Serba-Serbi Kurma Sang Primadona Ramadhan



Serba-Serbi Kurma Sang Primadona Ramadhan

Kurma selalu mendadak menjadi buah primadona saat ramadhan tiba. Tidak lengkap rasanya berbuka puasa tanpa kurma yang terhidang di meja. Berjuta manfaat kesehatan dan kebaikan dijanjikan terdapat di dalam sebutir kurma.

Kurma adalah tanaman dengan famili palmae dengan nama latin Phoenix dactylifera. Kurma adalah buah yang terkenal di seantero dunia dengan nama khas di setiap Negara, Amerika-date, Perancis–daltier, Jerman–dattel, Italiaa–datteri atau dattero, Belanda–dadel, Portugis–Tamara dan di Timur tengah–Tamr (kurma kering) atau ruthab (kurma basah). Di dunia, terdapat ratusan jenis kurma yang tersebar di seluruh dunia, mulai Arab, Afrika, Amerika hingga Asia Barat Daya.

Jenis kurma yang tumbuh di Arab antara lain Asafwi, Ambar, Barhi, Hilali, Khalas, dan Ajwa. Jenis kurma yang tumbh di Irak antara lain Asharasi dan Khustawi sedangkan Tunisia terkenal dengan kurma Daglet Noor. Bentuk kurma ada yang kecil lonjong, kecil agak bulat dengan berat sekitar 5 gram per buah sampai yang berbentuk agak besar dan panjang dengan berat sekitar 12 gram per buah. Warna kurma juga beragam mulai dari yang berwarna kuning keputihan, kuning emas, cokelat muda sampai cokelat kehitaman. Kurma emas (golden date) merupakan kurma yang populer karena bentuk, warna, dan rasanya. Sementara kurma ajwa yang bentuknya agak kecil dan cokelat kehitaman dipercaya bermanfaat jika dimakan tujuh butir tiap hari. Kurma ini dikenal dengan sebutan kurma Nabi dan tentunya memiliki harga selangit.

Berbeda jenis kurma tentu berbeda pula kandungan gizinya. Namun, secara umum kurma mengandung gula sederhana (sukrosa, glukosa, dan fruktosa), protein, sedikit lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B3, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim. Kandungan gizi kurma secara lengkap dapat dilihat pada Tabel.
Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak tetapi rendah kandungan energi siap pakainya. Kurma kering mengandung energi siap pakai yang tinggi tetapi kandungan air dan beberapa vitamin lebih rendah bahkan kandungan vitamin C-nya hilang.

Fruktosa dan glukosa yang banyak terdapat dalam kurma merupakan gula sederhana (monosakarida) yang dapat dengan cepat diubah menjadi energi oleh tubuh. Selain itu, kurma juga mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan kebasaan lambung ketika seharian lambung menjadi asam karena tidak mencerna makanan dan minuman.

Kandungan mineral pada kurma dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan resistensi terhadap kanker. Selain itu, mineral yang diperoleh dari kurma juga bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh.
Mineral magnesium berfungsi membantu fungsi saraf dan otot. Manfaat vitamin B2 dan niasin yaitu dapat membantu melepaskan energi dari makanan, sementara vitamin B1 membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin berperan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat.

Kurma mengandung kalium yang sangat tinggi, hingga 652mg/
100 gr. Kalium bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah dan membersihkan CO2 darah, yang merupakan salah satu faktor penentu kesehatan pembuluh darah.

Kalium juga bermanfaat untuk memacu kerja otot dan simpul syaraf. Konsumsi kalium minimal 400 mg per hari dapat menurunkan resiko stroke hingga 40%. Batas 400 mg itu dapat dipenuhi dengan mengonsumsi 62 g kurma. Konsumsi ekstra kalium dapat menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.

Makanan yang baik untuk menjaga tekanan darah tetap normal adalah makanan yang memiliki perbandingan natrium dengan kalium minimal 1:5. Kurma mengandung 652 mg kalium dan 3 mg natrium. Dengan demikian, perbandingan kandungan natrium dan kalium pada kurma adalah 1:217. Sehingga kurma sangat baik dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi. Namun, hati-hati konsumsi kurma pada penderita diabetes.

Kurma kering termasuk jenis pangan dengan indeks glikemik yang tinggi, mencapai 103 karena kandungan gula sederhananya sebanyak 50% sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Bandingkan dengan jenis buah-buahan lain yang hanya 20-30% saja.

Kurma tidak mengandung kolesterol tetapi mengandung sedikit lemak. Kandungan lemaknya sebagaian besar adalah lemak tidak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan. Komponen utama lemak tidak jenuh pada kurma adalah asam oleat yaitu 0.148g/100g. Lemak juga bermanfaat bagi penyerapan vitamin A, D, E, dan K yang juga terdapat dalam kurma.
Kurma masih memiliki beragam manfaat lain bagi kesehatan. Rebusan kurma dapat digunakan untuk mengobati penyakit bronchitis batuk, radang usus besar, dan ekspektoran. Kurma juga mengandung semacam hormon (potuchsin) yang dapat mengecilkan pembuluh darah dalam rahim sehingga mencegah pendarahan rahim dan hormone oxytocine yang dapat membantu proses kelahiran.

Serat pangan pada kurma sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan dapat menurunkan kolesterol darah dengan menghambat penyerapan koesterol dalam usus besar sehingga kadar kolesterol darah tidak meningkat. Serat pangan umumnya memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan waktu transit makanan di dalam usus sehingga memperlama rasa kenyang, dan mengurangi absorpsi nutrisi. Sifat larut air ini berhubungan juga dengan tingginya kemampuan mengikat air membentuk massa yang kental.

Untuk berbuka, mengonsumsi 2-3 butir kurma disertai minum sudah cukup untuk menggantikan energi setelah sehari penuh menahan lapar dan dahaga. Penderita diabetes dianjurkan hanya mengonsumsi satu butir kurma saja saat berbuka. Setelah berbuka, sebaiknya laksanakan sholat maghrib terlebih dahulu baru kemudian makan malam dengan komposisi nasi, lauk pauk, sayur dan buah yang seimbang.

Kurma tidak hanya lezat dikonsumsi dalam bentuk buah segar atau kering. Aneka olahan kurma yang variatif kini sudah banyak tersedia di pasaran, seperti jus kurma, sari buah kurma, pasta, selai, tepung gula kurma (jaggery atau gur), cuka, hingga minuman fermentasi. Fermentasi jus kurma dapat diolah menjadi sampanye tanpa alkohol atau diteruskan menjadi minuman beralkohol. Sari kurma adalah salah satu produk olahan kurma yang laku keras di Indonesia. Hal ini disebabkan klaimnya akan kesehatan yang bermacam-macam antara lain dapat meningkatkan kadar Hb dan trombosit dalam darah serta meningkatkan stamina.

Di kawasan Timur Tengah, kurma biasa dibuang bijinya lalu diisi dengan irisan almond kenari, manisan jeruk dan kulit lemon atau krim keju. Kurma juga biasa dicincang dan dijadikan bahan campuran roti, es krim, coklat, sereal, panganan ringan, dan puding, seperti banyak dilakukan di Indonesia. Di India, biji kurma biasa digiling dalam penggilingan biji kopi dan dicampur pada kopi. Di sebuh kafé yang terletak di Bandung, terdapat menu kopi kurma. Buah kurma diiris lembut lalu dicampurkan ke dalam kopi dan ditambahkan sirup secukupnya. Sebelum disajikan, kopi kurma ini dibubuhi krim. Rasa pahit kopi berpadu dengan legitnya daging buah kurma, paduan rasa yang layak untuk dicicipi. Marina

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...