Gula Tak Selalu Manis Manis Tak Selalu dari Gula



 

Gula tidak selalu memberikan pengalaman makan yang manis bagi setiap orang. Gula bisa juga menyebabkan ”rasa pahit” jika dikonsumsi berlebihan.

Peranan gula sebagai pemanis tentunya sangat besar. Jika bicara soal gula yang biasa dikonsumsi sehari-hari, nama kerennya adalah sukrosa. Sebenarnya keluarga gula tak hanya sukrosa, ada juga glukosa, galaktosa, rafinosa, dan lain-lain. Tetapi, yang banyak digunakan di rumah tangga adalah sukrosa.
Sukrosa merupakan gula sederhana yang mudah diserap dalam tubuh dan menghasilkan energi 4 Kal/g. Konsumsi berlebihan sukrosa berpotensi menyebabkan kegemukan. Bahkan, bagi penderita diabetes, konsumsi gula sederhana seperti sukrosa sebaiknya minimalkan, sebab dapat meningkatkan konsentrasi gula darah dengan cepat.
Oleh sebab itu, banyak orang yang takut dan lantas menghindari konsumsi sukrosa. Solusinya pun jatuh pada penggunaan pemanis subtitusi. Di hotel dan restoran, kini hampir selalu tersedia dua (bahkan tiga) jenis gula untuk para konsumennya, yakni gula sukrosa, brown sugar, dan jenis pemanis lain dengan klaim rendah kalori.

Walau seringkali menuai kontroversi, namun penggunaan pemanis rendah kalori (bahkan zero calorie) terus berkibar. Badan POM sendiri, melalui SK Kepala BPOM RI No. HK.00.05.5.1.4547 tentang Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pemanis Buatan dalam Produk Pangan menetapkan 13 jenis pemanis buatan yang diijinkan penggunaannya untuk jenis pangan tertentu, dengan batas penggunaan maksimum yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa jenis pemanis buatan yang diijinkan BPOM, yang sering ditemui, baik di industri jasa boga maupun industri pangan pada umumnya.

Berikut adalah beberapa jenis pemanis buatan yang diijinkan BPOM, yang sering ditemui di industri pangan pada umumnya.

Aspartam

Pemanis ini memiliki tingkat kemanisan yang mencapai 200 kali di atas sukrosa. Akibatnya, bisa digunakan jauh lebih sedikit dibandingkan sukrosa. Di pasaran, aspartam (dicampur dengan sorbitol) banyak ditemukan sebagai alternatif gula meja pengganti sukrosa.

Sorbitol

Pemanis ini merupakan gula alkohol. Biasanya dikombinasikan dengan aspartam sebagai gula meja. Hal ini dikarenakan, sorbitol hanya memiliki tingkat kemanisan relatif 50-70% di bawah sukrosa. Namun karena kandungan kalorinya lebih rendah, yakni hanya berkisar 2,6 Kal/g, pemanis ini cukup banyak dilirik.

Siklamat

Pemanis ini merupakan satu-satunya yang berasal dari sukrosa. Tingkat kemanisannya 600 kali sukrosa dan rasanya sangat mirip gula (sukrosa). Selain itu, tidak memiliki after taste.

Sakarin

Sakarin memiliki sejarah yang panjang dalam perjalanan inovasi dan regulasi pemanis rendah kalori. Sempat dilarang penggunaannya oleh FDA (BPOM-nya Amerika Serikat), tapi larangan itu kemudian dicabut. Sakarin banyak digunakan oleh produsen chewing gum, soft drinks, buah kaleng, salad dressing, dan sebagainya. K-09

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...