Bekerja & Bermain di Negeri Kidzania



 

Anda ingin memberikan kebebasan bermain tapi sambil belajar (edutainment) kepada anak-anak? Jika iya, Kidzania adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Negeri yang sengaja diciptakan khusus untuk mewujudkan impian anak-anak seluruh dunia ini, bakal memberikan hiburan bagi anak Anda dengan segala hal terkait mewujudkan secara nyata cita-cita mereka ketika mereka dewasa nanti.

Singkat kata di tempat ini anak-anak diposisikan menjadi orang dewasa dengan berbagai profesei. Mereka bisa menjadi seorang dokter, pemadam kebakaran, bankir, polisi, pembalap, pilot, pelukis, dan lebih dari 100 profesi lainnya. Anak-anak bisa memakai seragam berbagai profesi tersebut, mereka juga “kerja nyata” sesuai profesi yang sedang dicobanya.

Suasana Kidzania sebagai “kota Anak-anak” sudah terasa sejak memasuki tempatnya yang mirip sebuah kota metropolitan yang penuh dengan aneka gedung, tersedianya jalan raya lengkap dengan berbagai macam rambu lalu lintas hingga gedung khusus pertunjukan drama. Karena memang tempatnya khusus untuk anak-anak maka tidak mengherankan jika skala ukuran semua fasilitas juga agak kecil dan disesuaikan dengan anak-anak usia 13 tahun ke bawah.

Ministry of marketing communication Kidzania, Ari Kartika, mengatakan tempatnya memang dirancang supaya anak-anak bisa melakukan berbagai aktifitas, berbagai permainan yang mendunia dan alamiah. Tak usah heran jika menemukan aneka mobil polisi, pemadam kebakaran, bis, taksi, hingga ambulan. Makanya jangan heran jika suasana kota ramai sangat terasa di tengah kota kidzania.

Menghadirkan Industri pangan

Menurut Ari, kehadiran industri pangan di kota tersebut semakin menambah hidupnya kota tersebut. Anak-anak juga bisa bekerja atau berkunjung di berbagai industri coklat, mi instan, keju, hingga industri minuman. Tentu saja menjadi pengalaman yang luar biasa, karena di tempat tersebut mereka bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan aneka makanan dan minuman favorit mereka selama ini.

Belum puas dengan berbagai pekerjaan tersebut, anak-anak bisa diajak serius untuk belajar memasak aneka makanan favorit di beberapa industri pangan tersebut. Selain di industri pangan, anak-anak juga bisa menjadi murid sekolah kuliner. Di tempat tersebut mereka bisa menjadi seorang chef pizza, chef burger dan chef bakery center. Di tempat tersebut mereka diajarkan tahapan untuk membuat makanan dengan rinci tahapannya hingga matang. Hasilnya juga bisa dimakan atau dibawa pulang, sebagai kenangan dari usaha mereka.

Banyaknya aktifitas anak-anak di Kidzania, tentu saja membuat banyak energi yang keluar. Akhirnya, rasa haus dan lapar pun pasti menghinggapi semua anak-anak. Padahal peraturan di Kidzania menyebutkan tidak diperbolehkan membawa aneka makanan dan minuman ke dalam kota tersebut. Wah gawat tuh !!

Tenang saja Kidzania akan memberikan paket makanan kepada setiap anak-anak. Paket sudah termasuk di dalam biaya yang dikeluarkan anak-anak yang memang datang bersama rombongan besar seperti dari sekolahan atau perkumpulan lainnya. Jika anak Anda datang tidak dengan rombangan, jangan khawatir, karena sebuah restoran juga hadir di pusat kota tersebut.


Restoran yang memang diciptakan untuk melayani keperluan anak-anak bahkan orang dewasa yang memang sengaja ingin mendampingi mereka. Karena anak-anak adalah konsumen utama, maka tidak mengherankan jika aneka makanannya didominasi oleh menu yang digemari mereka. Menurut Asisten manager F&B, Sukron, sejak awalnya Kidzania restoran ini fokus utamanya menyediakan makanan untuk anak-anak. “Makanya dalam penyusunan menu ini kami mengadakan survei secara mendalam mengenai makanan atau menu apa yang disukai oleh anak-anak,” katanya.

“Kami juga mengadakan wawancara dengan orang tua, guru maupun anak-anak. Melalui survey tersebut, kami mengetahui bahwa anak-anak tidak menyukai makan yang pedas maupun asam. Dan anak-anak lebih menyukai sesuatu yang crispy, gurih tetapi bergizi serta manis,” lanjut Sukron.

Setelah mendapatkan kesimpulan keinginan dari mereka, baru chef menyusun menu makanannya. Hasilnya, jangan mengherankan jika hampir semua menu makanan yang ditawarkan digemari oleh pengunjung baik orang tua maupun anak-anak. Meskipun Kidzania adalah waralaba yang berpusat di Meksiko, tapi dari segi menu yang ditawarkan tidak semuanya sama. Menu lokal seperti nasi goreng kampong, mi ayam, sop buntut, dan tahu isi tersedia direstoran yang mempunyai nama Main Square ini.

Menurut Sukron, tantangan restoran ini dalam menawarkan aneka menu justru bukan dari anak-anak, melainkan dari orang tua. Maklum saja karena para orang tua selalu menjaga kualitas makanan anak-anaknya. Para orangtua pun tidak ingin anak-anak mereka memakan makanan yang mengandung zat-zat yang membahayakan. Elfa Hermawan

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...