Kontrol Biaya dalam Manajemen Restoran



Dalam bisnis restoran atau kafe, cost control menjadi sangat penting artinya karena hal itu merupakan kunci penting menuju sukses dalam menjalankan bisnis restoran atau kafe, yang berarti kunci untuk mencapai keuntungan yang telah ditetapkan. Pimpinan SS Restaurant Training & Management Susanto Sukarto menjelaskan, kontrol tersebut dijalankan dengan cara menganalisa antara pemasukan dan biaya harga pokok produksi menu (food cost), menciptakan dan membuat standar, menentukan harga jual makanan dan minuman, mencegah pemborosan dan kehilangan.

Titik-titik kritis dalam kontrol biaya ini adalah bagian purchasing, receiving, store room, kitchen dan service bar. Pada bagian purchasing (pembelian barang), hal yang harus diperhatikan yakni standar spesifikasi bahan baku pangan harus dibuat agar tidak terjadi kesalahan dalam pembelian, perkiraan penjualan menu di restoran dan bar agar bagian pembelian dapat mengestimasi jumlah barang yang harus dibeli.

Informasi pasar dari para supplier juga harus dikuasai oleh bagian pembelian, yakni perbandingan harga barang dan perkembangan harganya dari waktu ke waktu, metode pembelian harus diformulasikan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah melaksanakan kunjungan langsung ke pasar untuk memantau secara langsung perkembangan harga bahan pangan yang akan dibeli.

Pada bagian receiving, prosedur penerimaan barang harus sudah ditetapkan seperti kualitas, kuantitas dan akurasinya. Laporan penerimaan barang barang juga harus sesuai dengan daftar pembelian (purchase order) yang sebelumnya telah dibuat. Khusus untuk produk daging, sangat penting untuk melakukan penempelan meat tag sebagai salah satu cara untuk mengontrol kluar masuknya daging dari dalam gudang penyimpanan.

Untuk store room, hal yang harus dicermati adalah prosedur penyimpanan harus benar, yakni dijalankan dengan sistem first in first out (FIFO). Setiap barang-barang yang masuk dan keluar dari bagian ini harus dicatat dengan cermat pada kartu stok atau di-input dalam komputer. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pnyimpanan barang harus sesuai dengan jenisnya: barang basah tidak boleh disimpan di gudang kering, atau sebaliknya. Hal ini untuk meminimalkan kerusakan barang akibat penempatan yang salah.

Sistem inventory sebaiknya dilakukan secara rutin yang dapat dilakukan secara harian, mingguan atau bulanan, tergantung jenis barangnya. Untuk jenis barang yang bernilai tinggi seperti daging, ikan atau keju misalnya, sebaiknya di-inventory tiap hari. Hal yang sama juga sebaiknya dilakukan terhadap berbagai jenis minuman. Kegiatan inventory harian dilakukan oleh seorang staf restoran, yang tentu saja telah diketahui oleh manager restoran.

Di bagian dapur, perlu diperhatikan persiapan dapur di pagi hari, misal penyimpanan barang pada suhu yang tepat, menggunakan peralatan yang tepat untuk menghindari kerusakan, serta menghindari kecerobohan yang bisa berakibat terjadinya kerusakan barang. Hal penting lainnya adalah, bagian dapur harus sudah memiliki standar yang tepat dalam hal porsi dan perkiraan jumlah menu yang akan dibuat.

Empat langkah dasar

Susanto menguraikan empat langkah dasar dalam cost control ini, yakni perencanaan produksi atau menu, standar timbangan, standar resep, dan standar porsi. Sebelum menentukan menu makanan, Susanto menyarankan agar terlebih dahulu melakukan survei pasar yaitu: menu apa saja yang diminati konsumen, atau menu seperti apa yang sedang tren saat itu. Dan tentu saja dalam penentuan menu ini mesti disesuaikan dengan konsep dasar restoran. Jika konsep restoran adalah Indonesian style, sebaiknya tidak memasukkan menu western atau oriental di dalamnya. Ia juga mengingatkan agar dalam membuat perencanaan menu jangan terlalu banyak. ”Lebih baik merancang menu dalam jumlah sedikit, untuk kemudian secara bertahap jenisnya bertambah sesuai dengan meningkatnya perkembangan restoran yang dikelola,” tutur Susanto.

Langkah kedua adalah membuat standar timbangan untuk tiap jenis bahan pangan yang akan dipakai. Untuk itu, terlebih dahulu perlu dilakukan tes secara sungguh-sungguh timbangan yang digunakan beserta akurasi dan konsistensinya. Setelah itu, dilakukan pencatatan data yang sudah ditetapkan ke dalam kartu standar timbangan, sebagai acuan untuk penimbangan selanjutnya.

Langkah ketiga adalah menentukan standar resep untuk tiap-tiap menu. Caranya adalah, dengan memasukkan harga pada tiap-tiap bahan ke dalam kartu menu, dengan membuat perhitungan komposisi berat, bahan, unit dan harganya. Tiap-tiap resep sebaiknya dianalisa secara berkala, misal tiap tiga bulan sekali untuk mengetahui apakah bahan baku yang dipakai masih sesuai dengan harganya. Selain itu juga untuk menentukan langkah selanjutnya, misal apabila resep tersebut kurang diminati konsumen, dapat dilakukan penggantian resep baru – yang tentu saja dengan tetap membuat standar resep yang baku.

Langkah keempat adalah menentukan standar porsi dengan cara menetapkan besar porsi menu yang akan dijual ke konsumen. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan tes secara acak untuk kemudian dipilih standar porsi yang diinginkan. Standar ini dibuat dalam kartu tersendiri, dan setiap jenis resep ditetapkan standarnya.

Dengan mengontrol setiap bagian di dalam restoran, serta titik-titik kritis yang rawan terhadap biaya, maka risiko pembengkakan biaya dapat diminimalkan. Titik kritis terkontrol, maka bisnis restoran pun dapat berkembang sehat.

Andang Setiadi

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...