat makan dan minum, serta fasilitas lain, yang kemungkinan bisa menjadi media penularan penyakit bila tidak dijaga kebersihannya.

Tidak hanya berhubungan dengan makanan, dapur erat kaitannya dengan sampah. Sampah sisa bahan dan makanan, akan menimbulkan masalah jika tidak dilakukan penanganan yang tepat. Tumpukan sampah ini menggangu higienitas makanan, karena akan banyak binatang penggangu seperti lalat, tikus, dan kecoa, yang akan mengundang penyakit. Mel

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...