Membuat Hidangan Anak menjadi Lebih Menarik



Sudah menjadi rahasia umum, jika bagi sebagian anak, makan menjadi rutinitas yang menyebalkan. Apalagi jika menu yang ditawarkan tidak menarik selera meraka. Atau mungkin kita sering melihat anak-anak enggan mengunyah makanan, di mana makanan yang sudah berada dalam mulut hanya di emut.

Fenomena tersebut tentu tidak asing lagi bagi banyak orang tua, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang lebih tinggi. Hal ini menjadi tantangan bagi para orang tua untuk menyiapkan makanan yang mengundang minat dan selera anak.

Salah satu cara yang bisa ditempuh sejak dini adalah dengan melatih anak makan sendiri. Pengenalan menu pada anak, sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah untuk memperkenalkan makanan yang bertekstur paling halus hingga kasar. Mulai dari lauk yang paling sederhana, hingga yang paling komplit susunan menunya. Untuk melatih anak belajar makan sendiri, selipkan pemberian menu dengan bentuk finger food, yakni istilah yang diberikan kepada makanan yang dapat dipegang oleh tangan atau jari jemari bayi. Misalnya jenis makanan kudapan atau camilan (snack) seperti potongan buah, sayuran, keju, biskuit, dan lainnya.

Dengan finger food, si kecil dapat bereksplorasi dengan cita rasa. Tidak hanya itu, dengan menjumput makanannya sendiri, keterampilan motorik halus bayi juga jadi terlatih, serta merangsang pertumbuhan gigi dengan baik.

Kesulitan makan pada anak merupakan masalah klasik. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut antara lain 1) tahapan pengenalan MPASI tidak dilakukan secara baik dan benar, 2) kurang bervariasinya menu yang diberikan, 3) terlalu cepat memperkenalkan bahan tambahan penguat rasa, 4) suasana makan yang kurang mendukung, dan 5) orang tua terjebak pada faktor enak tanpa memperhatikan faktor gizi. Selain itu, hindari masa picky eater, yaitu kebiasaan pilih-pilih makanan yang biasanya muncul pada usia pra sekolah. Biasanya, kebiasaan ini merupakan tiruan dari prilaku orang tuanya. Untuk mengatasi hal tersebut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah 1) sajikan makanan secara lebih kreatif, 2) gunakan peralatan atau piranti yang menarik bagi anak, 3) jelaskan secara sederhana pantingnya makanan bergizi, 4) temani anak pada saat makan dan ciptakan kondisi nyaman, 5) serta variasikan makanan, baik dari segi bahan, rasa, dan cara penyajian. Hindah Muaris

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...