Terapkan Gaya Hidup Organik



 

Masyarakat kini telah mulai sadar akan ancaman berbagai penyakit dan kematian yang disebabkan oleh pangan yang tidak memenuhi sarat-sarat kesehatan akibat praktik penggunaan bahan kimia sintetik dalam berbagai kegiatan pertanian. Di pasar tradisional dan toko swalayan ada ratusan macam pangan produk pertanian yang sebagian besar sudah mendapat sentuhan teknologi dan perlakuan dengan bahan kimia sintetis.

“Kini ancaman kesehatan ada dimana-mana dan siapa pun bisa menjadi menjadi korban, terutama mereka dengan kondisi stamina dan sistem imun lemah,” kata pakar kesehatan alami Hembing Wijayakusuma. Bila ingin hidup lebih baik, terhindar dari ancaman penyakit, Hembing menyarankan untuk melakukan penerapan gaya hidup kembali ke alam, dengan penggunaan produk ramah lingkungan atau organik. Mengonsumsi produk organik secara konsisten efeknya tidak hanya tubuh lebih segar dan sehat, namun juga akan tumbuh gaya hidup organis, yakni hidup selaras dengan alam dan berusaha agar semua makhluk bisa hidup berdampingan. “Ketika memutuskan untuk mengkonsumsi makanan organik, artinya kita ingin mendapatkan makanan sehat yang dihasilkan teknologi ramah lingkungan dan tidak merusak lingkungan,” kata Hembing.

Produk pangan organik memiliki keistimewaan yakni sebagai produk bebas pupuk dan pestisida, herbisida, insektisida kimia seperti DDT, PCB, dan logam berat seperti arsenik, merkuri, timbal, kadmium. Produk tersebut lebih aman dan bermanfaat bagi kesehatan, dan tentunya produk yang benar-benar organik bukan organik-organikan. Untuk itu, ”Diperlukan ketelitian konsumen saat memilih, membeli dan memproses pengolahan produk pangan organik,” tegas Hembing Wijayakusuma. K-08

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...