Merancang Tabungan Kalsium Sejak Dini



 

Tulang adalah penopang tubuh manusia, tulang yang sehat dan kuat tidak diperoleh dari suatu proses yang instan. Asupan makanan yang tepat disertai aktivitas fisik yang memadai sangat mempengaruhi struktur dan kekuatan tulang kita.

Pertumbuhan tulang dimulai sejak usia balita hingga dewasa muda. Pada rentang usia ini, tulang akan mengalami pertumbuhan dan pemadatan massa. Namun, pertumbuhan paling pesat terjadi pada usia 1-12 tahun. Pada usia 1-5 tahun terjadi pertambahan tinggi badan 5-7.6 cm per tahun sedangkan pada usia 6-12 tahun terjadi pertambahan tinggi badan 5-6 cm per tahun. Setelah itu, pertumbuhan tulang akan melambat dan berhenti pada usia 20 tahun untuk pria atau 18 tahun untuk wanita.

Karena berada dalam masa pertumbuhan tersebutlah, anak-anak memiliki kemampuan penyerapan kalsium yang lebih baik dibandingkan dengan orang dewasa. Sebanyak 75% dari konsumsi kalsium harian dapat diserap dengan baik oleh tubuh anak sedangkan tubuh orang dewasa hanya dapat menyerap 20-40% kalsium dari asupan harian. Sehingga, masa-masa emas ini harus dimanfaatkan untuk tabungan kalsium masa depan.

Sumber utama makanan tulang adalah duo kalsium-fosfor. Duo mineral ini biasanya identik dengan susu dan produk-produk turunannya, seperti keju, yoghurt, es krim, dan mentega. Padahal, masih banyak terdapat sumber makanan lain di luar dairy product yang kaya akan kalsium dan fosfor. Kacang-kacangan termasuk kedelai dan produk turunan kedelai, ikan, kerang dan beragam jenis sayuran berdaun hijau. Jenis ikan yang kaya kalsium antara lain adalah ikan teri, rebon, dan sarden kalengan. Bahkan kandungan kalsium rebon lebih tinggi daripada susu yaitu mencapai angka 2306 mg/100g. Konsumsi ikan jenis tersebut biasanya disertai dengan tulangnya sehingga kandungan kalsiumnya menjadi melonjak. Beberapa jenis bahan pangan berikut kandungan kalsium dan fosfor dapat dilihat pada Tabel 1.

Setelah mengetahui pangan sumber kalsium, yang perlu dilakukan adalah menyisipkan jenis pangan tersebut ke dalam menu sehari-hari anak baik makanan pokok maupun menu camilan. Sarapan semangkuk sereal yang difortifikasi dengan kalsium beserta susu adalah pilihan yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tulang. Seiris macaroni schotel juga dapat dijadikan menu kaya kalsium untuk anak karena susu, keju, dan mentega menjadi ingridien wajib bagi macaroni schotel. Setangkup sandwich keju merupakan pilihan bijak dan lezat untuk bekal anak ke sekolah dan yakinlah bahwa anak-anak tidak akan menolak segelas es krim yang ditawarkan di tengah terik matahari siang sepulang sekolah.

Frozen yoghurt yang tengah naik daun pun dapat dijadikan alternatif menu kaya kalsium yang pasti disukai anak-anak. Kandungan kalsiumnya bisa mencapai 200-300 mg per cup. Aneka pudding, cake, fudge, es krim, milk shake, atau apapun produk pangan yang menggunakan susu dijamin memberikan manfaat yang baik bagi tulang anak selayaknya mengonsumsi susu.
Menu makanan harian khas rakyat Indonesia seperti nasi, lauk pauk nabati dan hewani beserta sayur dan dua gelas susu setiap hari sebenarnya juga cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anak. Hanya saja, utamakan lauk nabati pada menu anak bersumber dari kacang-kacangan kaya kalsium seperti tahu tempe, sumber lauk hewani adalah ikan atau kerang, dan sayuran berdaun hijau. Jika sedari kecil anak dibiasakan mengonsumsi pangan kaya kalsium, kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa dan diharapkan nutrisi untuk tulangnya akan dapat dipenuhi dengan baik.

Anak-anak butuh kalsium 2-4 kali lebih banyak per kilogram berat badan dibandingkan dengan orang dewasa. Berdasarkan WKNPG 2004, Jadi, pastikan menu kaya kalsium selalu tersedia di meja makan keluarga.
Perlu diketahui bahwa untuk penyerapan dan penggunaan kalsium-fosfor secara optimal dalam tubuh, rasio asupan kalsium dan fosfor haruslah 2:1. Konsumsi fosfor yang terlalu tinggi akan mengganggu penyerapan kalsium. Dalam jangka panjang, akibat yang akan terjadi adalah defisiensi kalsium dan pengeroposan massa tulang pada usia dewasa. Hal ini dapat terjadi pada kasus konsumsi softdrink yang sangat tinggi.

Selain itu, ketersediaan vitamin D dalam tubuh turut menunjang penyerapan kalsium yang lebih baik. Beruntung, Indonesia berada di negara tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun sehingga tubuh dapat memproduksi sendiri kebutuhan akan vitamin D. Selain itu, kalsium juga memerlukan magnesium agar bisa diserap tubuh. Sebab jika kandungan kalsium tinggi sementara magnesiumnya rendah, tulang juga bisa kekurangan kepadatannya. Keseimbangan adalah kuncinya.

Para ahli merekomendasikan perbandingan 2:1 antara kalsium dan magnesium. Faktor lain yang mempengaruhi penyerapan kalsium adalah konsumsi prebiotik. Prebiotik akan memberikan kondisi lingkungan yang asam di usus besar. Kondisi asam (pH rendah) akan meningkatkan penyerapan kalsium di usus.

Saat ini di pasaran banyak tersedia aneka suplemen kalsium. Meskipun konsumsi suplemen dirasa lebih praktis namun makanan alami sumber kalsium lebih baik daya serapnya oleh tubuh. Sebagai contoh, konsumsi tiga porsi susu dan produk turunannya setiap hari lebih efektif diserap tubuh dibandingkan dengan konsumsi kalsium dari suplemen. Marina

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...