BIN 17 Cozy Place at Mega Kuningan



 

Pasca bom kuningan jilid II yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton daerah mega kuningan terasa berbeda. Keamanan setiap gedung dirasakan semakin ketat dalam memeriksa setiap orang yang masuk dalam gedungnya. Tapi suasana ramai dan padat seakan tidak berubah dalam pemandangan yang bisa ditemui di kawasan ini. Maklum saja, sejak awal kawasan ini memang dirancang sebagai kawasan bisnis internasional dan kawasan diplomatik.

Tidak mengherankan jika di kawasan ini dijadikan tempat kantor pusat oleh berbagai perusahan nasional hingga internasional. Berbagai kegiatan yang dikemas dengan berbagai judul kegiatan mulai dari breakfast, hingga dinner banyak ditemukan dalam kawasan ini.

Bisnis yang merasakan dampak positif terhadap aktivitas ini adalah restoran dan kafe. Karena biasanya beragam acara tersebut dilakukan dalam ruangan restoran atau kafe. Tidak mengherankan jika bermuncul puluhan restoran dan kafe hingga beberapa mall di mega kuningan.

BIN 17 adalah salah satu tempat menarik yang baru saja hadir di kawasan mega kuningan. Gerai ini lahir dengan konsep wine house yang dilengkapi dengan cofee shop dan dining. Konsep ini dibuat karena melihat banyaknya ekspatriat yang bekerja dan tinggal di kawasan ini. Diharapkan dengan menghadirkan konsep ini menjangkau pasar tersebut.

Berlokasi di Menara Dea seakan menonjolkan bahwa BIN 17 sedikit berbeda dengan yang lain. Maklum saja gedung ini dikenal sebagai gedung perkantoran, yang sering diidentikan sebagai wilayah yang serius, kaku dan monoton. Tempatnya mempunyai luas sekitar 359m2 dan disertai area duduk outdoor dengan menghadap kolam renang dan terlihat sejuk ditambah lagi dengan hadirnya beberapa pohon palem disekitar kolam. Tempat ini didisain seolah memang dirancang senyaman mungkin.

“BIN 17 dibuat dengan konsep homy and cozy place. Dengan harapan agar customer merasa betah dan nyaman seperti suasana di rumah sendiri. Berbeda dengan café atau wine house sejenis yang biasanya berlokasi di mall atau dibangunan sendiri, Dengan hadirnya BIN 17 diharapkan dapat mencairkan suasana yang ada,” kata Irene Surya tama, marketing BIN 17 kepada KULINOLOGI INDONESIA beberapa waktu lalu.

Sejak hadirnya, BIN 17 menyediakan puluhan jenis wine yang berasal dari berbagai stok seluruh daerah penghasil anggur utama di dunia. Harganya juga beragam mulai dari Rp. 330.000/botol seperti Esprit De Serame Merlot hingga Rp 7.800.000/botol yaitu chateau pichon lalande. Maklum, karena biasanya ekspatriat sangat tertarik dengan tempat yang menyediakan banyak pilihan wine. Selain itu tempat ini juga diharapkan jadi pilihan yang baru bagi wine lovers local. “Orang kita pun banyak yang suka,” katanya.

Salah satu fasilitas yang ditawarkan di BIN 17 Wine House adalah free WI-FI untuk customer. Disupport oleh salah satu provider yang besar, sehingga segala aktivitas customer tetap bisa berlangsung walaupun mereka sedang hang out sekalipun. Fasilitas lainnya adalah adanya space untuk meeting, birthday party, farewell party, dan berbagai kegiatan lainnya.

Tidak lengkap rasanya mencicipi wine jika tidak bersamaan dengan makan. Lalu makanan apa saja yang ada di sana? “Semua menu makanan di BIN 17 adalah menu andalan, karena proses pemilihannya untuk menjadi menu di BIN 17 cukup detail, terlebih sebagian besar disesuaikan sebagai makanan yang cocok dikombinasikan dengan Wine,” tutur Irene. Tapi yang ada juga beberapa yang diunggulkan. Salah satunya dan menjadi menu favorit customer sejak awal adalah Pepper crusted grilled tenderloin steak.

Chef Selamet Mujiono memaparkan bagaimana proses menentukan suatu resep sehingga bisa dijadikan menu regular yang ada. Pengujian dan pengujian oleh tim khusus untuk setiap hidangan adalah salah satu prosesnya. “Kami menjamin kualitas hidangan kami,” katanya.

BIN 17, menghadirkan aneka makanan baru yang bernuansa italia, internasional fusion. Pan Fried Jhon Dory With Mustard adalah salah satu resep baru yang dikeluarkan. Dengan memunculkan ikan dory tentu saja menjadi pilihan yang layak dicoba, karena ikan ini dikenal cukup bergizi karena kandungan proteinnya.

Masakan asli Indonesia tentu saja tidak ketinggalan dalam menu yang ditawarkan oleh BIN 17. Sop buntut goreng balado dan nasi goreng tidak saja jadi menu andalannya. Tapi harap dimaklum jika rasanya agak berbeda dengan yang sering ditemukan ditempat lain. Rasa pedas dan gurihnya agak kurang, karena menurut Selamet, di BIN 17, menu yang ada disesuaikan dengan lidah internasional. Akan tetapi jika ada pengunjung yang merasa kurang puas, chef selamet siap memberikan dengan rasa aslinya. K-10

Lokasi : Kawasan Mega Kuningan, Menara DEA Ground Floor Jakarta, Indonesia
Phone : +62 21 576 0939

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...