Alergi Pangan pada Anak



 

Walau alergi pangan juga bisa terjadi pada orang dewasa, namun anak-anak adalah golongan yang paling rentan mengalami hal tersebut. Diperkirakan setidaknya ada 4-8% dari total populasi anak yang mengalami alergi pangan. Kurangnya informasi dan pengetahuan terhadap hal tersebut, seringkali menyebabkan larangan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan.

Alergi pangan terjadi karena adanya reaksi penyimpangan (adverse reaction) yang melibatkan sistem imun dan komponen pangan. Terdapat beberapa jenis adverse reaction yang melibatkan sistem imun tubuh, yang intinya adalah melindungi tubuh agar tahan terhadap penyakit. Khusus berkaitan dengan kejadian alergi pangan, terdapat tiga komponen utama yang terlibat, yakni alergen, immunoglobulin E (IgE), serta mast cell dan basophils.

Alergen adalah komponen pangan yang menstimulasi sistem imun sehingga terjadi adverse reaction. Suatu bahan/produk pangan bisa mengandung lebih dari satu jenis alergen, yang umumnya adalah protein.

Individu yang mengalami alergi akan mengalami peningkatan jumlah IgE, antibodi yang terdapat dalam sistem imun. Jutaan antibodi IgE akan beredar dalam darah, kemudian akan mengikat sel darah yang bernama basophils, dan akhirnya masuk ke jaringan tubuh mengikat mast cell.

Basophil dan mast cell merupakan sel khusus dalam sistem imun, yang memiliki peranan penting dalam memproduksi reaksi alergi. Kedua komponen ini memproduksi dan menyimpan berbagai senyawa seperti histamin, penyebab timbulnya gejala alergi.

Ketika IgE yang berikatan pada permukaan sel basophil dan mast bertemu dengan alergen, maka akan dilepaskan mediator seperti histamin, prostaglandin, dan leukotrienes. Ketiganya merupanan penyebab reaksi alergi yang ”powerful”.

Gejala alergi

Walaupun komponen penyebab terjadinya alergi bisa terdapat pada beraneka ragam bahan/produk pangan. Namun, terdapat 8 jenis bahan/produk pangan utama yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi, yakni susu, ikan, udang dan kerang-kerangan, kacang tanah, kacang pohon (tree nuts), gandum, dan kedelai serta produk-produk turunannya. Secara klinis, adverse reaction dapat terjadi pada kulit, saluran gastrointestinal, dan sistem pernafasan. Gejala yang timbul bisa terjadi secara single, atau juga bersamaan dalam satu waktu. Gejala-gejala tersebut bisa terjadi hanya dalam waktu beberapa menit setelah mengkonsumsi alergen. Bahkan pada orang yang sangat sensitif, reaksi alergi bisa terjadi hanya dengan menyentuh atau mencium pangan yang mengandung alergen. Gejala paling umum yang ditimbulkan oleh alergi pangan adalah terjadi pada saluran pencernaan misalnya bibir yang gatal (bentol-bentol), mual, muntah, kejang, dan diare. Pada kulit, selain gatal, biasanya kulit menjadi merah (timbul bintik-bintik), dan eczema. Beberapa orang bahkan mengalami hal yang lebih parah, yakni hidung menjadi berair dan sulit bernafas.

Lalu apa yang harus dilakukan jika seorang anak terdiagnosa menderita alergi? Menu makan anak tersebut harus disusun dan direncanakan secara baik. Produk/bahan pangan yang dilarang, harus diikuti dengan solusi untuk menutupi kekurangan gizi yang mungkin terjadi dengan bahan/produk pangan lain. Hal ini penting, karena perencanaan menu yang tidak cermat bisa mengakibatkan anak mengalami masalah yang lebih besar, yakni defisiensi gizi. Apalagi mereka masih mengalami masa pertumbuhan. Jika memang diperlukan, juga bisa melakukan konsultasi ke ahli gizi.

 

Hal penting lain yang perlu dilakukan adalah membaca label. Sejak 1 Januari 2006, Pemerintah Amerika Serikat mewajibkan semua bahan pangan yang mengandung alergen, melakukan pencantuman komponen tersebut di labelnya. Tidak aneh, jika produsen yang produknya mengandung alergen -terutama yang mengekspor produknya ke Amerika Serikat- mulai mencantumkan keberadaan komponen penyebab alergi tersebut di labelnya.

Lalu bagaimana jika makan di restoran?

Perhatikan setiap menu dan bahan penyusunnya. Tidak perlu ragu untuk bertanya pada chef atau petugas restoran jika masih kurang jelas. Apalagi demi kesehatan anak. Dan alangkah lebih baiknya jika memilih restoran yang menyediakan menu khusus untuk penderita alergi.

Memang benar, jika menderita alergi pangan ada beberapa bahan/produk pangan yang sebaiknya jangan dikonsumsi. Namun hal ini bukan berarti anak menjadi defisiensi gizi. Oleh sebab itulah diet plan menjadi sangat penting. Tidak hanya rumah tangga, adanya alergi pangan ini juga perlu diperhatikan oleh penyedia jasa katering untuk anak-anak sekolah. K-09

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...