Logika Kesehatan Chef Edwin Lau



 

Tidak semua makanan enak adalah sehat, tapi semua makanan sehat pasti makanan enak. Kalau tidak percaya, coba lihat makanan yang sekarang identik dengan negara Singapura. Makanan ini dibawa oleh para imigran yang datang dari Hainan (China), dengan berubahnya zaman, makanan ini mengalami sedikit demi sedikit perubahan disesuaikan dengan kebiasaan orang Singapura dan sekarang menjadi makanan yang nikmat khas Singapura.

Ini adalah makanan yang sering ditemui di setiap tempat makanan di negeri singa ini. Mulai dari hawker center, foodcourt hingga restauran mewah. Chicken rice adalah nama makanan tersebut. Ada 2 jenis masakan ayam untuk chicken rice yaitu, ayamnya ada yang steam atau yang dipanggang. Tapi ada satu kesamaan, yaitu nasi yang disajikan menggunakan lemak kulit ayam dalam memasaknya.

“ Ketika saya lihat isi dari chicken rice, ternyata nasinya penuh dengan minyak. Lalu saya tanyakan kepada juru masaknya, mereka menjawab bahwa minyak itu berasal dari kulit ayam”. Demikian yang diungkapkan chef yang dikenal sebagai ahli kuliner sehat ini. Lanjut dia, menurut juru masak tersebut, lemak kulit ayam yang membuat chicken rice terasa lezat dan menggugah selera yang merasakannya.

“Akan tetapi lemak kulit juga yang menyebabkan makanan ini menjadi tidak sehat. Hal ini karena lemak kulit mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi,” kata chef yang dikenal dengan program acara Healthy Life di stasiun televisi Metro TV.

“ Di lain pihak aneka makanan salad adalah makanan sehat yang pasti enak. Rasanya timbul dari rasa yang unik dan diperoleh dari saladnya itu sendiri. Dan tidak bisa dibandingkan rasanya dengan yang lain,” ungkapnya. Menurutnya, makanan sehat harus bermula dari bahan yang sehat.

Edwin Lau adalah nama chef yang dikenal ahli kuliner sehat ini. Di usianya yang masih muda, dia sangat menguasai seluk beluk membuat makanan dan minuman yang sehat. Tidak hanya itu saja, dalam setiap menjelaskan ingridien yang digunakan, dia selalu menjelaskan asal muasal dan manfaatnya. Bahkan dia juga menjelaskan kandungan gizinya.

Beberapa pekan lalu KULINOLOGI INDONESIA mendapat kesempatan untuk mewawancarai chef lulusan jurusan Parawisata, Universitas Pelita Harapan yang membuat skripsi setebal 500 halaman ini. Edwin bercerita, bagaimana kondisinya sekarang berbeda dengan dirinya yang beberapa tahun lalu. Dulu dia terkenal dengan doyan makannya. Dalam satu hari bisa makan 27 potong paha ayam padang sekaligus, atau pizza 2 pan, atau nasi goreng 5 porsi atau bihun goreng 5 porsi sekaligus. Dia juga tidak bisa memasak. Tidak hanya itu, api dan kompor adalah yang ditakutinya. “Kalau makan mi saja, yang memasak adalah kakak saya,” kata Edwin.

Jurusan pariwisata adalah pilihan keluarganya. “Kalau kuliah di jurusan ini, Saya bisa bekerja di hotel jadi koki atau yang lainnya” tuturnya sambil tersenyum karena mengenang masa itu. Kebiasaan makan yang tidak sehat pun ternyata dapat dihentikan dan dikontrol.

Kecintaannya untuk memasak dimulai dari mata kuliah food production. Sejak itulah Edwin membuat tekad, bahwa di sinilah hidupnya. Dan dimulailah dia serius belajar memasak dan mempelajari food healthy. Pada 2003, Edwin juga belajar mengenai makanan sehat dari USDA (United State Department of Agriculture) dan FDA (Food and Drugs Administration).

Menurut Edwin, membaca adalah kunci keberhasilannya. selain selalu mengasah logikanya disetiap kesempatan. ”Saya percaya kunci keberhasilan sebagai senjata ini harus digunakan setiap hari, pelurunya adalah inspirasi yang ditemukan di mana saja. Bisa di buku, di pasar, bertemu orang juga dapat menjadi inspirasi atau juga jadi inspirasi bagi orang lain”, katanya. Semakin banyak dipakai senjata itu, maka pasti akan semakin terbiasa dalam menggunakannya. Logika ini digunakan oleh Edwin dalam menghasilkan resep sehatnya. K-10

Artikel Lainnya

  • Feb 19, 2019

    Mengenal Ingridien untuk Membuat Gelato

    Gelato merupakan jenis es krim yang berasal dari Italia. Perbedaan gelato dengan es krim pada umumnya terutama terletak pada komposisi kandungan lemaknya. Produk gelato memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit daripada es krim. Berbeda dengan es krim, komponen utama gelato adalah susu dan krim, tanpa penambahan kuning telur seperti pada formulasi es krim. Jenis susu yang paling baik untuk membuat gelato adalah whole milk sebanyak 3,5%, namun gelato juga dibuat menggunakan susu rendah lemak dengan jumlah sebanyak 1-2% atau pun susu tanpa lemak (skim). Selain mempertahankan sifat krimi dan tekstur yang lembut, namun susu juga berfungsi meningkatkan resistensi produk terhadap leleh. Di samping itu, susu tidak hanya menambah kandungan protein dalam produk, namun juga merupakan sumber kalsium. ...

  • Feb 18, 2019

    Ragam Olahan Kacang Ijo

    Kacang hijau atau yang biasa disebut kacang ijo merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sebagai bahan pangan, kacang ijo merupakan salah satu sumber protein nabati dengan kandungan protein sekitar 22,2%. Selain itu kacang ijo juga kaya akan zat gizi lain yang bermanfaat bagi tubuh seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, serta vitamin B1. Meskipun bukan sebagai makanan pokok, masyarakat seringkali mengolah kacang ijo menjadi masakan siap santap. Hampir semua kalangan dapat menikmati masakan berbasis kacang ijo karena ketersediaan dan harga yang cukup terjangkau. ...

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...