Cerdas Memilih Makanan untuk Anak ketika di luar Rumah



 

Sebagian besar ayah dan ibu (orang tua) memiliki berbagai aktifitas pekerjaan yang begitu padat. Acapkali kesibukan ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Akhir-akhir ini, salah satu solusi yang sering digunakan untuk melepas persoalan dipekerjaan mereka adalah makan di luar rumah bersama keluarga.

Aktifitas makan bersama keluarga di luar rumah ternyata digemari oleh anak-anak. Makanya tidak mengherankan jika anak yang terbiasa diajak makan diluar, biasanya menagih kembali kepada orangtuanya untuk makan sambil hang out. Dampak positifnya memang kita bisa berkumpul dengan anak-anak. Tapi dibalik ini semua ada yang perlu diwaspadai, karena sering makan di luar bisa jadi tidak menyehatkan bagi seluruh keluarga khususnya anak-anak.

Menurut hasil Penelitian Yayasan Penelitian dan Pendidikan Jantung di Wisconsin Amerika Serikat, anak-anak yang makan di uar setidaknya empat kali dalam seminggu sebenarnya berisiko, untuk penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. Bahkan seorang anak juga cenderung memiliki tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang dapat juga menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa anak yang lebih dewasa adalah yang lebih sering makan di luar. Maklum saja sejak kehadiran restoran cepat saji dan makanan lainnya yang begitu pesat menyebabkan restoran tersebut mudah ditemukan dan dikunjungi di mana-mana. Oleh karena itu sangat penting bagi orangtua untuk cerdas dalam mengarahkan anak-anak dalam memilih makanan yang sehat ketika makan di luar. Hal ini sangat penting bagi anak-anak khususnya dalam belajar bagaimana memilih makanan yang tepat, apakah ketika mereka makan di kantin sekolah, restoran, atau di tempat lain.
Pilihan makanan yang ada di dalam menu memang sudah sejak awal di atur oleh manajemen restoran.


Tips membantu anak-anak dalam mengenali dan memilih makanan sehat:
Memesan makanan yang seimbang
Dorong anak-anak untuk memesan hidangan yang mengandung keseimbangan antara daging, buah-buahan, sayuran, dan roti gandum. Sebuah sandwich daging sapi atau ayam dengan selada dan tomat pada roti gandum adalah pilihan yang sehat. Ikan juga selalu menjadi pilihan yang baik karena mengandung banyak gizi.
Perhatikan ukuran porsi
Banyak restoran cepat saji sekarang menawarkan makanan dengan porsi lebih besar. Bisa saja milih porsi ini, tapi harus bisa dibagi dengan Anda atau saudaranya. selain itu aneka makanan disajikan secara menarik juga semakin mendorong anak bahkan Anda sendiri mengonsumsi lebih banyak daripada kebutuhan makanan yang diperlukan. Oleh karena itu Jangan mendorong anak-anak untuk meng-menjadikan porsi dengan ukuran yang lebih besar lagi, karena hanya akan mendorong makan yang berlebihan
Meminta pesanan khusus jika diperbolehkan
Beberapa restoran memungkinkan pelanggan untuk meminta pesanan khusus. Memesan makanan yang isinya lebih sehat seperti sayuran, bukannya kentang goreng. Meminta agar lemak dari daging yang ada dibuang, dan menggunakan sedikit minyak dan garam. Anda bahkan bisa meminta makanan Anda dimasak dengan minyak zaitun. Dan minta saus disajikan di sisi piringnya, hal Ini supaya Anda bisa sedikit menggunakannya atau tidak sama sekali.

Selalu mempertimbangkan makanan yang dimasak atau siap saji
Banyak makan yang lezat, tetapi mungkin kandungan lemak dan kalorinya tinggi, hal ini tergantung pada cara pengolahannya. Pilih makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Pilihan tersebut lebih sehat dibandingkan dengan makanan yang digoreng, ditumis.

Memperhatikan menu restoran Sejalan dengan tujuan untuk menyediakan pilihan makanan sehat, beberapa restoran sudah menawarkan makanan yang rendah lemak, kolesterol, dan natriumnya. Beberapa restoran memiliki ikon khusus untuk makanan ini. Oleh karena itu pilihlah restoran yang menawarkan hal tersebut.
Hindari memilih minuman yang bersoda, jus, dan minuman berkalori tinggi lainnya. Banyak minuman menyegarkan seperti milkshake, soda, dan jus yang mengandung kalori kosong, yang tidak semua orang membutuhkannya.
Pilih buah atau serat bukan yang mengandung lemak tinggi Keluarga Anda tetap dapat menikmati hidangan penutup tanpa menambahkan terlalu banyak kalori yang sudah diberikan oleh menu utama. Pilih buah segar atau serbat, dan hindari makanan penutup yang mengandung kalori tinggi. Bahkan jika restoran tidak menawarkan dalam menu mereka. Jadi, mungkin yang terbaik adalah Anda tetap minta pilihan yang lebih sehat.

Oleh karena itu mengajar anak-anak sejak dini tentang bagaimana menentukan pilihan makanan yang tepat, dapat mempengaruhi mereka untuk mempraktekkan kebiasaan yang sehat di kemudian hari. Kita memang jangan sampai menjadi pelanggan yang ribet ketika memesan makanan. Namun, cerdas dalam memilih makanan ini dapat membangun kesadaran anak-anal dalam memilih makanan sehat yang sebenarnya adalah sebuah pilihan. Saat ini kita memang dikelilingi oleh banyak pilihan makanan yang tidak sehat dan porsi makanan yang serba besar, makanya orangtua perlu memainkan peran sehingga anak-anak berada di jalur yang tepat supaya bisa mendapatkan makanan sehat. K-10

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...