Warna-warni Jajanan Anak



Efeknya memang tidak langsung dirasakan sekarang, besok, atau minggu depan. Tapi, sistemnya seperti tabungan. Jahatnya pewarna yang dilarang digunakan untuk pangan, baru dirasakan puluhan tahun ke depan.

Sekitar 45% jajanan anak berbahaya, baik akibat cemaran fisik, mikrobiologi, dan kimia seperti pewarna tekstil, data ini didapat dari survei Badan POM tahun 2007. Siapapun yang membaca atau mendengar kabar ini tentu langsung merasa sedih, miris dan kecewa. Bagaimana nasib anak-anak, generasi penerus bangsa, jika sejak kecil tubuhnya sudah dicekoki dengan bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat mengakibatkan keracunan dan kanker?

Antara ketidaktahuan dan ketidakpedulian atau justru kesengajaan. Entah yang mana di antara ketiganya yang lebih pas menggambarkan keadaan sebenarnya. Karena ketiga alasan itu, anak-anak sekolah dengan polos dan suka cita menelan ‘racun’ yang bersembunyi dalam jajanan yang berjejer di depan sekolah mereka.
Jangan langsung panik berlebihan. Adanya pelanggaran penggunaan bahan-bahan berbahaya yang tak sepatutnya ada dalam makanan, bukan berarti harus membuat Anda mengisolasi anak-anak. Bekali diri Anda dan anak untuk memilih jajanan yang baik yang memiliki risiko kontaminasi paling kecil!

Jajanan anak yang tercemar

Seorang bocah usia 8 tahun sedang asyik menyeruput es limun warna merah menyala sambil duduk di bawah pohon, menghindari sengatan cahaya matahari di siang yang terik. Di sampingnya, temannya juga tengah menikmati cilok (aci di colok) dengan sausnya yang juga berwarna merah. Dua jajanan di atas hanya merupakan contoh dari deretan jajanan anak-anak yang umum ditemui.

Es limun memang selalu jadi rebutan anak-anak, terutama saat pulang sekolah, kala cuaca sedang panas-panasnya. Rasanya manis dan segar, kadang dengan sedikit aroma buah-buahan. Namun, dibalik kesegarannya, jika dianalisa ada beberapa sumbangan zat berbahaya yang terkandung di dalamnya? Pertama pewarnanya, kemudian pemanisnya, dan yang juga perlu diwaspadai adalah es batunya yang entah terbuat dari air bersih matang atau tidak serta ditangani dengan cara bersih atau tidak.

Warna merah pada es limun ternyata kebanyakan berasal dari pewarna Rhodamin B, jenis pewarna tekstil dan kertas yang sama sekali tidak boleh ada dalam makanan. Pemanisnya pun menggunakan pemanis buatan yang berlebihan, biasanya sakarin. Sedikit sirup buah (atau tidak sama sekali), dicampurkan dengan air, pewarna, dan pemanis. Hal ini biasanya dipilih untuk menekan biaya produksi. Dan, kebanyakan pedagang kecil ini melakukannya karena ketidaktahuan akan bahaya yang mengancam dibalik tindakannya.

Pada cilok alias aci dicolok, makanan kecil mirip bakso dengan tekstur yang kenyal dan dimakan bersama saus warna merah, mirip saus sambal ini juga tersimpan bahaya. Sumbernya berasal dari pengenyal yang dipakai dan dari saus teman santapnya. Pengenyal yang dipakai umumnya adalah boraks dan pada sausnya yang warna merah, lagi-lagi Rhodamin B yang menjadi biang utamanya. Saus ini biasanya dibeli oleh penjual cilok sudah dalam keadaan siap digunakan, dengan harga yang sangat murah.

Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal merah keunguan yang jika dilarutkan akan menghasilkan warna merah terang. Selain pada kedua makanan di atas, pewarna ini juga biasa ditambahkan pada kerupuk merah (yang biasa digunakan sebagai pelengkap soto Padang), biji merah delima, hingga gulali.

Selain Rhodamin B, pewarna berbahaya lain yang biasa ditemukan pada makanan anak, salah satunya adalah Methanil Yellow. Penghasil warna kuning kecokelatan ini aslinya merupakan pewarna tekstil dan cat. Biasa ditambahkan pada kerupuk bawang dan ice cone. Baru-baru ini Badan POM meluncurkan mobil Lab Keliling yang siap menjangkau lokasi-lokasi tertentu yang rawan terhadap pelanggaran penggunaan bahan tambahan makanan, termasuk sekolah-sekolah dan pasar. “Jajanan anak sekolah menjadi prioritas kami sehubungan dengan kecurigaan adanya penambahan bahan tambahan berbahaya, terutama pewarna”, tutur Husniah Rubiana, ketua Badan POM.

Proses analisa yang dilakukan berlangsung cukup singkat. Tak lebih dari 5 menit, sampel yang dicurigai mengandung bahan tambahan berbahaya, setelah diencerkan dan ditambahkan bahan pelarut, siap mengidentifikasikan hasilnya.

Aturan main pewarna pangan

Pewarna merupakan salah satu jenis Bahan Tambahan pangan (food additives) yang memang lazim digunakan dalam berbagai produk pangan. Layaknya bahan tambahan lain seperti pemanis dan pengawet, tujuan penambahan pewarna adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pangan dari segi penampilannya. Warna yang atraktif tentu mampu menarik perhatian pembeli. Pemberian warna pada umumnya juga diselaraskan dengan warna alami dari bahan pangan. Analogi yang seolah sudah terpola dalam pikiran konsumen inilah yang membuat produsen pangan pun semakin gencar memberi pewarna dalam produknya. Misalnya, warna oranye dihubungkan dengan rasa jeruk, ungu untuk rasa anggur, hijau untuk melon, dan sebagainya. Dengan melihat warna, konsumen dengan mudah menangkap kesan rasa dari produk tersebut.

Menggunakan pewarna dalam pangan memang diizinkan, selama yang digunakan adalah pewarna makanan. Pewarna ini bisa berasal dari bahan alami ataupun sintetis (buatan). Keduanya masuk dalam kategori aman digunakan. Pewarna alami berasal dari bahan-bahan alami seperi daun suji, abu merang, atau kunyit. Penggunaannya tentu relatif aman.

Untuk pewarna sintetis, pemerintah melalui Menteri Kesehatan, sudah mengeluarkan peraturan menyangkut batas maksimal penggunaannya. Aturan ini tentu sudah melalui evaluasi dan penelitian dari para ahli dan mengacu pada regulasi dunia, seperti Codex dan FDA (Food and Drugs Administration). Sedangkan untuk perizinan peredaran dan pemakaian bahan tambahan makanan dari luar negeri, ditangani oleh Badan POM.

Bagai menabung penyakit

Lantas, jika pewarna sintetis atau buatan sudah diakui aman oleh pemerintah (asal dalam dosis tidak berlebih), kenapa harus khawatir dengan makanan dan minuman berwarna yang banyak beredar di kalangan anak-anak sekolah? Masalahnya, produsen kecil yang membuat makanan dan minuman tanpa label tentu tak melaporkan produknya ke Badan POM, sehingga faktor keamanannya perlu diwaspadai. Pewarna yang sering digunakan oleh produsen kecil industri rumahan ini kebanyakan bukan merupakan kategori pewarna makanan, melainkan merupakan pewarna tekstil atau cat.

Efeknya memang tidak langsung dirasakan sekarang, besok, atau minggu depan. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi zat berbahaya, ibarat menabung bencana. Saat ‘tabungan penuh’, Anda baru bisa merasakan ‘hasilnya’. Konsumsi bahan tambahan pangan berbahaya, termasuk pewarna, lama kelamaan akan membuat tubuh ‘penuh’ dengan zat asing yang bisa menyebabkan keracunan dan kanker di kemudian hari. Keracunan ditandai dengan adanya perubahan dalam tubuh setelah mengonsumsi pangan tercemar. Gejalanya bisa pusing, mual, alergi, muntah, hingga pusing.

Larangan yang diberikan oleh pemerintah soal penggunaan pewarna ilegal untuk yang berbahaya ini sudah dikeluarkan. Namun, mengapa pada kenyataannya penyalahgunaannya masih saja terjadi? Saat dikonfirmasi pada beberapa pedagang jajanan anak, kebanyakan dari mereka mengaku tidak tahu bahwa bahan yang mereka gunakan berbahaya bagi kesehatan. Mereka mengatakan bahwa bahan tersebut memang umum dan lazim digunakan oleh sesama pedagang.

Ketidaktahuan bisa diakibatkan dari kurangnya informasi atau rendahnya tingkat pendidikan. Penyebab lainnya bisa jadi karena ketidakpedulian dan kesengajaan. Demi mendapatkan keuntungan besar, tindakan curang ini tetap dilakukan.

Tak perlu jadi paranoid

Sebagai orang tua, mengetahui kenyataan bahwa ada begitu banyak jenis pangan yang kemungkinan berbahaya bagi buah hati, bukan berarti harus membuat Anda menjadi paranoid. Selama berada di rumah Anda tentu bisa memonitor makanan yang disantapnya, namun saat anak berada di luar rumah tentu risiko itu bisa datang menghampirinya.

Membawakan bekal makanan dari rumah bisa menjadi salah satu solusi untuk menghindari ancaman ini. Namun pertanyaannya, sampai usia berapa anak mau membawa bekal ke sekolah? Sampai kapan Anda harus menjadi ‘polisi’ makanan baginya?

Lebih penting lagi adalah membekali anak dengan pengetahuan yang cukup agar ia mampu memilih dan membedakan mana makanan yang sehat dan tidak sehat.Berikan penjelasan yang mudah dimengerti agar anak-anak tidak bingung. Pewarna sintetis berbahaya umumnya ditandai dengan warnanya yang sangat mencolok.

There is no zero risk dalam hal pangan yang bisa dilakukan adalah meminimalkan resikonya. Kalaupun sesekali ternyata pewarna berbahaya ini terkonsumsi, tubuh manusia diciptakan sangat sempurna untuk mampu mengeluarkan zat asing (termasuk zat berbahaya) yang masuk ke dalam tubuhnya. Namun, tentunya tubuh pun punya kapasitas dan batas tertentu untuk menolerasi zat asing ini. Jika terus menerus terpapar dan menumpuk dalam tubuh, hal ini tentu akan mengakibakan efek yang buruk bagi kesehatan. Ml

Artikel Lainnya

  • Jun 03, 2019

    Peranan Gula dalam Kue Kering

    Gula berperan terhadap sifat sensoris produk kue kering, terutama warna dan tekstur. Warna kue kering ditentukan oleh reaksi maillard yang terjadi selama proses pemanggangan. Gula putih kurang berperan dalam reaksi maillard karena lebih banyak mengandung sukrosa. Untuk lebih mengembangkan warna dan aroma dapat digunakan dark sugar seperti molase, madu, dan gula merah yang memiliki kadar glukosa dan fruktosa lebih tinggi sehingga reaksi maillard dapat berlangsung lebih intensif.   ...

  • Mei 31, 2019

    Ragam Penyajian Ketupat di Berbagai Daerah

    Mengisi selongsong ketupat tidak hanya dari beras. Di wilayah Sumatera Barat dan Sulawesi, ketupat dibuat dari beras ketan putih dan dimasak dengan santan. Ketupat ini mempunyai tekstur yang lebih liat dan citarasanya lebih gurih. Di Sumatera Selatan, ada beberapa yang membungkus beras ketannya dengan daun pandan, sehingga aromanya jauh lebih wangi. Lauk-pauk pendamping ketupat pun banyak macamnya, umumnya juga disesuaikan dengan makanan khas di daerah masing-masing. Contohnya, di Pulau Jawa, ketupat dimakan bersama opor ayam, sambal goreng hati, dan sayur godog, sedangkan di Sumatera, masyarakatnya lebih senang menyantap ketupat dengan rendang daging dan sayur labu yang pedas. Penyajian ketupat berikut, bisa jadi ide untuk menjamu tamu saat lebaran nanti. KETUPEK BAREH Ketupat ini banyak dibuat di daerah Sulawesi dan pesisir barat Sumatera Utara (Sibolga). Terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan daun kelapa muda, kemudian direbus dengan santan supaya gurih. Biasa dihidangkan bersama sambal kelapa dan asam padeh ikan. KETUPEK SIPULUT Besarnya seperti ketupat pada umumnya. Terbuat dari beras ketan putih, yang bagian luarnya dilumuri santan kental. Jadi, isi ketupatnya sedikit lunak. Banyak dibuat di Sumatera Barat. Sedangkan di pesisir barat Sumatera Utara, ketupat ketan dibuat lebih kecil dan disangrai setelah direbus matang, sehingga hasilnya lebih kering dan tahan lama. Ketupat ini biasa disajikan bersama tapai ketan hitam atau rendang. KETUPAT PALAS Ketupat ketan yang dibuat dengan menggunakan daun palas sebagai bahan kulitnya. Bentuknya segitiga dan dimasak dengan santan. Banyak dibuat di daerah Kalimantan. Biasa disajikan bersama rendang, serundeng, serta kuah kacang. KETUPEK KATAN KAPAU Ketupek katan dari Kapau (Padang) ini berukuran kecil. Ketan dibungkus dengan daun kelapa muda, lalu direbus dengan santan. Ketupat ketan biasanya dimakan langsung sebagai hidangan penutup, atau bisa juga disandingkan dengan lauk pedas, seperti itik cabai hijau dan rendang. KETUPAT GLABED Ketupat dari beras khas Tegal, disajikan bersama iga kuah santan dan satai kerang. Tampilan kuah iga mirip seperti opor, berwarna kekuningan berkat penggunaan kunyit sebagai salah satu bumbunya. Makin enak menyantap ketupat glabed dengan taburan kerupuk mi, bawang goreng, dan minyak cabai. KETUPAT KANDANGAN Ketupat ini berasal dari Desa Kandangan, di wilayah Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ketupat berkuah santan berisi ikan gabus panggang. Aroma khas ikan yang dipanggang mempercantik rasa kuah. Makin sedap menyantap ketupat kandangan ditemani sambal ulek dari tomat dan terasi. KETUPAT SAYUR PADANG Pilihan sayurnya, bisa sayur nangka muda atau sayur daun pakis, yang dimasak gulai. Atau bisa juga dikombinasikan keduanya saat penyajian. Tak ketinggalan, rendang atau telur balado lengkap dengan kerupuk merahnya, menjadi pendamping yang pas menikmati ketupat sayur ini. LAKSA KETUPAT Selain dimakan bersama sayur berkuah santan, versi lain ketupat Betawi, disandingkan dengan laksa. Kuah laksa dibuat dari campuran bumbu dan rempah yang cukup banyak, mulai dari bawang, cabai, lengkuas, jahe, kencur, temu mangga, kunyit, merica, ketumbar, jintan, dan kelabat. Ditambah lagi teri medan, kelapa parut sangrai, dan ebi kering juga turut ‘memeriahkan’ kuah laksa. Tak heran, bumbu dan bahan yang ramai ini membuat kuah laksa terasa begitu sedap. KI-37   ...

  • Mei 30, 2019

    Tren Buka Puasa di Luar Rumah

    Berbuka di luar rumah memang telah menjadi tren, terutama bagi kaum muda. Di samping untuk memilih menu yang lebih beragam, tren berbuka bersama teman-teman dekat atau pun teman lama untuk menjalin kembali silaturahmi juga meningkatkan permintaan terhadap restoran, terutama yang secara khusus memberikan paket atau menyediakan hidangan Ramadan. Hal tersebut tentu menjadi peluang pelaku usaha restoran maupun kafe untuk berlomba-lomba menyediakan menu dan tempat yang cocok untuk berbuka puasa. ...

  • Mei 28, 2019

    Kue Apem: Makna Tradisi dan Religi, serta Manfaatnya

    Lebih dari sekadar simbol religi dan tradisi, apem mewariskan teknologi pengolahan pangan berupa fermentasi tradisional. Teknologi fermentasi merupakan proses bioteknologi paling tua yang melibatkan peran mikroorganisme untuk meningkatkan karakteristik sensori produk. ...

  • Mei 28, 2019

    Olahraga yang Dianjurkan ketika Berpuasa.

    Olahraga merupakan gaya hidup sehat yang hendaknya rutin dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali semiggu selama satu jam tergantung jenis olahraganya. Ketika berpuasa, olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tingkatannya sedang, misalnya jalan cepat baik outdoor maupun di atas treadmill. ...