Jajanan Sehat di Kantin Sehat



 

Setidaknya 40% dari 40 juta siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah umum di negeri tercinta ini mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan saat mereka berada di sekolah.

Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 85% jajanan yang dijual tersebut berpotensi menyebabkan keracunan. Data monitoring Pusat Jajanan Anak Sekolah BPOM pada tahun 2006, menyatakan bahwa 49.43% pangan jajanan anak sekolah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Cemaran mikroba dan penyalahagunaan bahan tambahan untuk pengawet begitu akrab dengan jajanan anak sekolah. Hal ini diperparah dengan buruknya kondisi sanitasi dan higienitas kantin-kantin sekolah. Tentunya, apabila kondisi yang carut marut ini terus dibiarkan tanpa ada upaya yang konkrit, penurunan kualitas sumber daya manusia anak usia sekolah yang merupakan asset yang sangat berharga untuk masa depan negeri ini menjadi demikian sulit terelakan. Untungnya, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional telah melalukan sebuah program yang sangat strategis. Dana sebesar 10 milyarpun dikucurkan untuk membangun 288 buah kantin sehat sekolah (KSS) yang tersebar di 33 provinsi.

Pangan jajanan kerap menjadi makanan yang lebih disukai daripada makanan yang disediakan di rumah, terlebih bagi anak sekolah. Pangan yang mereka konsumsi umumnya miskin akan buah dan sayur. Cemilan yang mengandung penyedap rasa dan tingggi garam, minuman bersoda atau berkarbonat serta makanan cepat saji (fast food) yang tinggi kandungan lemak, protein, serta rendah serat menjadi menu utama yang disajikan di kantin sekolah.

Pangan jajanan kerap menjadi makanan yang lebih disukai daripada makanan yang disediakan di rumah, terlebih bagi anak sekolah. Pangan yang mereka konsumsi umumnya miskin akan buah dan sayur. Cemilan yang mengandung penyedap rasa dan tingggi garam, minuman bersoda atau berkarbonat serta makanan cepat saji (fast food) yang tinggi kandungan lemak, protein, serta rendah serat menjadi menu utama yang disajikan di kantin sekolah.

Makanan jajanan haruslah sehat, aman dan bergizi yaitu mengandung zat-zat yang diperlukan seorang anak untuk dapat hidup sehat dan produktif. Makanan tersebut tentunya harus bersih, tidak kadaluarsa, dan tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya bagi kesehatan. Idealnya makanan jajanan tersebut berasal dari pangan yang beragam dan bergizi seimbang. Pangan yang beragam dan bergizi seimbang disarankan dikonsumsi karena tidak ada satu jenis pun makanan yang mengandung semua zat gizi secara lengkap. Apabila terjadi kekurangan disalah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan maka akan dilengkapi dari makanan yang lain. Pangan yang beragam dan bergizi seimbang dalam hidangan sehari-hari minimal harus terdiri dari satu jenis makanan sumber zat tenaga, satu jenis sumber zat pembangun dan satu jenis sumber zat pengatur sehingga terdiri dari tiga kelompok pangan (pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah).

Terkait dengan gizi seimbang untuk anak sekolah dan remaja, pemerintah telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk anak sekolah dan remaja. Pesan-pesan dalam pedoman tersebut hendaknya diterapkan dalam menyusun makanan untuk anak usia sekolah agar anak sekolah tersebut mempunyai kebiasaan makan yang baik guna mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.

Kantin sehat

Kantin atau warung sekolah merupakan salah satu tempat jajan anak sekolah selain penjaja makanan jajanan di luar sekolah. Kantin sekolah mempunyai peranan yang penting dalam mendorong pesan-pesan kesehatan dan menentukan perilaku makan siswa melalui penyediaan makanan jajanan di sekolah. Kantin sekolah dapat menyediakan makanan sebagai pengganti makan pagi dan makan siang di rumah, camilan dan minuman yang sehat, aman dan bergizi.

Untuk memenuhi peranannya di sekolah maka kantin yang ada hendaknya harus dapat mewujudkan suatu kondisi kantin yang sehat. Kantin sehat adalah kantin yang secara fisik baik bangunan,sarana dan prasarana pendukungnya sesuai dengan standar kesehatan serta dapat menyediakan makanan dan minuman yang sehat, bergizi dan aman dikonsumsi. Tentunya untuk menyediakan makanan yang aman di kantin sekolah perlu dibuat semacam guide line untuk memudahkan implementasi di lapangan.

 

Menjaga kebersihan dapat dilakukan dengan cara: mencuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air bersih (Gambar 1.) (Nuraida, dkk 2009). Hal ini dilakukan sebelum memasak atau menyiapkan pangan, sebelum atau setelah menyentuh pangan, setelah menyentuh bahan mentah, setelah dari toilet dan setelah memegang benda yang kotor. Merawat kuku tetap pendek dan menjaga kuku tetap bersih, membersihkan dan mensanitasi permukaan tempat/meja dimana bahan pangan akan diletakkan dan dimasak juga merupakan bagian dari bagaimana menjaga kebersihan di kantin sehat. Berkenaan dengan hal ini tentunya peran pekerja yang langsungmenangani pangan harus benar-benar memperhatikan prosedur kerja standar.

Disamping menjaga kesebersihan, penanganan bahan baku pun tidak kalah pentingnya. Pangan mentah terutama daging, unggas dan pangan asal laut serta cairannya mengandung mikroba berbahaya yang mungkin berpindah ke pangan lain selama persiapan dan penyimpangan pangan dapat menjadi sumber pencemaran sehingga terjadi kontaminasi silang. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini. (1) mencuci tangan setelah menangani pangan mentah, (2) menggunakan perlatan terpisah untuk menangani pangan mentah dan pengan matang (jika digunakan peralatan yang sama, maka peralatan yang telah digunakan untuk pangan mentah harus segera dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk pangan siap santap/matang), (3) menggunakan lap yang berbeda untuk mengeringkan peralatan masak dan makan, dan untuk membersihkan meja dan mengeringkan tangan, (4) menyimpan pangan dalam wadah yang terpisah (menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan yang sedang disiapkan), serta (5) memisahkan daging, unggas, pangan asal laut mentah dari pangan lain.

Kunci ketiga untuk menghasilkan pangan yang aman yaitu memasak pangan dengan benar. Pemasakan dilakukan dengan seksama sampai seluruhnya terpapar panas karena pemasakan yang tepat dapat membunuh hampir semua mikroba berbahaya. Kunci selanjutnya yaitu menyimpan pangan pada suhu yang aman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: (1) menjaga semua pangan dalam keadaan tertutup untuk menghindari hinggapnya serangga (misalnya lalat yang dapat menyebarkan penyakit menular), (2) tidak menyimpan pangan matang yang dibuat dari pangan beresiko tinggi seperti daging dan ikan pada suhu ruang lebih dari dua jam karena pada kondisi ini mikroba dapat memperbanyak diri sampai pada jumlah yang menyebabkan pangan tidak aman dikonsumsi (3) menyimpan semua pangan matang dan mudah rusak pada suhu dingin (lebih baik 5oC), serta (4) menjaga makanan yang disajikan panas tetap tetap panas pada suhu lebih tinggi dari 60oC karena sebagian besar mikroba penyebab penyakit tidak dapat bertahan pada suhu tinggi.

Kunci terakhir yang tak kalah pentingnya yaitu menggunakan air dan bahan baku yang aman, dapat dilakukan dengan cara: (1) menggunakan air yang tidak berwarna dan tidak berbau (air terbebas dari mikroba dan bahan kimia yang dapat menyebabkan kesehatan), (2) memilih pangan segar dan utuh, (3) jangan menggunakan bahan pangan setelah tanggal kadaluarsanya, dan (4) mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum disajikan atau digunakan, serta membuang bagian yang busuk atau memar. Apabila lima kunci diatas dapat diimplementasikan dengan baik dan benar, maka harapan akan terwujudnya kantin sekolah yang sehat disekitar kita menjadi demikian terbuka.
Virna Berliani Putri

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...