Plastik untuk Kemasan Pangan



 

Plastik merupakan salah satu jenis polimer hasil rekayasa teknologi manusia. Jenis plastik yang banyak digunakan dan aman yakni high density polyethylene (HDPE), low density polythylene (LDPE), polyethylne therephthalate (PET), polystyrene (PS), polypropylene (PP), polycarbonate (PC), dan polyvinylchloride (PVC).

Penjelasan seputar plastik dan fungsinya sebagai bahan kemasan pangan tersebut diuraikan dalam talkshow yang diselenggarakan oleh Himpunan Polimer Indonesia(HPI), dan Federasi Pengemas Indonesia(FPI) di Jakarta pada pertengahan Agustus lalu. Acara digelar dalam rangka Pameran Indopack 2009 oleh Wahana Kemala Niaga Makmur. Dalam acara itu, ahli kemasan dari Pusat Teknologi Material BPPT Lies A.Wisojodharmo menjelaskan, di kehidupan sehari-hari plastik biasa digunakan untuk kemasan untuk kemasan susu, minyak goreng, mentega, kecap, saus, jus, teh, isotonik, dan lain-lain. Plastik PET misalnya, biasa digunakan untuk produk pangan yang berbahan lemak dan minyak, juga kemasan untuk beberapa produk minuman.

Di antara bahan kemasan yang ada, plastik adalah bahan kemasan yang paling banyak digunakan. Hal ini disebabkan, ”Plastik memiliki sejumlah keunggulan dibanding jenis kemasan lain, yakni lebih ringan, tidak mudah pecah, mudah dibentuk, bahan dasarnya banyak pilihan, mudah diproduksi secara massal, harga relatif murah, dan mudah dipasang label dan dibuat dengan aneka warna,” katanya. K-08

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...