Healthy Fat for Healthy Life



 

Lemak sering dianggap sebagai “musuh” oleh banyak orang. Bukannya tanpa alasan, banyak penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi lemak yang berlebihan dan tidak tepat. Tapi, ternyata tidak semua lemak jahat. Adapula lemak yang baik dan ramah bagi kesehatan.

Hindah Muaris, ahli kulinologi, dalam bukunya yang berjudul Yummy & Healthy Low Fat (diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama), Sajian Nikmat Rendah Lemak mengungkapkan bahwa lemak memang identik dengan rasa enak. Namun seringkali, pemilihan lemak dan proses pengolahan yang tidak tepat, membuat rasa enak tersebut tidak diimbangi dengan pengaruhnya terhadap kesehatan.

Hindah mengungkapkan, seperti halnya berbagai jenis zat gizi lain yang terkandung di dalam makanan, lemak pun dibutuhkan oleh tubuh. Lemak penting bagi struktur dan fungsi setiap sel dalam tubuh. Lemak juga membantu proses pelarutan vitamin A, D, E, dan K sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Asam lemak trans

Asam lemak trans menjadi topik diskusi yang sangat hangat beberapa waktu lalu. Hal ini terjadi setelah US FDA sejak 1 Januari 2006 mengeluarkan peraturan agar semua produk pangan yang mengandung asam lemak trans (ALT) mencantumkan adanya komponen tersebut pada label. ALT terbentuk dari proses hidrogenasi. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kandungan asam lemak tak jenuh, sehingga minyak yang dihasilkan dapat lebih stabil.

Tak hanya meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), ALT juga menurukan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah. Lemak yang satu ini juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengendalikan gula darah karena dapat mengurangi respons terhadap hormon insulin. Hanya mengonsumsinya lima gram saja sehari juga sudah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 25 persen hanya dalam beberapa tahun saja.

Omega 3 dan 6

Contoh jenis asam lemak lain yang bermanfaat bagi kesehatan adalah omega 3 dan Omega 6 yang baik untuk kesehatan jantung. Asam lemak yang satu ini banyak terdapat pada ikan, terutama ikan laut dalam. Misalnya salmon, sardin, dan ikan-ikan lainnya. Lemak tak jenuh ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kolesterol baik sekaligus mengurangi kolesterol jahat.

Perhatikan cara mengolah
Untuk konsumsi ideal makanan berlemak adalah memakannya dari jenis lemak tak jenuh dalam porsi yang tidak berlebihan dan diolah dengan cara yang tepat. Boleh-boleh saja sesekali menyantap daging tapi pilihlah yang tanpa lemak dalam jumlah tidak berlebihan. Bila Anda ingin makan ayam, jangan lupa mengulitinya. Dada adalah bagian yang paling pas karena tidak mengandung lemak.

Hindari pula mengolahnya dengan cara digoreng serta menggunakan santan. Lebih baik mengolahnya dengan cara menumis dengan menggunakan sedikit minyak, dikukus tanpa menggunakan minyak, ditim, serta dipanggang atau dibakar. Misalnya pepes dan hidangan ungkep, kukus, atau tim. Agar rasanya nikmat, gunakan bahan-bahan segar dan selalu mengombinasikan lemak hewan dengan sayuran. Sajikan pula makanan dalam keadaan segar dan panas. K-09

 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...