Profil Pangan Jajanan Anak Sekolah



Sangat menarik untuk mencermati karakter anak sekolah, terutama siswa Sekolah Dasar (SD) dalam memilih jajanannya. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh SEAFAST Center IPB, hampir sebagian besar anak sekolah (51%) ketika ditanya mengenai tingkat tingat keseringan jajan dalam seminggu menjawab kadang-kadang. Sedangkan 48% menjawab sering, dan hanya 1% yang menjawab tidak pernah. (lihat grafik 1).

Lalu, di mana biasanya mereka jajan? 69% siswa yang disurvei menjawab bahwa mereka jajan di kantin dalam sekolah, 28% di penjaja sekitar sekolah, dan 3% jajan di guru/siswa di kelas (lihat grafik 2). Dengan demikian, sangat penting untuk meningkatkan kualitas mutu dan keamanan kantin sekolah. Jika anak jajan di kantin sekolah, tentu kondisinya lebih terkontrol dan terjamin.
Jajanan seperti apa yang dipilih anak? Ternyata mereka semakin cerdas (lihat grafik 3-5) Sebagian dari mereka telah memilih jajanan yang sehat dan bergizi (69%), sedangkan sisanya masih berdasarkan harga murah dan enak (27%) dan penampilan yang menarik (4%). Selain itu, 81% anak sekolah telah terbiasa untuk cuci tangan sebelum makan, 18% masih kadang-kadang mencuci tangan, sedangkan sisanya tidak pernah cuci tangan. Mengenai kebersihan penjual jajanan anak sekolah, 48% beranggapan cukup bersih, 39% beranggapan bersih, dan 13% beranggapan tidak bersih.
Bagaimana peranan orang tua dalam meningkatkan keamanan pangan? Hampir seluruh orang tua mengijinkan anaknya untuk membeli jajanan (lihat grafik 6) Kondisi ini terjadi baik di Jawa maupun luar Jawa.

58% dari orang tua kadang-kadang memberikan bekal bagi anaknya. Hanya 22% yang selalu memberi bekal, sebaliknya 20% orang tua tidak pernah memberi bekal. Berkaitan dengan uang jajan, sebagian besar (81%) orang tua selalu memberi uang jajan. 17% kadang-kadang memberikan uang jajan, dan hanya 2% yang tidak pernah memberikan uang jajan.

Jenis makanan apa yang menjadi favorit jajanan anak? Sebagaimana ditubjukkan dalam grafik 7. Lebih dari setengah anak sekolah yang disurvei (54%) membeli makanan ringan, 26% membeli minuman, dan sisanya (20%) membeli makanan utama. Profil ini memberikan gambaran bagi industri, untuk menyediakan jajanan yang lebih sehat, terutama bagi industri makanan ringan.

Jenis makanan ringan yang dibeli cukup bervariasi. Produk yang paling digemari adalah produk ekstrusi (23%) dan gorengan (21%). Sisanya adalah permen, chips, wafer, biskuit, olahan daging/ikan, dan sebagainya.

Sedangkan untuk minuman, minuman es menjadi favorit (42%), diikuti oleh minuman ringan kemasan (20%), es sirup (16%), es puter/krim (11%), dan lainnya. Untuk makanan utama, dish menu lebih dipilih (94%) dibandingkan processed food (6%). Dish menu berbasis olahan beras adalah yang paling banyak dibeli, yakni mencapai 61%. Kemudian diikuti oleh olahan daging, unggas, ikan dan telur (19%), dan olahan mi dan bihun (17%). Sedangkan konsumsi olahan sayur masih sangat rendah, yakni 3%. Selengkapnya mengenai profil pangan jajanan anak sekolah bisa dilihat digrafik 7-10 K-09

Artikel Lainnya

  • Apr 22, 2019

    Perbedaan Cream Cheese dan Cheese Spread

    Untuk penggemar sarapan roti, keju krim (cream cheese) dan keju olesan cream (cheese spread) menjadi satu pilihan untuk diamasukkan ke dalam lapisan lembarlembar roti. Kedua produk tersebut dapat dioles di atas roti sebagai isian bergizi tinggi, atau juga dapat disantap dengan mengoleskannya pada kue atau crackers. Bagi yang suka membuat kue, keju krim dan keju olesan dapat dipakai sebagai campuran adonan dalam cheese cake atau dekorasi krim di atas kue. Lalu apa yang membedakan kedua produk tersebut?   ...

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...