Umami, Cegah Hipertensi Selama Puasa



 

Meningkatnya hipertensi yang diderita oleh banyak masyarakat, mendorong mereka untuk memilih produk yang rendah garam. Kenapa mengurangi garam? Karena garam yang umum digunakan –yakni garam dapur- mengandung sodium (natrium) yang memicu terjadinya hipertensi. Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan garam tersebut adalah mengkombinasikannya dengan rasa umami. Rasa umami dapat mempertegas rasa asin. Sehingga, adanya rasa umami dapat mengurangi penggunaan garam untuk memperoleh tingkat rasa asin yang sama.

Dalam buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, Yummy & Healthy Low Salt: One Dish Meal untuk Sahur Rendah Garam, karya Hindah Muaris, diungkapkan bahwa Natrium sendiri sebenarnya merupakan mineral esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan mengatur relaksasi otot. Namun, bila jumlahnya berlebihan tentu saja akan timbul masalah.

Ginjal yang berfungsi mengatur kebutuhan natrium tak dapat membuang kelebihan natrium. Akibatnya, natrium menumpuk di dalam darah. Karena natrium sifatnya menarik dan menahan air, volume darah pun meningkat. Jantung memompa darah lebih keras sehingga tekanan dalam arteri meningkat, yang kemudian menyebabkan hipertensi.

 

 

Meski keluhan-keluhan akibat asupan garam yang berlebihan belum dirasakan, tidak ada salahnya mencegahnya dengan memulai diet rendah garam. Departemen Kesehatan menganjurkan untuk menjalani diet rendah garam, meliputi diet ringan (konsumsi garam 3,75-7,5g/hari), menengah (1,25-3,75g/hari). Untuk penderita hipertensi, diet berat (kurang dari 1,25g/hari) lebih disarankan. Diet rendah garam ini harus dilakukan bersama dengan diet rendah kolesterol, diet tinggi serat, dan diet rendah karbohidrat bagi penderita hipertensi yang juga obesitas.

Diet DASH-Natrium
(Dietary Approaches to Stop Hypertension-Natrium) adalah salah satu contoh diet rendah garam yang kini mulai dijadikan pilihan di luar negeri, yang juga bisa Anda coba jika menderita hipertensi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan natrium yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang menggunakan garam. Asupan yang diperbanyak adalah buah, sayur, serealia, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak. Dari penelitian yang dilakukan National Heart, Lung, and Blood Institute, Amerika Serikat, diet ini memberikan hasil yang signifikan. Hanya dengan membatasi konsumsi garam hanya sebanyak 1.500 mg per hari, terjadi penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 11,5 mm Hg pada penderita hipertensi. K-09

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....