Kejuaraan Akbar LOUIS LESAFFRE CHAMPIONSHIP 2009



Sebuah ajang besar dari Lesaffre Group, yakni Louis Lesaffre Cup (LLC) digelar tahun ini. Pertandingan yang dimotori oleh supplier berbagai varian ragi (yeast) merek SAF dan produk-produk baking ingridien lainnya dengan jaringan penjualan di seluruh dunia tersebut diawali dengan seleksi tingkat regional yang para pemenangnya maju ke seleksi nasional yang finalnya diadakan bersaman dengan pameran Interfood 2009 di Jakarta, pertengahan Agustus lalu.

General Manager PT Saf Indonusa Gregorius Sudrajat Sukamulyo, menjelaskan, event ini diadakan untuk mengenang Louis Lesaffre, pendiri Lesaffre Group yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan bisnis bakery di dunia. Selain itu, kejuaraan ini sekaligus pula untuk membuka kesempatan bagi para baker di Tanah Air untuk meng-upgrade kapasitasnya melalui kompetisi, dan membawa nama Indonesia di kompetisi tingkat Asia-Pasifik pada tahun 2010.

Seleksi regional dibagi dalam tiga wilayah, yakni barat, tengah dan timur. Seleksi wilayah barat, yang mencakup seluruh Provinsi di Pulau Jawa kecuali Provinsi Lampung, telah dilangsungkan di Medan pada April lalu.

Untuk wilayah tengah yang meliputi Provinsi Lampung, Kalimantan Barat, dan seluruh provinsi di Pulau Jawa kecuali Provinsi Jawa Timur - digelar di Bandung pada 20-22 Juni Juni lalu. Adapun wilayah Timur, berlangsung di Bali pada tanggal 23-25 Juli 2009, meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, semua provinsi di Pulau Kalimantan kecuali Provinsi Kalimantan Barat, dan semua provinsi di Pulau Sulawesi, Maluku, sampai Papua.
Kategori yang dilombakan dalam LLC 2009 ini yakni European Bread, Viennese Pastrie dan Artistic Presentation. European bread meliputi baguettes dan special bread, sedang Viennese pastries dibuat dengan yeast puff pastry dough dan yeast pastry dough. Adapun artistic masterpiece mengangkat tema “roti sebagai simbol dari negara.”
Kriteria penilaian meliputi: keterampilan organisasi, bagaimana bekerja dengan waktu dan ruang, team work, dan kompetensi setiap peserta. Para pemenang tingkat regional berhak mendapatan piala, medali emas, sertifikat, dan hadiah berupa uang, selain mendapak hak untuk berlaga di seleksi nasional. Adapun runner up satu dan runner up dua mendapakan medali perak dan medali perunggu, sertifikat dan hadiah uang.

Seleksi tingkat nasional Seleksi nasional yang diadakan pada 8-10 Agustus lalu di Arena Pekan Raya Jakarta tersebut dibuka oleh Gregorius selaku penyelenggara kegiatan, dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Richard Wenworth sebagai kapten juri pada pertandingan tersebut.

Pada hari pertama kejuaraan, dilakukan pertandingan European bread and special bread yang diikuti oleh 3 peserta yang telah terlebih dahulu di seleksi secara Administrasi oleh Expert Baker Saf Indonusa Santoni, dan telah lolos dalam pre seleksi LLC ini. Mereka adalah Chef Hotel Gran Melia Heri Saepul Bahri, Chef Baker Ayana Resort, Bali Suyadnya, dan Chef Baker di Conrad Hotel Bali Yudagama. Pada hari kedua, yakni 9 Agustus, digelar pertandingan dengan kategori viennese pastry, yang diikuti oleh 3 orang kandidat pilihan. Mereka yakni Head Baker Hotel Four Season Aris Tatang, Chef Baker Hotel Sahira Bogor Risman, dan Chef Baker Hotel Gran Melia Murdiyanto.

Adapun pertandingan final di kategori artistic presentation diikuti oleh kandidat pilihan, yaitu Baker Bali Safari & Marine Park AA Anom Suastika, Baker Hotel Gran Melia Aunu Rofiq, dan Manager Gold France Yustrianto. Dalam pertandingan yang tiap harinya berlangsung dari pukul 9.00 hingga 17.30 tersebut juga hadir perwakilan dari PT SAF Indonusa, para anggota Asosiasi Bakery Indonesia, Classic Fine Foods, Sinar Cahaya Cemerlang, Tulip, Sriboga, Fonterra, Nikki International Hotel School-Bali, Fonterra, dan khalayak umum.

Para dewan juri dalam LLC 2009 ini, yakni Gregorius Sudrajat Sukamulyo. (PT. SAF Indonusa), Richard Wenworth (Lessafre Group), I Gede Widjana, (Nikki International Hotel School), Heru Laksana (Asosiasi Bakery Indonesia), dan Petrus Gandamana (Majalah Bakery Indonesia).

Dalam final tersebut, para juri memilih para pemenang dari tiap kategori, yakni I Made Suyadna dari Ayana Resort, Bali untuk kategori European Bread and Special Bread, dan Aris Tatang dari Four Season Jakarta untuk kategori Vienesse Pastries. Adapun untuk kategori Artistic Presentation, dimenangkan oleh Yustriyanto dari PT Gold France.

Para pemenang berhak untuk mewakili Indonesia untuk melangkah maju ke seleksi yang selanjutnya, yaitu Asia Pacific Selection, yang akan diadakan di Shanghai-China pada tahun 2010. Tim yang menang dalam Asia Pacific Selection di Shangai, akan maju di kejuaraan tingkat dunia yaitu, World Bakery Cup, yang akan diadakan di Perancis pada tahun 2011. Selamat untuk para pemenang! K-08

Artikel Lainnya

  • Jun 03, 2019

    Peranan Gula dalam Kue Kering

    Gula berperan terhadap sifat sensoris produk kue kering, terutama warna dan tekstur. Warna kue kering ditentukan oleh reaksi maillard yang terjadi selama proses pemanggangan. Gula putih kurang berperan dalam reaksi maillard karena lebih banyak mengandung sukrosa. Untuk lebih mengembangkan warna dan aroma dapat digunakan dark sugar seperti molase, madu, dan gula merah yang memiliki kadar glukosa dan fruktosa lebih tinggi sehingga reaksi maillard dapat berlangsung lebih intensif.   ...

  • Mei 31, 2019

    Ragam Penyajian Ketupat di Berbagai Daerah

    Mengisi selongsong ketupat tidak hanya dari beras. Di wilayah Sumatera Barat dan Sulawesi, ketupat dibuat dari beras ketan putih dan dimasak dengan santan. Ketupat ini mempunyai tekstur yang lebih liat dan citarasanya lebih gurih. Di Sumatera Selatan, ada beberapa yang membungkus beras ketannya dengan daun pandan, sehingga aromanya jauh lebih wangi. Lauk-pauk pendamping ketupat pun banyak macamnya, umumnya juga disesuaikan dengan makanan khas di daerah masing-masing. Contohnya, di Pulau Jawa, ketupat dimakan bersama opor ayam, sambal goreng hati, dan sayur godog, sedangkan di Sumatera, masyarakatnya lebih senang menyantap ketupat dengan rendang daging dan sayur labu yang pedas. Penyajian ketupat berikut, bisa jadi ide untuk menjamu tamu saat lebaran nanti. KETUPEK BAREH Ketupat ini banyak dibuat di daerah Sulawesi dan pesisir barat Sumatera Utara (Sibolga). Terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan daun kelapa muda, kemudian direbus dengan santan supaya gurih. Biasa dihidangkan bersama sambal kelapa dan asam padeh ikan. KETUPEK SIPULUT Besarnya seperti ketupat pada umumnya. Terbuat dari beras ketan putih, yang bagian luarnya dilumuri santan kental. Jadi, isi ketupatnya sedikit lunak. Banyak dibuat di Sumatera Barat. Sedangkan di pesisir barat Sumatera Utara, ketupat ketan dibuat lebih kecil dan disangrai setelah direbus matang, sehingga hasilnya lebih kering dan tahan lama. Ketupat ini biasa disajikan bersama tapai ketan hitam atau rendang. KETUPAT PALAS Ketupat ketan yang dibuat dengan menggunakan daun palas sebagai bahan kulitnya. Bentuknya segitiga dan dimasak dengan santan. Banyak dibuat di daerah Kalimantan. Biasa disajikan bersama rendang, serundeng, serta kuah kacang. KETUPEK KATAN KAPAU Ketupek katan dari Kapau (Padang) ini berukuran kecil. Ketan dibungkus dengan daun kelapa muda, lalu direbus dengan santan. Ketupat ketan biasanya dimakan langsung sebagai hidangan penutup, atau bisa juga disandingkan dengan lauk pedas, seperti itik cabai hijau dan rendang. KETUPAT GLABED Ketupat dari beras khas Tegal, disajikan bersama iga kuah santan dan satai kerang. Tampilan kuah iga mirip seperti opor, berwarna kekuningan berkat penggunaan kunyit sebagai salah satu bumbunya. Makin enak menyantap ketupat glabed dengan taburan kerupuk mi, bawang goreng, dan minyak cabai. KETUPAT KANDANGAN Ketupat ini berasal dari Desa Kandangan, di wilayah Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Ketupat berkuah santan berisi ikan gabus panggang. Aroma khas ikan yang dipanggang mempercantik rasa kuah. Makin sedap menyantap ketupat kandangan ditemani sambal ulek dari tomat dan terasi. KETUPAT SAYUR PADANG Pilihan sayurnya, bisa sayur nangka muda atau sayur daun pakis, yang dimasak gulai. Atau bisa juga dikombinasikan keduanya saat penyajian. Tak ketinggalan, rendang atau telur balado lengkap dengan kerupuk merahnya, menjadi pendamping yang pas menikmati ketupat sayur ini. LAKSA KETUPAT Selain dimakan bersama sayur berkuah santan, versi lain ketupat Betawi, disandingkan dengan laksa. Kuah laksa dibuat dari campuran bumbu dan rempah yang cukup banyak, mulai dari bawang, cabai, lengkuas, jahe, kencur, temu mangga, kunyit, merica, ketumbar, jintan, dan kelabat. Ditambah lagi teri medan, kelapa parut sangrai, dan ebi kering juga turut ‘memeriahkan’ kuah laksa. Tak heran, bumbu dan bahan yang ramai ini membuat kuah laksa terasa begitu sedap. KI-37   ...

  • Mei 30, 2019

    Tren Buka Puasa di Luar Rumah

    Berbuka di luar rumah memang telah menjadi tren, terutama bagi kaum muda. Di samping untuk memilih menu yang lebih beragam, tren berbuka bersama teman-teman dekat atau pun teman lama untuk menjalin kembali silaturahmi juga meningkatkan permintaan terhadap restoran, terutama yang secara khusus memberikan paket atau menyediakan hidangan Ramadan. Hal tersebut tentu menjadi peluang pelaku usaha restoran maupun kafe untuk berlomba-lomba menyediakan menu dan tempat yang cocok untuk berbuka puasa. ...

  • Mei 28, 2019

    Kue Apem: Makna Tradisi dan Religi, serta Manfaatnya

    Lebih dari sekadar simbol religi dan tradisi, apem mewariskan teknologi pengolahan pangan berupa fermentasi tradisional. Teknologi fermentasi merupakan proses bioteknologi paling tua yang melibatkan peran mikroorganisme untuk meningkatkan karakteristik sensori produk. ...

  • Mei 28, 2019

    Olahraga yang Dianjurkan ketika Berpuasa.

    Olahraga merupakan gaya hidup sehat yang hendaknya rutin dilakukan dengan frekuensi 3-5 kali semiggu selama satu jam tergantung jenis olahraganya. Ketika berpuasa, olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tingkatannya sedang, misalnya jalan cepat baik outdoor maupun di atas treadmill. ...