Kiat Kreatif Promosi Restoran



 

Pelaku bisnis restoran kini harus lebih keras memutar otak dan memilih strategi yang tepat untuk memenuhi keinginan konsumen yang semakin pintar dan pemilih, Apa saja yang harus dilakukan?

Coba amati sepanjang jalan atau area perkantoran di sekililing Anda, jejeran tempat makan pasti terlihat ramai. Peta jajanan di negeri ini kini memang semakin padat dan tak lagi didominasi oleh warung makan Padang ataupun warung Tegal (warteg). Seolah saling bersaing menguji kreativitas, variasi makanan yang ditawarkan pun nyaris tidak ada yang sama. Tak lagi terbatas di menu makanan daerah atau mancanegara, menu-menu modifikasi kian banyak bermunculan. Dari kelas warung sederhana hingga resto mentereng. Setting dan interior ruangan pun berlomba menyajikan keunikan dan ciri khas. Pengunjung seolah diberi kemewahan memilih, tempat mana yang sesuai dengan keinginan mereka.
Bisnis restoran berkembang pesat dalam satu dekade terakhir karena adanya berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. Antara lain, masyarakat saat ini banyak yang menyukai jalan-jalan, makin banyak orang yang makan di luar ketika jalan-jalan, serta makin banyak pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk memasak di rumah. Mereka pun menjadi lebih suka makan di luar, selain mengisi perut, aktivitas makan di luar juga menjadi sarana hiburan. Perubahan lainnya adalah daya beli masyarakat yang meningkat. Semua perubahan ini memicu maraknya restoran dengan berbagai layanan yang ditawarkan.

Makan di luar kini jadi budaya

Mencermati gejala dan perubahan ini, pakar marketing Dr Freddy Rangkuty dalam menyarankan agar para pelaku bisnis selalu memegang prinsip 3 M. ”Market, message, dan medium (3M) mesti menjadi acuan penting dalam menjalankan bisnis ini,” kata Rangkuty dalam sebuah worskhop tentang bisnis restoran yang diselenggarakan oleh IFBEC pada akhir Oktober lalu. Ia menguraikan, market restoran harus sudah ditetapkan sejak awal pendirian restoran. Target konsumen restoran telah ditetapkan, sehingga restoran yang akan dijalankan telah memiliki segmen konsumen tersendiri. Misal, restoran khusus untuk karyawan, untuk keluarga, untuk anak muda, atau untuk kalangan penyuka makanan khas suatu negara. Rangkuty menegaskan, restoran yang melayani segmen pasar terlalu luas (tidak spesifik), sama saja dengan tidak melayani atau tidak menjual apa-apa.

Message atau pesan yang ingin disampaikan kepada konsumen dalam menjalankan bisnis restoran juga harus jelas dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Namun Rangkuty mengingatkan agar hati-hati untuk menghindari “promise a lot, and deliver less”. Terlalu banyak janji akan mengakibatkan ekspektasi konsumen terlalu tinggi, yang jika kita tidak mampu memenuhinya, akan mengakibatkan pelanggan menjadi kecewa. Pelanggan kecewa berdampak buruk bagi restoran, karena pelanggan seperti itu akan berbicara hal-hal negatif kepada teman-teman dan relasinya. Untuk itulah pesan yang disampaikan tentang aneka layanan yang ada di restoran harus sesuai dengan fakta yang dijalankan dalam aktifitas restoran sehari-hari,” jelas Rangkuty.

Adapun medium, merupakan cara mengomunikasikan pesan yang ingin disampaikan dan melalui saluran yang tepat. Misalnya dengan mempromosikan restoran dengan memasang iklan di sebuah majalah khusus restoran yang beredar di kalangan tertentu, yang target pasarnya memang sudah jelas. Pemilihan cara komunikasi dan medium yang digunakan akan menjadi salah satu kunci sukses promosi restoran yang dijalankan.

Diperlukan strategi marketing jitu

Seiring dengan perubahan perilaku masyarakat, tren bisnis pun banyak mengalami perubahan. Dewasa ini, tren marketing lebih berorientasi pada merek. Maka, merek restoran pun harus dibangun dan hubungan baik dengan pelanggan perlu terus dibina. ”Saat ini, product, price, place, promotion (4P) saja tidak cukup. Perlu langkah lain untuk melengkapinya,” tutur Rangkuty. Langkah lain itu yakni ditambah dengan 6 P berikutnya, yakni:

  • People. Pengelola restoran harus melayani pelanggan dengan smart
  • Process. Pelanggan tidak mau menunggu lama, sehingga proses layanan di restoran harus dilakukan dengan cepat
  • Physical Evidence. Bukti fisik dari janji-janji promosi yang telah disampaikan harus sesuai dengan kenyataan yang ada. Misal, janji kenyamanan restoran, kebersihan dan sanitasi restoran, parkir yang luas, serta kelengkapan menu yang ditawarkan, semua janji- janji tersebut harus ditepati
  • Partnership. Restoran sebaiknya membangun jaringan pelanggan yang setiap saat akan kembali ke restoran, dan diharapkan merekomendasikannya kepada teman atau relasinya
  • Power. Restoran harus memiliki brand yang kuat. Jika brand-nya sudah kuat, harga mahal pun bisa dijalankan, karena yang dijual adalah merek, bukan semata- mata masakan yang lebih bersifat komoditi.
  • Pray. Berdoa kepada Tuhan untuk kesuksesan bisnis restoran yang dijalankan

Efektif menjalankan promosi

Agar promosi restoran dapat berjalan secara efektif, hal pertama yang harus dilakukan menurut Rangkuty adalah berpikir positif, bahwa program promosi yang akan dilakukan akan berhasil. Langkah berikutnya, Rangkuty menyarankan untuk tidak menggunakan gaya promosi yang ketinggalan jaman, karena dunia kini sudah berubah. Sudah saatnya kini untuk mempertimbangkan tren marketing modern saat ini dan yang akan datang. Perlu juga untuk mempertimbangkan perilaku konsumen yang terus berubah dari waktu ke waktu. Perilaku konsumen tersebut banyak dipengaruhi oleh kondisi perekonomian atau kondisi kehidupan sosial ekonomi negara.

Dalam menjalankan bisnis ini, sebisa mungkin untuk tidak menjual menu, namun yang dijual adalah layanannya. Menu hanyalah salah satu item dari keseluruhan bisnis restoran yang dijalankan. Itulah sebabnya, bisnis restoran tidak sekadar menyediakan menu, namun harus diikuti dengan berbagai aktifitas lain yang mendukung. Pelanggan harus senantiasa dilibatkan dalam aktivitas restoran, misalnya dengan menyertakan ide-ide dari pelanggan tentang program-program kegiatan yang akan dilakukan pihak restoran. Keterlibatam pelanggan akan menjadi pengalaman yang unik bagi mereka. Hal ini disebabkan pelanggan datang ke restoran untuk membeli fantasi, fun, service, entertainment, dan memori. ”Hal-hal semacam inilah disebut sebagai menjual sebuah emotional product,” kata Rangkuty. Yang patut diingat, promosi bukanlah perang antar restoran, melainkan perang perihal persepsi suatu restoran.Restoran dapat dikreasi persepsinya melalui berbagai program promosi yang efektif, sehingga dapat memperkuat positioning restoran yang dijalankan.

Hal yang tak kalah penting adalah pengelola sudah harus mulai memperhatikan tren promosi di masa depan. Di antaranya yakni: go green (ramah lingkungan), iklan media luar (out door advertising), mobile phone, online social marketing, online streaming video interaktive brand experiences, one on one customer interaction, serta promosi melalui video gaming. Beberapa tren promosi masa datang tersebut perlu mendapat pertimbangan sebagai bahan penting dalam menetapkan strategi promosi restoran di masa datang. Perilaku konsumen akan senantiasa berubah, maka strategi promosi yang dijalankan pun harus mengikutinya. Andang Setiadi

Artikel Lainnya

  • Jun 03, 2019

    Peranan Gula dalam Kue Kering

    Gula berperan terhadap sifat sensoris produk kue kering, terutama warna dan tekstur. Warna kue kering ditentukan oleh reaksi maillard yang terjadi selama proses pemanggangan. Gula putih kurang berperan dalam reaksi maillard karena lebih banyak mengandung sukrosa. Untuk lebih mengembangkan warna dan aroma dapat digunakan dark sugar seperti molase, madu, dan gula merah yang memiliki kadar glukosa dan fruktosa lebih tinggi sehingga reaksi maillard dapat berlangsung lebih intensif.   ...

  • Mei 31, 2019

    Ragam Penyajian Ketupat di Berbagai Daerah

    Mengisi selongsong ketupat tidak hanya dari beras. Di wilayah Sumatera Barat dan Sulawesi, ketupat dibuat dari beras ketan putih dan dimasak dengan santan. Ketupat ini mempunyai tekstur yang lebih liat dan citarasanya lebih gurih. Di Sumatera Selatan, ada beberapa yang membungkus beras ketannya dengan daun pandan, sehingga aromanya jauh lebih wangi. Lauk-pauk pendamping ketupat pun banyak macamnya, umumnya juga disesuaikan dengan makanan khas di daerah masing-masing. Contohnya, di Pulau Jawa, ketupat dimakan bersama opor ayam, sambal goreng hati, dan sayur godog, sedangkan di Sumatera, masyarakatnya lebih senang menyantap ketupat dengan rendang daging dan sayur labu yang pedas. Penyajian ketupat berikut, bisa jadi ide untuk menjamu tamu saat lebaran nanti. KETUPEK BAREH Ketupat ini banyak dibuat di daerah Sulawesi dan pesisir barat Sumatera Utara (Sibolga). Terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan daun kelapa muda, kemudian direbus dengan santan supaya gurih. Biasa dihidangkan bersama sambal kelapa dan asam padeh ikan. KETUPEK SIPULUT Besarnya seperti ketupat pada umumnya. Terbuat dari beras ketan putih, yang bagian luarnya dilumuri santan kental. Jadi, isi ketupatnya sedikit lunak. Banyak dibuat di Sumatera Barat. Sedangkan di pesisir barat Sumatera Utara, ketupat ketan dibuat lebih kecil dan disangrai setelah direbus matang, sehingga hasilnya lebih kering dan tahan lama. Ketupat ini biasa disajikan bersama tapai ketan hitam atau rendang. KETUPAT PALAS Ketupat ketan yang dibuat dengan menggunakan daun palas sebagai bahan kulitnya. Bentuknya segitiga dan dimasak dengan santan. Banyak dibuat di daerah Kalimantan. Biasa disajikan bersama rendang, serundeng, serta kuah kacang. KETUPEK KATAN KAPAU Ketupek katan dari Kapau (Padang) ini berukuran kecil. Ketan dibungkus dengan daun kelapa muda, lalu direbus dengan santan. Ketupat ketan biasanya dimakan langsung sebagai hidangan penutup, atau bisa juga disandingkan dengan lauk pedas, seperti itik cabai hijau dan rendang. KETUPAT GLABED Ketupat dari beras khas Tegal, disajikan bersama iga kuah santan dan satai kerang. Tampilan kuah iga mirip seperti opor, berwarna kekuningan berkat penggunaan kunyit sebagai salah satu bumbunya. Makin enak menyantap ketupat glabed dengan taburan kerupuk mi, bawang goreng, dan minyak cabai. KETUPAT KANDANGAN Ketupat ini berasal dari Desa Kandangan, di wilayah Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ketupat berkuah santan berisi ikan gabus panggang. Aroma khas ikan yang dipanggang mempercantik rasa kuah. Makin sedap menyantap ketupat kandangan ditemani sambal ulek dari tomat dan terasi. KETUPAT SAYUR PADANG Pilihan sayurnya, bisa sayur nangka muda atau sayur daun pakis, yang dimasak gulai. Atau bisa juga dikombinasikan keduanya saat penyajian. Tak ketinggalan, rendang atau telur balado lengkap dengan kerupuk merahnya, menjadi pendamping yang pas menikmati ketupat sayur ini. LAKSA KETUPAT Selain dimakan bersama sayur berkuah santan, versi lain ketupat Betawi, disandingkan dengan laksa. Kuah laksa dibuat dari campuran bumbu dan rempah yang cukup banyak, mulai dari bawang, cabai, lengkuas, jahe, kencur, temu mangga, kunyit, merica, ketumbar, jintan, dan kelabat. Ditambah lagi teri medan, kelapa parut sangrai, dan ebi kering juga turut ‘memeriahkan’ kuah laksa. Tak heran, bumbu dan bahan yang ramai ini membuat kuah laksa terasa begitu sedap. KI-37   ...

  • Mei 30, 2019

    Tren Buka Puasa di Luar Rumah

    Berbuka di luar rumah memang telah menjadi tren, terutama bagi kaum muda. Di samping untuk memilih menu yang lebih beragam, tren berbuka bersama teman-teman dekat atau pun teman lama untuk menjalin kembali silaturahmi juga meningkatkan permintaan terhadap restoran, terutama yang secara khusus memberikan paket atau menyediakan hidangan Ramadan. Hal tersebut tentu menjadi peluang pelaku usaha restoran maupun kafe untuk berlomba-lomba menyediakan menu dan tempat yang cocok untuk berbuka puasa. ...

  • Mei 28, 2019

    Kue Apem: Makna Tradisi dan Religi, serta Manfaatnya

    Lebih dari sekadar simbol religi dan tradisi, apem mewariskan teknologi pengolahan pangan berupa fermentasi tradisional. Teknologi fermentasi merupakan proses bioteknologi paling tua yang melibatkan peran mikroorganisme untuk meningkatkan karakteristik sensori produk. ...

  • Mei 28, 2019

    Olahraga yang Dianjurkan ketika Berpuasa.

    Olahraga merupakan gaya hidup sehat yang hendaknya rutin dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali semiggu selama satu jam tergantung jenis olahraganya. Ketika berpuasa, olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tingkatannya sedang, misalnya jalan cepat baik outdoor maupun di atas treadmill. ...