Menikmati Kambing dan Gurame di Bumi Aki



 

Pada 1995 mie rebus dan jagung bakar merupakan hidangan utama yang ditawarkan oleh restoran yang semula namanya digunakan sebagai sebuah villa di lokasi tersebut.

Melihat terus meningkatnya intensitas yang berkunjung membuat si pemilik berpikir untuk mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Setelah melakukan survei kecil-kecilan terhadap karyawan dan pelanggan, maka menu yang ditawarkan semakin beragam sejak tahun 2000. Rumah makan Bumi Aki itulah nama tempat makan tersebut. Rumah kakek, atau tempat milik kakek adalah arti dari nama yang diambil dari bahasa sunda ini. Diharapkan dengan merasakan aneka masakan dan suasana alami yang ada di tempat ini, para pengunjungnya bisa bernostalgia dengan suasana ketika berada di rumah kakeknya. Selain itu, namanya juga diambil dari nama villa yang hadir ditempat itu sebelumnya. Demikian sedikit cerita asal-muasal dari nama rumah makan ini.

Melihat terus meningkatnya intensitas yang berkunjung membuat si pemilik berpikir untuk mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Setelah melakukan survei kecil-kecilan terhadap karyawan dan pelanggan, maka menu yang ditawarkan semakin beragam sejak tahun 2000. Rumah makan Bumi Aki itulah nama tempat makan tersebut. Rumah kakek, atau tempat milik kakek adalah arti dari nama yang diambil dari bahasa sunda ini. Diharapkan dengan merasakan aneka masakan dan suasana alami yang ada di tempat ini, para pengunjungnya bisa bernostalgia dengan suasana ketika berada di rumah kakeknya. Selain itu, namanya juga diambil dari nama villa yang hadir ditempat itu sebelumnya. Demikian sedikit cerita asal-muasal dari nama rumah makan ini.

Jika berangkat dari arah Cianjur menuju Bogor maka akan melewati jalan menanjak dan sebelum jalur satu arah, maka tempat makan ini bisa terlihat di sebelah kiri. Kondisi macet total yang sering dialami jika melewati jalan Puncak-Cipanas setiap hari Sabtu-Minggu atau hari libur nasional membuat Bumi aki cocok untuk dijadikan tempat beristirahat.

Ditambah lagi dengan tempatnya tepat di pinggir lembah yang menghadirkan suasana sejuk, dan panorama dengan pemandangan gunung gede-pangrango juga bisa dilihat dengan jelas membuat sensasi sendiri ketika beristirahat sambil menyantap setiap makanan yang ada.

Bumi Aki memiliki dua bangunan utama dengan satu tempat makan yang berada di lantai 2 dan satu lagi bangunan yang bergaya tradisional. Keduanya sama-sama menawarkan pungunjung untuk makan “lesehan”. Beberapa jenis permainan anak, dan musola yang tidak kecil, bersih dan nyaman juga disiapkan untuk membuat semakin nyaman para pengunjung.

Rumah makan ini oleh sebagian pengunjung dikenal dengan nasi goreng kambing yang begitu lezat, tapi ada juga yang mengatakan spesialis sate dan sop kambing. Kalau diambil benang merahnya ada satu kesamaan yaitu Bumi Aki spesialis dalam makanan berbahan utama kambing. Meskipun di daerah puncak mulai bermunculan tempat makan yang menawarkan makanan yang serupa, akan tetapi Bumi Aki tidak merasakan kehilangan pelanggannya. “Dari dulu hingga sekarang semakin ramai,” kata Ade Sahidin Operasional Manager Bumi Aki. Mengapa aneka makanan “kambing” nya begitu diminati?

Ketika kali pertamanya merasakan sate dan sop kambing yang begitu empuk, lalu tidak terasa “menempel” lemak yang biasa dirasakan ditempat lain. Aroma bau juga tidak didapati dalam menu tersebut.” Kita benar-benar mengambil daging kambing betina yang berusia muda,” kata Ade. Aneka makanan ‘Kambing” ditawarkan dengan harga yang bisa terjangkau. Lihat saja sop kambing yang dipenuhi dengan dagingnya ditawarkan dengan harga Rp 22 ribu dan sate kambing Rp 28 ribu/porsi. Yang paling tinggi harganya mencapai Rp 35 ribu yaitu sop buntut goreng Bumi Aki. “Setiap hari libur lebih dari 200 kg daging kambing yang diolah untuk dijadikan aneka makanan disini,” katanya.

Selain makanan berbahan dasar “kambing” gurame goreng dan bakar ternyata ditawarkan oleh Bumi Aki. Makanan ini juga tidak kalah favoritnya dalam hal pesanan yang dipilih oleh pengunjung. Rasanya begitu gurih, apalagi dimakan dengan cocolan ke sambal kecap atau bumbu kacang. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 32 ribu/porsi hingga
Rp 170 ribu/porsi.

Jangan heran jika berkunjung pada hari libur ke Bumi Aki suasana ramai akan terlihat, bahkan anda harus rela antri dulu untuk tempat lesehannya. Untuk mengatasi kejenuhan karena lamanya mengantri, Bumi Aki juga menyediakan ‘jajananan’ seperti skoteng dan jagung bakar yang bisa langsung dipesan. K-10

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...