Pangan Sumber Vitamin D untuk Pertumbuhan Tulang Anak



Oleh Elvira Syamsir S.TP. MSi

Pertumbuhan dan perkembangan tulang berlangsung pada usia muda. Pertumbuhan tulang tercepat terjadi pada usia 11–15 tahun pada anak laki-laki dan dua tahun lebih awal pada anak perempuan. Massa tulang sendiri mencapai puncaknya pada usia sekitar 20 tahun pada pria dan 18 tahun untuk wanita. Setelah usia ini, maka pertumbuhan massa tulang akan melambat dan akhirnya akan menurun. Proses hilangnya massa tulang dimulai pada usia akhir 20-an (awal 30-an).

Dilihat dari fakta tersebut, maka membangun massa tulang yang kuat di usia anak-anak menjadi sangat penting. Massa tulang yang dibentuk secara optimal di usia anak-anak dan remaja akan menjadi senjata ampuh untuk mencegah osteoporosis. Osteoporosis dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan kemunduran struktur jaringan tulang yang menyebabkan kerapuhan. Bila tidak dicegah atau bila tidak ditangani, proses pengeroposan akan terus berlanjut sampai tulang menjadi patah dan penderita mengalami kesakitan dalam melakukan pergerakan anggota tubuhnya. Patah tulang ini umumnya akan terjadi pada tulang belakang, tulang panggul dan pergelangan tangan.

Komponen gizi penting untuk kesehatan tulang

Untuk menjaga kesehatan tulang, selain melakukan olahraga secara teratur (aktif bergerak pada usia kanak-kanak) dan istirahat yang cukup, maka mengkonsumsi makanan bergizi terutama yang mengandung komponen gizi pendukung kesehatan tulang sangat penting untuk dilakukan. Komponen gizi yang berperan penting untuk menjamin pertumbuhan dan kesehatan tulang adalah kalsium dan vitamin D.

Vitamin D membantu tubuh di dalam proses penyerapan dan penggunaan kalsium. Tanpa vitamin D, usus manusia hanya mampu menyerap 10–15% kalsium yang terdapat dalam makanan. Sebaliknya, jika vitamin D cukup maka usus mampu menyerap kalsium hingga 30%. Asupan vitamin D yang dibutuhkan oleh bayi (usia kurang dari 1 tahun) adalah sebesar 400 IU/hari sementara anak-anak dan remaja membtuhkan asupan vitamin D harian sebesar 200 IU.

Bahan pangan sumber vitamin D

Makanan apa saja yang merupakan sumber kalsium? Susu dan produk olahannya seperti susu skim, yogurt, keju dan es krim adalah sumber kalsium terbaik. Terlebih lagi karena susu juga mengandung vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang.

Selain susu, masih ada beberapa bahan pangan lain yang juga merupakan sumber kalsium. Pangan sumber kalsium non susu ini bisa digunakan untuk memberikan asupan kalsium untuk anak-anak yang tidak suka dan/atau bermasalah dengan susu. Hanya saja, kandungan kalsium dari bahan-bahan ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan susu.

Kecuali sayuran seperti daun singkong dan bayam yang mengandung asam oksalat, sayuran berwarna hijau (contohnya brokoli dan bok choy), kacang kedele dan produk olahannya (tahu, tempe, susu kedelai, kembang tahu) serta rumput laut adalah sumber kalsium kedua setelah susu dan produk olahan susu. Asam oksalat akan berikatan dengan kalsium membentuk senyawa kompleks yang tidak bisa dicerna sehingga akan mengurangi penyerapan kalsium oleh usus.
Buah jeruk dan kebanyakan kacang-kacangan lainnya memberikan kalsium dalam jumlah yang cukup. Padi-padian, akar-akaran dan umbi-umbian, meskipun biasanya mengandung kalsium dalam jumlah relatif rendah, tetapi jika dimakan dalam jumlah yang banyak juga membantu memenuhi kebutuhan kalsium tubuh. Karena kandungan tulangnya, maka ikan dan burung kecil yang dimakan secara utuh juga merupakan sumber kalsium yang baik. kit bahan pangan yang merupakan sumber dari vitamin D, dan itupun dalam jumlah yang relatif kecil. Bahan pangan yang secara alami mengandung vitamin D hanyalah ikan, hati dan kuning telur. Sumber vitamin D yang baik biasanya adalah produk makanan atau minuman yang difortifikasi dengan vitamin D (dilakukan penambahan vitamin D dari luar), seperti susu, susu kedelai dan margarin. Kadar vitamin D didalam produk ini dapat dilihat pada informasi nilai gizi produk yang tercantum di label kemasan.

Mendesain makanan untuk kesehatan tulang

Data Departemen Kesehatan RI tahun 2002 menunjukkan bahwa asupan rata-rata kalsium orang Indonesia hanya 254 mg/hari. Cukup jauh bila dibandingkan dengan standar asupan kalsium harian yang disarankan untuk anak dan remaja.
Cara termudah untuk memperoleh asupan kalsium sesuai dengan yang dibutuhkan adalah dengan mengkonsumsi produk-produk yang kaya kalsium. Ibu atau pengelola makanan jajanan dapat membantu anak-anak untuk mendapatkan kalsium disetiap makanan yang akan mereka konsumsi. Karena susu merupakan sumber kalsium terbaik, maka ada baiknya agar anak dibiasakan minum susu minimal dua kali sehari, pagi dan sore hari. Produk olahan susu juga bisa diberikan didalam menu sarapan anak atau diberikan dalam bentuk makanan selingan. Tambahan keju di dalam sarapan atau makanan utama juga bisa menjadi sumber kalsium. Contohnya, keju mozzarella, ricotta, dan parmesan, yang mudah ditambahkan pada roti atau pasta. Anak bisa memulai paginya dengan menambahkan keju di omelet atau telur orak-ariknya, atau dalam roti sarapannya. Susu juga bisa digunakan unuk mengkonsumsi sereal sarapannya.

 

Beberapa makanan ringan juga bisa dibuat dari kombinasi berbagai bahan makanan sumber kalsium sehingga diperoleh makanan ringan berkalsium tinggi. Sebagai contoh, snack yang dibuat dari ikan teri utuh goreng renyah mungkin bisa menjadi makanan ringan kaya kalsium. Begitu juga produk olahan kedelai seperti tahu, tempe dan susu kedelai kedelai bisa menjadi alternatif makanan ringan kaya kalsium lainnya. Bubur ubi jalar yang dikombinasikan dengan sayuran hijau bisa pula dikembangkan menjadi alternatif sarapan kaya kalsium.

Saat ini, beberapa makanan pabrikan juga sudah difortifikasi dengan kalsium, contohnya jus jeruk, susu kedelai dan sereal sarapan. Kandungan kalsium didalam produk ini sangat beragam. Berapa besar kandungan kalsium dari setiap produk dapat dilihat pada komposisi nutrisi produk yang tercantum di label produk.

Vitamin D bekerja secara sinergis dengan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang. Oleh karena itu, menu makanan anak sebaiknya juga dilengkapi dengan bahan-bahan pangan yang mengandung vitamin D.
Elvira Syamsir S.TP. MSi

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...